Geng AKRAM di Bekasi Incar Remaja Nongkrong, Gak Dikasih HP Bakal Dibacok

Agung Sandy Lesmana | Muhammad Yasir
Geng AKRAM di Bekasi Incar Remaja Nongkrong, Gak Dikasih HP Bakal Dibacok
Polda Metro Jaya merilis kasus begal yang diviral di Bekasi, Jabar. (Suara.com/M Yasir).

"Mereka datang, minta HP, gak dikasih, lalu dibacok," ungkap Yusri.

Suara.com - Polisi menangkap tujuh anggota geng motor AKRAM di Bekasi, Jawa Barat. Geng motor tersebut kerap melakukan aksi begal dengan bermodalkan celurit.

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Yusri Yunus menyebutkan bahwa geng motor AKRAM beranggotakan 10 orang. Pada awal Februari 2020 geng motor tersebut melakukan aksi begal handphone dengan celurit di empat lokasi hanya dalam waktu satu malam.

"Mereka loncat-loncat dalam satu malam, sasarannya anak-anak nongkrong yang pegang handphone," kata Yusri di Polda Metro Jaya, Jakarta Selatan, Jumat (21/2/2020).

Yusri mengungkapkan, sebelum melancarkan aksinya anggota geng motor AKRAM itu terlebih dahulu berkumpul di satu lokasi di kawasan Bekasi.

Di sana salah satu tersangka berinisial A yang merupakan ketua geng motor AKRAM membagikan celurit kepada masing-masing kelompok yang telah dibagi menjadi empat kelompok.

Selanjutnya, dengan menggunakan empat sepeda motor anggota geng motor AKRAM yang telah terbagi menjadi empat kelompok itu berpencar untuk mencari korban yang tengah bermain hendphone di pinggir jalan.

Para pelaku itu bahkan tak segan membacok korban dengan celurit jika tidak memberikan handphone. Meski tak ada korban yang tewas, namun sebagian besar korban mengalami luka bacok di bagian punggung hingga lengan.

"Mereka datang, minta HP, gak dikasih, lalu dibacok," ungkap Yusri.

Kekinian, Yusri mengatakan pihaknya telah berhasil menangkap tujuh dari 10 anggota geng motor AKRAM. Mirisnya, empat dari tujuh tersangka itu diketahui masih berusia di bawah umur, yakni berkisar 15 tahun.

"Mereka semuanya anak putus sekolah. Hasil dari perampasan handphone digunakan untuk foya-foya anggotanya," kata Yusri.

Kekinian, atas perbuatannya tiga pelaku dijerat dengan Pasal 365 tentang perampasan dengan kekerasan dengan ancaman 9 tahun penjara. Sedangkan empat tersangka yang masih di bawah umur akan melalui mekanisme peradilan khusus anak.

Komentar

Suara.Com

Dapatkan informasi terkini dan terbaru yang dikirimkan langsung ke Inbox anda

QUOTES OF THE DAY

INFOGRAFIS