Punya Banyak Potensi, Kenapa Energi Terbarukan di Indonesia Sulit Melesat?

Bimo Aria Fundrika

Senin, 30 Juni 2025 | 11:50 WIB
Punya Banyak Potensi, Kenapa Energi Terbarukan di Indonesia Sulit Melesat?
Dua orang petugas melakukan pemelihataan solar panel yang kerap digunakan untuk Pembangkit Listrik Tenaga Surya atau PLTS atap buatan PT Krakatau Chandra Industri (PT KCE).

Suara.com - Di atas kertas, Indonesia punya semua yang dibutuhkan untuk memimpin transisi energi, potensi tenaga surya lebih dari 200 gigawatt, berbagai dokumen perencanaan yang ambisius, dan komitmen mencapai net zero emission pada 2060.

Namun realitas di lapangan menunjukkan sebaliknya. Realisasi pembangunan pembangkit energi baru dan terbarukan (EBT) justru tertinggal jauh.

Sejumlah pakar menilai, penghambat utamanya bukan pada kekurangan sumber daya atau visi, melainkan pada hal yang lebih mendasar: mekanisme pengadaan yang tak efisien, tidak transparan, dan minim insentif bagi investor.

Rencana Usaha Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL) 2025–2034 memang terlihat progresif. Tapi sejarah versi sebelumnya menunjukkan bahwa antara angka dan realisasi terbentang jurang yang belum tertutup.

Pembangkit listrik Tenaga angin. (Pexels/Kervin Edward Lara)
Pembangkit listrik Tenaga angin. (Pexels/Kervin Edward Lara)

“Tanpa pembenahan serius terhadap mekanisme pengadaan, ambisi transisi energi akan menjadi sekadar lembaran dokumen,” tegas Senior Strategist di Indonesia Center for Environmental Law (ICEL), Grita Anindarini seperti dikutip dari ANTARA. 

Ia menilai, meskipun Peraturan Menteri ESDM No. 5 Tahun 2025 sudah memberikan fleksibilitas skema jual beli listrik antara pengembang dan PLN, itu belum cukup.

“Ekosistem pengadaan harus menjunjung prinsip keterbukaan, keadilan, dan keberlanjutan,” lanjutnya.

Masalah klasik seperti pengadaan lahan juga masih menjadi batu sandungan.

“Pemerintah perlu memberikan jaminan, terutama dalam aspek pengadaan lahan… tanpa mekanisme pembagian risiko yang adil dan jaminan memadai, investasi akan terus menjauh,” tambahnya.

baca juga

Hal serupa disampaikan oleh Dody Setiawan, Analis Senior Iklim dan Energi dari EMBER. Menurutnya, untuk mencapai target tambahan PLTS dan PLTB sebesar 868 MW per tahun, empat kali lipat dari capaian sebelumnya, dibutuhkan bukan hanya target tanggal operasional, tapi peta jalan proyek yang nyata dan terstruktur.

“Mereka memerlukan peta jalan yang realistis, termasuk pipeline proyek dengan jadwal tender dan konstruksi yang jelas,” ujarnya.

Ia menyebut bahwa ketidakpastian birokrasi dan proses yang lamban membuat banyak investor menunda keterlibatan mereka. “Perlu ada debottlenecking proses, supaya tidak hanya investor besar yang mampu bertahan, tapi juga pelaku usaha dalam negeri punya ruang bertumbuh,” katanya.

Persoalan ini juga menjadi fokus kajian akademik. Artikel ilmiah “The country of perpetual potential” karya Alin Halimatussadiah (FEB UI) dan tim peneliti lintas kampus menyebut pengadaan sebagai hambatan utama investasi EBT.

Studi itu menyoroti potensi konflik kepentingan karena PLN berperan ganda sebagai pembeli dan produsen, dan menyarankan perlunya reformasi institusional agar mekanisme pengadaan lebih independen dan terbuka.

