Geisz Chalifah: Banjir Ini Lebih Banyak Politisasinya daripada Persoalannya

Dany Garjito, Farah Nabilla

Sabtu, 29 Februari 2020 | 15:34 WIB
Geisz Chalifah: Banjir Ini Lebih Banyak Politisasinya daripada Persoalannya
Ilustrasi Geisz Chalifah. (Suara.com/Iqbal Asaputro)

Suara.com - Komisaris Ancol, Geisz Chalifah mengatakan bahwa banjir di Jakarta lebih banyak unsur politisnya daripada masalah utama banjir itu sendiri.

Melansir dari acara Dua Sisi yang ditayangkan TV One pada Kamis (27/2/2020), Geisz menyayangkan pihak-pihak yang membandingkan kebijakan gubernur-gubernur Jakarta sebelumnya dengan kebijakan gubernur sekarang, Anies Baswedan.

Menurutnya, permasalahan yang dihadapi Anies Baswedan merupakan efek dari kejadian yang terjadi pada era gubernur-gubernur sebelumnya. Seperti pembangunan gedung yang tidak mengantongi Izin Mendirikan Bangunan (IMB).

Ia menjelaskan bahwa tindakan yang sedang dilakukan Pemprov Jakarta saat ini adalah membangun kesadaran pada masyarakat mengenai pentingnya sumur resapan di setiap rumah.

"Jadi supaya masyarakat kita beradaptasi dengan air yang sekarang terjadi, maupun di masa yang akan datang."

Ia menyayangkan jika bencana banjir ini malah mencuri banyak perhatian dari segi politisnya daripada masalah utama banjirnya.

"Tetapi soal banjir ini memang lebih banyak politisasinya daripada persoalan banjirnya," ujar Komisaris Ancol tersebut.

Geisz, yang diundang sebagai aktivis sosial di acara tersebut, melanjutkan bahwa kebijakan yang dilakukan gubernur Jakarta sekarang lebih baik daripada gubernur sebelumnya. Ia menilainya dari data berupa 20 janji Anies yang telah dilaksanakan.

Ditanya Geisz Chalifah Soal Sekolah, Ferdinand Marah Sampai Nunjuk-Nunjuk

baca juga
Politikus Partai Demokrat Ferdinand Hutahaean di Puri Cikeas, Bogor. (Suara.com/Rambiga)
Politikus Partai Demokrat Ferdinand Hutahaean di Puri Cikeas, Bogor. (Suara.com/Rambiga)

Politikus Ferdinand Hutahaean marah-marah ketika berdiskusi dengan Komisaris Ancol, Geisz Chalifah. Keduanya bertemu saat menjadi narasumber di acara Dua Sisi yang ditayangkan TV One, Kamis(27/2/2020).

Awalnya Ferdinand menyoroti soal penebangan pohon di Monas.

"Saya bertanya soal Anies menangani banjir, tidak ada yang bisa jawab, Bang. Anies ini, Monas ditebangi," katanya.

Geisz Chalifah ganti melempar pertanyaan. "Anda bicara tentang Monas, SMA Anda di mana?"

"Saya enggak sekolah!" jawab Ferdinand berulang kali. "Monas ditebangi! Anda sudah bicara tentang Monas belum? Aku tahu kau ini Komisaris Ancol, kau ngaku-ngaku jadi aktivis," tambahnya sambil menunjuk Geisz.

"Ini saya mau bicara," Geisz terlihat mulai terpancing amarah.

"Bicaralah!" bentak Ferdinand.

"Bicara saja, nggak usah galak-galakan," kata Geisz sambil mengabaikan komentar Irma Suryani Chaniago yang turut menjadi narasumber.

Ferdinand Hutahaean tersulut amarah saat ditanya soal SMA oleh Geisz Chalifah. (Youtube/TVOne).
Ferdinand Hutahaean tersulut amarah saat ditanya soal SMA oleh Geisz Chalifah. (Youtube/TVOne).

Geisz melanjutkan penjelasannya, "Saya SMA 7 Gambir. Monas tempat saya balapan motor dulu".

"So what gitu loh?" potong Ferdinand dan Irma Suryani hampir bersamaan.

"Selama ini yang dimaksud dengan cagar budaya ukurannya sampai mana? Karena selama ini Monas resmi menjadi tempat lomba balapan gokart, balapan motor. Setelah sekian tahun, baru Monas itu dipagari," balas Geisz.

"Tapi ini soal penebangan pohon yang menghambat resapan, Bung Geisz," kata pembawa acara.

Geisz melanjutkan, "Pemotongan itu untuk revitalisasi, untuk Monas lebih baik. Pohon-pohon itu ditanami lebih banyak..."

Belum selesai kalimatnya, Ferdinand memotong dengan bertanya, "Pohon ditebangi lebih baik? Logika mana itu?"

