Menteri Yasonna soal Harun Masiku: Tanya KPK Dong, Bukan Saya yang Cari

Agung Sandy Lesmana | Yosea Arga Pramudita
Menteri Yasonna soal Harun Masiku: Tanya KPK Dong, Bukan Saya yang Cari
Menkumham Yasonna Laoly. [Suara.com/Yosea Arga]

"Sama sekali tidaklah (kenal). Belum (pernah ketemu), belum sama sekali," sambungnya.

Suara.com - Buronan kasus suap pengurusan pergantian antarwaktu (PAW) anggota DPR RI periode 2019—2024 tersebut masih dikejar oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Menteri Hukum dan HAM Yasonna Hamonongan Laoly mengaku, tidak mengetahui keberadaan sang buronan. Dia berpendapat, tugas mencari Harun merupakan tugas KPK selaku lembaga antirasuah.

"Tidak tahu, tanya ke KPK dong mencari, bukan saya mencari," kata Yasonna di Kompleks Istana Kepresidenan, Rabu (26/2/2020).

Meski berasal dari partai yang sama, Yasonna mengaku tidak mengenal Harun. Bahkan, dia tidak pernah bertemu dengan Harun sama sekali.

"Sama sekali tidaklah (kenal). Belum (pernah ketemu), belum sama sekali," sambungnya.

Diketahui, Harun Masiku terpantau pulang ke Indonesia dari Singapura atau sehari sebelum KPK melakukan tangkap tangan terhadap Wahyu Setiawan. Namun, memasuki hari ke 35 eks caleg PDIP itu tak kunjung berhasil ditangkap.

KPK sendiri sebelumnya pernah mengakui bahwa sempat mendeteksi keberadaan Harun Masiku di sekitar Gedung Perguruan Tinggi Ilmu Kepolisian (PTIK), Jakarta Selatan saat akan ditangkap pada Rabu (8/1/2020).

"Sudah saya sampaikan memang ada di sekitar Kebayoran Lama sekitar situ. Kemudian tempat tinggal juga di Kebayoran Lama, PTIK juga di Kebayoran Lama. Teman-teman (Tim Penyelidik KPK) kemudian ke sana," kata Plt Juru Bicara KPK Ali Fikri di Gedung Merah Putih KPK, Kuningan, Jakarta Selatan, Kamis (30/1/2020).

Sementara, Ditjen Imigrasi Kemenkumham telah mengakui bahwa Harun Masiku sudah berada di Indonesia sejak 7 Januari 2020 setelah sempat pergi ke Singapura satu hari sebelumnya.

Namun, pihak Imigrasi baru mengungkapkan keberadaan Harun pada 22 Januari 2020 alias 15 hari setelah Harun mendarat di Terminal 2F Bandara Soekarno-Hatta.

Mereka berdalih ada keterlambatan sistem di terminal 2F sehingga data perlintasan Harun baru bisa diumumkan 15 hari setelahnya.

Komentar

Suara.Com

Dapatkan informasi terkini dan terbaru yang dikirimkan langsung ke Inbox anda

QUOTES OF THE DAY

INFOGRAFIS