Warganet Heboh Serukan Tagar #RezimTutupiCorona, Ada Apa?

Reza Gunadha | Chyntia Sami Bhayangkara
Warganet Heboh Serukan Tagar #RezimTutupiCorona, Ada Apa?
Penampakan plang penunjuk arah ruang isolasi di RSPI Sulianti Saroso, Jakarta Utara. (Suara.com/Arga).

Sekda Kota Depok Hardiono sempat mengaku diminta untuk tidak menyebarluaskan kasus corona di wilayahnya

Suara.com - Jagat media sosial dibuat heboh dengan kemunculan tagar #RezimTutupiCorona. Publik beramai-ramai menuding pemerintah dibawah kepemimpinan Joko Widodo (Jokowi) telah berusaha menutupi kasus virus corona di Indonesia.

Dari penelusuran Suara.com, Rabu (4/3/2020), tagar tersebut masuk ke dalam daftar topik terpanas yang banyak dibicarakan oleh publik. Ada lebih belasan ribu cuitan menggunakan tagar tersebut memenuhi linimasa.

Kemunculan tagar tersebut diduga berawal dari pengakuan Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Depok Hardiono.

Ia mengaku sempat diminta kasus virus corona yang merupakan warga Depok, Jawa Barat sempat tak lebih dulu diumumkan ke publik.

Hardiono mengaku telah mengetahui adanya kasus corona pada Minggu (1/3/2020) malam.

Namun, seorang staf ahli kementerian meminta agar kabar tersebut tak dipublikasikan terlebih dahulu.

Ia diminta untuk merahasiakan kabar tersebut dan menunggu kabar selanjutnya.

Baru keesokan harinya, Senin (2/3/2020), Presiden Jokowi mengumumkannya langsung di hadapan publik. Kabar tersebut langsung membuat warga panik dan khawatir.

Pengakuan dari Hardiono tersebut menimbulkan kecurigaan publik. Banyak pihak yang menuding Jokowi berusaha untuk menutup-nutupi kasus corona di Indonesia.

Heboh tagar #RezimTutupiCorona (Twitter)
Heboh tagar #RezimTutupiCorona (Twitter)

Dunia Bertanya-tanya

Sebelumnya, laporan nol kasus virus corona di Indonesia membuat dunia bertanya-tanya. Pasalnya, Indonesia merupakan negara berpenghuni 267 juta jiwa dengan angka kunjungan wisatawan asal China sebanyak dua juta orang sepanjang tahun.

Profesor epidemiologi asal Universitas Harvard Marc Lipsitch menduga ada lebih banyak kasus infeksi virus corona daripada yang telah dilaporkan. Ia meminta agar negara yang dilalui wisatawan asal China meningkatkan kewaspadaan.

"Setiap negara yang melakukan perjalanan bolak balik China dan belum menemukan kasus harus menjadi perhatian," katanya.

PM Australia Meragukan Kemampuan Pengujian Indonesia

Perdana Menteri Australia Scott Morrison mempertanyakan klaim mengenai virus corona (Covid-19) yang sampai sekarang belum terindentifikasi di Indonesia. Morrison mengisyaratkan keraguan atas klaim tersebut.

Keraguan Morrison disampaikan ketika dirinya menjadi narasumber dalam sebuah wawancara salah satu stasiun radio Australia, 3AW belum lama ini.

Morisson mengatakan, klaim Indonesia soal belum adanya warga yang terinfeksi virus corona merupakan "bentuk dari kemampuan mereka untuk menguji".

"Indonesia adalah negara yang sangat besar dengan banyak pulau dan akan sangat sulit untuk memberikan jaminan absolut tentang angka-angka tersebut," ungkapnya seperti disadur dari MSN.

"Saya tidak bermaksud (bertindak tidak sopan), Indonesia memiliki sistem kesehatan yang berbeda dengan Australia dan kami berdua memiliki kapasitan yang berbeda untuk memberikan jaminan tersebut," lanjutnya.

Catatan Redaksi: Jika Anda merasakan gejala batuk-batuk, demam, dan lainnya serta ingin mengetahui informasi yang benar soal virus corona Covid-19, sila hubungi Hotline Kemenkes 021-5210411 atau kontak ke nomor 081212123119.

Komentar

Suara.Com

Dapatkan informasi terkini dan terbaru yang dikirimkan langsung ke Inbox anda

QUOTES OF THE DAY

INFOGRAFIS