Kesal dengan Ferdinand yang selalu memotong kalimatnya, Geisz melontarkan pertanyaan. "Lah, Anda sendiri sudah selesai belum?"

"Pohon yang ditebangi itu logika yang salah kalau dibilang itu akan lebih baik!" jawab Ferdinand. Kali ini ia menjawab sambil menunjuk-nunjuk Geisz.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Jakarta Tingkatkan Status Waspada Corona!

Jakarta Tingkatkan Status Waspada Corona!

News | Sabtu, 29 Februari 2020 | 14:10 WIB

Irma Suryani Ngakak Dengar Penjelasan Geisz Chalifah soal Banjir Jakarta

Irma Suryani Ngakak Dengar Penjelasan Geisz Chalifah soal Banjir Jakarta

News | Sabtu, 29 Februari 2020 | 13:30 WIB

Soal Banjir DKI, Tsamara Amany Sebut Anies Layak Dievaluasi

Soal Banjir DKI, Tsamara Amany Sebut Anies Layak Dievaluasi

News | Sabtu, 29 Februari 2020 | 13:53 WIB

Anies Pecat Kadis Perumahan, Sekjen PSI: Buruk Wajah Cermin Dibelah

Anies Pecat Kadis Perumahan, Sekjen PSI: Buruk Wajah Cermin Dibelah

News | Sabtu, 29 Februari 2020 | 13:09 WIB

Cuaca Buruk Februari, 600 Bencana Terjang Indonesia, 123 Orang Tewas

Cuaca Buruk Februari, 600 Bencana Terjang Indonesia, 123 Orang Tewas

News | Sabtu, 29 Februari 2020 | 11:08 WIB

Guntur Romli: Banjir Terjadi juga Karena Memilih Gubernur Sembarangan

Guntur Romli: Banjir Terjadi juga Karena Memilih Gubernur Sembarangan

News | Jum'at, 28 Februari 2020 | 20:09 WIB

Terkini

Mengenal Pendidikan Profesi Arsitek, Bekal Sebelum Terjun ke Dunia Praktik

Mengenal Pendidikan Profesi Arsitek, Bekal Sebelum Terjun ke Dunia Praktik

Lifestyle | Sabtu, 08 Agustus 2026 | 21:35 WIB

IPEKA RUN 2026 Jadikan Olahraga sebagai Bagian dari Pengalaman Belajar Langsung

IPEKA RUN 2026 Jadikan Olahraga sebagai Bagian dari Pengalaman Belajar Langsung

Lifestyle | Sabtu, 08 Agustus 2026 | 21:27 WIB

5 Conditioner untuk Rambut Kering, Bebas Kusut dan Lembut Berkilau

5 Conditioner untuk Rambut Kering, Bebas Kusut dan Lembut Berkilau

Lifestyle | Sabtu, 08 Agustus 2026 | 20:31 WIB

Deretan Mobil Keluarga dengan Kabin Lapang yang Melantai di GIIAS 2026

Deretan Mobil Keluarga dengan Kabin Lapang yang Melantai di GIIAS 2026

Otomotif | Sabtu, 08 Agustus 2026 | 20:15 WIB

Kredit Macet Hantui Industri Pinjol

Kredit Macet Hantui Industri Pinjol

Bisnis | Sabtu, 08 Agustus 2026 | 20:05 WIB

Lestarikan Kuliner Nusantara, Pertamina Bright Gas Cooking Competition Tegal Lahirkan Juara Baru

Lestarikan Kuliner Nusantara, Pertamina Bright Gas Cooking Competition Tegal Lahirkan Juara Baru

Jawa Tengah | Sabtu, 08 Agustus 2026 | 20:00 WIB

Gebrakan Bentor Nazaruddin: Misi 50 Kursi PRI dan Sinyal Barometer Lampung

Gebrakan Bentor Nazaruddin: Misi 50 Kursi PRI dan Sinyal Barometer Lampung

Lampung | Sabtu, 08 Agustus 2026 | 19:57 WIB

Saat Jas Putih Diuji: Selelah-lelahnya Tenaga Kesehatan, Tetap Lebih Melelahkan Jadi Pasien

Saat Jas Putih Diuji: Selelah-lelahnya Tenaga Kesehatan, Tetap Lebih Melelahkan Jadi Pasien

Your Say | Sabtu, 08 Agustus 2026 | 19:23 WIB

Rp17 Triliun Aliran Modal Asing Masuk ke Pinjol RI

Rp17 Triliun Aliran Modal Asing Masuk ke Pinjol RI

Bisnis | Sabtu, 08 Agustus 2026 | 19:05 WIB

Buntut Kasus Komentar Nirempati Pasien BPJS, RS Sardjito Hentikan Praktik dr. Elda Putri Rahard

Buntut Kasus Komentar Nirempati Pasien BPJS, RS Sardjito Hentikan Praktik dr. Elda Putri Rahard

Video | Sabtu, 08 Agustus 2026 | 19:00 WIB

×