2 Warga Kena Corona, KSP: Pemerintah Sudah Maksimal Tapi Tak Bisa Dihindari

Dwi Bowo Raharjo, Ummi Hadyah Saleh

Senin, 02 Maret 2020 | 20:31 WIB
2 Warga Kena Corona, KSP: Pemerintah Sudah Maksimal Tapi Tak Bisa Dihindari
Kepala Staf Kepresidenan (KSP), Moeldoko. (Suara.com/Ummi Saleh)

Suara.com - Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko menyebut pemerintah sudah melakukan upaya maksimal untuk mencegah masuknya virus corona ke Indonesia. Namun, Moeldoko menyebut pemerintah tidak bisa menghindari setelah dua WNI asal Depok positif virus corona.

"Kami melihat bahwa ini sebuah persoalan yang sudah terjadi. Untuk itu pemerintah berusaha semaksimal mungkin tapi tidak bisa dihindari," ujar Moeldoko di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin (2/3/2020).

Moeldoko menuturkan, pemerintah akan berupaya keras menangani virus corona di Indonesia.

"Pemerintah akan berusaha keras lagi menghadapi situasi ini dan saya berharap pemerintah bukan saja yang menghadapi, tapi kita bersama. Corona persoalan global perlu tanggung jawab global temrasuk Indonesia," ucap dia.

Mantan Panglima TNI itu menegaskan pemerintah sejak awal serius menghadapi persoalan global yakni virus corona.

"Kita (pemerintah) tidak pernah main-main, selalu serius, dari awal menyiapkan diri sebaik-baiknya. Tapi persoalan ini global tidak bisa kita menutup diri rapat-rapat, kita tidak hidup di ruangan hampa jadi situasi ini sulit dihindari," kata Moeldoko.

Ia kemudian meminta pada masyarakat Indonesia untuk tidak panik setelah dua WNI positif kena corona.

"Masyarakat perlu tahu, jangan panik, kita hadapi bersama-sama dengan tenang, percayakan ke pemerintah pemerintah pasti mengambil langkah-langkah meningkat lagi. Kita transparan tidak tertutup. Tapi yakin pemerintah mengambil langkah-langkah dalam mengatasi situasi ini," katanya.

Sebelumnya Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengumumkan dua orang WNI positif terkena virus corona berdasarkan laporan Menteri Kesehatan Terawan. Dua tersebut, yakni seorang ibu berusia 64 tahun dan putrinya yang berumur 31 tahun.

"Seorang ibu 64 tahun dan putrinya 31 tahin. Kita cek pada posisi yang sakit. Dicek dan tadi pagi saya mendapatkan laporan dari Menkes bahwa ibu ini dan putrinya positif corona," ujar Jokowi.

Ibu dan anak yang dinyatakan positif virus corona itu merupakan warga asal Depok, Jawa Barat. Keduanya terjangkit virus corona setelah bertemu dengan warga negara Jepang yang sempat datang ke Jakarta.

Setelah dinyatakan positif corona, dua WNI itu kini telah dibawa ke Rumah Sakit Penyakit Infesksi Prof dr Sulianti Saroso untuk diobservasi.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Virus Corona Diyakini Bisa Hidup di Layar Ponsel selama 96 Jam