Kritik juga datang dari Team Leader Iklim dan Energi Greenpeace Indonesi, Bondan Andriyanu. Ia mencermati bahwa dalam RUPTL terbaru, sebagian besar rencana pembangunan pembangkit EBT justru dijadwalkan setelah 2030.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Jalan Raya Bisa Jadi Sumber Listrik Bersih? Ini Inovasi Terobosan dari China

Jalan Raya Bisa Jadi Sumber Listrik Bersih? Ini Inovasi Terobosan dari China

News | Jum'at, 27 Juni 2025 | 19:07 WIB

Bisakah China Jadi Mitra Strategis Indonesia untuk Transisi Energi dan Aksi Iklim?

Bisakah China Jadi Mitra Strategis Indonesia untuk Transisi Energi dan Aksi Iklim?

News | Selasa, 24 Juni 2025 | 13:28 WIB

Penutupan Selat Hormuz Jadi Alarm, Mengapa Indonesia Perlu Percepat Transisi ke Energi Terbarukan?

Penutupan Selat Hormuz Jadi Alarm, Mengapa Indonesia Perlu Percepat Transisi ke Energi Terbarukan?

News | Selasa, 24 Juni 2025 | 11:23 WIB

Terkini

Contoh Teks Renungan Malam Tirakatan 17 Agustus, Penuh Makna dan Menggugah Hati

Contoh Teks Renungan Malam Tirakatan 17 Agustus, Penuh Makna dan Menggugah Hati

Lifestyle | Jum'at, 14 Agustus 2026 | 11:06 WIB

'Janji Tinggal Janji', Curhat Menteri Prabowo yang Kecapekan Tapi Tak Percaya Bakal Diberi Libur

'Janji Tinggal Janji', Curhat Menteri Prabowo yang Kecapekan Tapi Tak Percaya Bakal Diberi Libur

News | Jum'at, 14 Agustus 2026 | 11:06 WIB

Prabowo Sebut Bos-bos BUMN Banyak Ngarang Soal Laporan Keuangan: Bilang Untung Padahal Rugi

Prabowo Sebut Bos-bos BUMN Banyak Ngarang Soal Laporan Keuangan: Bilang Untung Padahal Rugi

Bisnis | Jum'at, 14 Agustus 2026 | 11:05 WIB

4 Rekomendasi Cushion Anti Aging untuk Wanita Usia 30 dan 40 Tahun

4 Rekomendasi Cushion Anti Aging untuk Wanita Usia 30 dan 40 Tahun

Lifestyle | Jum'at, 14 Agustus 2026 | 11:05 WIB

Body Shaming Pasca Melahirkan yang Menyamar Jadi Nasihat Sehat

Body Shaming Pasca Melahirkan yang Menyamar Jadi Nasihat Sehat

Your Say | Jum'at, 14 Agustus 2026 | 11:05 WIB

Dua Motor Dibakar hingga Naik ke Atap Rumah Warga: Aksi Pria ODGJ di Sukabumi Bikin Geger

Dua Motor Dibakar hingga Naik ke Atap Rumah Warga: Aksi Pria ODGJ di Sukabumi Bikin Geger

Jabar | Jum'at, 14 Agustus 2026 | 11:04 WIB

Kisah Desa Les Buleleng: Merawat Tradisi Nyegara Gunung dan Konservasi Alam Bersama Astra

Kisah Desa Les Buleleng: Merawat Tradisi Nyegara Gunung dan Konservasi Alam Bersama Astra

Your Say | Jum'at, 14 Agustus 2026 | 11:03 WIB

Tiga Pantun Ahmad Muzani di Ujung Sidang Tahunan MPR: Sindir Tukang Hujat, Puji Rakyat

Tiga Pantun Ahmad Muzani di Ujung Sidang Tahunan MPR: Sindir Tukang Hujat, Puji Rakyat

News | Jum'at, 14 Agustus 2026 | 11:03 WIB

35 Ucapan Hari Pramuka 2026, Penuh Semangat dan Cocok Dibagikan ke Media Sosial

35 Ucapan Hari Pramuka 2026, Penuh Semangat dan Cocok Dibagikan ke Media Sosial

Lifestyle | Jum'at, 14 Agustus 2026 | 11:02 WIB

Meski Harga Pupuk Turun, Prabowo Singgung Laba Pupuk Indonesia Naik 252,8%

Meski Harga Pupuk Turun, Prabowo Singgung Laba Pupuk Indonesia Naik 252,8%

Bisnis | Jum'at, 14 Agustus 2026 | 11:02 WIB

×