Virus Corona Diyakini Bisa Hidup di Layar Ponsel selama 96 Jam

Tekno | Senin, 02 Maret 2020 | 20:31 WIB

Kerabat 2 Pasien Corona Depok Dibawa ke RSPI Sulianti Saroso

Kerabat 2 Pasien Corona Depok Dibawa ke RSPI Sulianti Saroso

Foto | Senin, 02 Maret 2020 | 20:21 WIB

Benarkah Depok Bakal Dikarantina Seperti Wuhan? Begini Kata Kemenkes

Benarkah Depok Bakal Dikarantina Seperti Wuhan? Begini Kata Kemenkes

Video | Senin, 02 Maret 2020 | 20:11 WIB

Joshua Suherman Kesal Green Day Batal Konser di Singapura karena Corona

Joshua Suherman Kesal Green Day Batal Konser di Singapura karena Corona

Entertainment | Senin, 02 Maret 2020 | 20:10 WIB

Ojek Online Diminta Waspada Virus Corona, Lakukan Ini

Ojek Online Diminta Waspada Virus Corona, Lakukan Ini

News | Senin, 02 Maret 2020 | 20:08 WIB

Terkini

Bahlil Lahadalia Digugat ke PTUN, Kebijakan Listrik Nasional Dinilai Ugal-ugalan dan Abaikan Daerah

Bahlil Lahadalia Digugat ke PTUN, Kebijakan Listrik Nasional Dinilai Ugal-ugalan dan Abaikan Daerah

News | Minggu, 31 Mei 2026 | 11:20 WIB

Prabowo Diminta Jangan Boros dan Contoh Presiden Meksiko: 17 Kali Telpon Trump, Tak Pakai Ketemuan

Prabowo Diminta Jangan Boros dan Contoh Presiden Meksiko: 17 Kali Telpon Trump, Tak Pakai Ketemuan

News | Minggu, 31 Mei 2026 | 11:07 WIB

Predator di Balik Tembok Pesantren: Mengapa Kasus Kekerasan Seksual Sulit Diungkap?

Predator di Balik Tembok Pesantren: Mengapa Kasus Kekerasan Seksual Sulit Diungkap?

News | Minggu, 31 Mei 2026 | 07:00 WIB

Bakal Bertemu Prabowo-Gibran? Djarot Beri Sinyal Megawati Hadiri Peringatan Hari Lahir Pancasila

Bakal Bertemu Prabowo-Gibran? Djarot Beri Sinyal Megawati Hadiri Peringatan Hari Lahir Pancasila

News | Sabtu, 30 Mei 2026 | 20:55 WIB

3 Kali ke Prancis dalam 5 Bulan, Elite PDIP Pertanyakan Urgensi Kunjungan Presiden Prabowo

3 Kali ke Prancis dalam 5 Bulan, Elite PDIP Pertanyakan Urgensi Kunjungan Presiden Prabowo

News | Sabtu, 30 Mei 2026 | 19:29 WIB

Sumber Teror Api Misterius di Seyegan Mulai Terkuak, Tim UPN Soroti Gas Metana dari Bekas Rawa

Sumber Teror Api Misterius di Seyegan Mulai Terkuak, Tim UPN Soroti Gas Metana dari Bekas Rawa

News | Sabtu, 30 Mei 2026 | 18:45 WIB

Bukan Mistis! Misteri Barang Terbakar Sendiri di Sleman Terungkap, Pakar UGM Bongkar Biang Keroknya

Bukan Mistis! Misteri Barang Terbakar Sendiri di Sleman Terungkap, Pakar UGM Bongkar Biang Keroknya

News | Sabtu, 30 Mei 2026 | 18:19 WIB

Pandji Pragiwaksono Soroti 'Pengakuan Terbuka' Prabowo Soal Keterlibatan Partai dalam Tender Negara

Pandji Pragiwaksono Soroti 'Pengakuan Terbuka' Prabowo Soal Keterlibatan Partai dalam Tender Negara

News | Sabtu, 30 Mei 2026 | 17:53 WIB

Prof Uceng: Negara Bukan Takut Film Pesta Babi, Tapi Takut Narasi Alternatif

Prof Uceng: Negara Bukan Takut Film Pesta Babi, Tapi Takut Narasi Alternatif

News | Sabtu, 30 Mei 2026 | 16:44 WIB

Sebut Film 'Pesta Babi' Aman Secara Hukum, Uceng UGM: Jangan-Jangan Ada Unsur Politik?

Sebut Film 'Pesta Babi' Aman Secara Hukum, Uceng UGM: Jangan-Jangan Ada Unsur Politik?

News | Sabtu, 30 Mei 2026 | 16:35 WIB