Film Thriller Jadi Inspirasi NF Lakukan Pembunuhan, Ini Kata Psikolog

Chandra Iswinarno, Yosea Arga Pramudita

Senin, 09 Maret 2020 | 22:35 WIB
Film Thriller Jadi Inspirasi NF Lakukan Pembunuhan, Ini Kata Psikolog
Video viral NF, gadis pembunuh bocah 6 tahun di kawasan Sawah Besar (twitter/@MahesSyailendra)

Suara.com - NF, perempuan 15 tahun yang membunuh anak berusia 6 tahun di kawasan Sawah Besar, Jakarta Pusat diklaim merasa puas atas aksi pembunuhannya. Bahkan, aparat kepolisian menyebut NF sama sekali tidak menyesal telah membunuh korban berinisial APA.

Dalam ungkap kasus pada Sabtu (7/3/2020), NF diklaim terinspirasi dari film thriller. Polisi bahkan menyebut judul film, seperti 'Chucky' -film boneka pembunuh yang populer di tahun 1988- dan 'Slander Man' disebut sebagai inspirasi bagi NF.

Psikolog Anak Anna Surti Ariani berpendapat, seseorang kerap mengonsumsi film atau gim dengan tema kekerasan, maka ada kecenderungan kekerasan yang meningkat. Dalam hal ini, Anna bukan menghakimi jika film semacam itu bisa menjadi trigger bagi seseorang untuk melakukan kekerasan.

"Jadi begini, kalau seseorang terlalu sering menonton film atau main gim yang bertemakan kekerasan ada kecenderungan toleransi dia terhadap kekerasan itu meningkat," kata Anna kepada Suara.com pada Senin (9/3/2020).

Dalam hal ini, orang yang kerap mengonsumsi film dan gim dengan tema itu mungkin melihat kekerasan sebagai hal yang lumrah. Artinya, kemungkinan melakukan tindakam serupa lebih besar.

"Artinya, dia semakin melihat kekerasan biasa saja, bukan sesuatu yang mengerikan. Kalau dia sudah melihat kekerasan sebagai hal yang biasa, maka memang kemungkinannya lebih besar untuk melakukan tindakan kekerasan," jelas Anna.

Namun, kata Anna, jika orang tersebut jarang mengkonsumsi film kekerasan maka risiko melaku kekerasan kecil. Sebab, konsumsi orang terhadap tindak kekerasan sangat kecil.

"Tapi kalau yang tidak sering-sering banget, sebenarnya risikonya tidak sebesar yang sering. Selain itu, kalau dia cuma gara-gara nonton saja, apalagi cuma sekali dua kali, itu tidak jadi penyebab. Karena kesehariannya tidak seperti itu," katanya.

Peran Keluarga

baca juga

Anna mencatat, jika misalnya NF hidup dalam keluarga yang menciptakan kasih sayang, maka film-film semacam itu hanya sebagai hal biasa. Mungkin, NF tidak memunyai niat atau hasrat untuk membunuh orang.

"Contohnya, kalau dia (NF) hidup di keluarga yang penuh kasih sayang terus saling memperhatikan, nonton beginian. Itu cuma jadi semacam bunga kehidupan saja. Pasti tidak ada kepikiran untuk membunuh," ujar Anna.

Jika seandainya, NF tumbuh dalam keluarga yang penuh dengan kekerasan, hal untuk melakukan kekerasan mungkin bisa terjadi. Masalah penolakan dari teman hingga keluarga bisa menjadi penyebab seseorang menemukan citraan dirinya dalam sebuah film.

"Tapi, kalau misal dia dalam keluarga penuh dengan kekerasan, atau dia sering diabaikan dalam keluarganya, atau sama pertemannya juga ada penolakan, kemudian secara budaya kita juga banyak dan sebagainya," ujarnya.

"Nah, yang membuat dia adem dan penuh kasih sayang itu juga sedikit kemungkinan lebih besar tuh untuk melakukan kekerasan."

Sebelumnya, Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Metro Jaya Kombes Yusri Yunus mengatakan, NF memunyai hobi menonton film horor. Salah satu film yang kerap ditonton oleh NF adalah Chucky-- boneka pembunuh yang populer pada tahun 1988.

Selain itu, NF juga kerap menonton film 'Slander Man'. Diketahui, film 'Slander Man' menampilkan karakter fiksi yang digambarkan seperti pria tipis tinggi tanpa wajah, mempunyai tentakel dan mengenakan baju hitam dengan dasi merah. The 'Slender Man' umumnya suka menculik atau melukai orang, terutama anak-anak.

"Tersangka ini sering menonton film horor. Salah satunya Chucky, Slender Man. Film favorit pelaku Slender Man film tentang pembunuhan remaja,” kata Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Metro Jaya Kombes Yusri Yunus di Mapolrestro Jakarta Pusat, Sabtu (7/3/2020).

Catatan:

Pendapat Psikolog Anak Anna Surti Ariani dalam wawancara dengan Suara.com bukan semata-mata untuk menyimpulkan diri NF. Sebab, Anna tidak memeriksa langsung NF secara psikologi.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

NF yang Bunuh dan Simpan Mayat Balita di Lemari, 14 Hari Dites Kejiwaan

NF yang Bunuh dan Simpan Mayat Balita di Lemari, 14 Hari Dites Kejiwaan

News | Senin, 09 Maret 2020 | 20:53 WIB

Ibu NF Sempat Datangkan Dukun Cari Balita yang Ternyata Dibunuh Anaknya

Ibu NF Sempat Datangkan Dukun Cari Balita yang Ternyata Dibunuh Anaknya

News | Senin, 09 Maret 2020 | 20:38 WIB

Minta Direhabilitasi, KPAI Takut NF Mengulangi Perbuatan Jika di Penjara

Minta Direhabilitasi, KPAI Takut NF Mengulangi Perbuatan Jika di Penjara

News | Senin, 09 Maret 2020 | 20:25 WIB

Fakta Mencengangkan Gadis Pembunuh Balita di Sawah Besar

Fakta Mencengangkan Gadis Pembunuh Balita di Sawah Besar

Video | Senin, 09 Maret 2020 | 19:42 WIB

KPAI: Orangtua Harus Mendampingi Anak Pelaku Pembunuhan di Sawah Besar

KPAI: Orangtua Harus Mendampingi Anak Pelaku Pembunuhan di Sawah Besar

Health | Senin, 09 Maret 2020 | 20:00 WIB

Terkini

Sopir Truk di Karangasem Meninggal usai Dibakar Bosnya Gara-gara Setoran

Sopir Truk di Karangasem Meninggal usai Dibakar Bosnya Gara-gara Setoran

Sulsel | Sabtu, 26 September 2026 | 09:29 WIB

3 Pemain Timnas Indonesia Masuk Pantauan John Herdman Usai Bungkam Singapura, Kenapa?

3 Pemain Timnas Indonesia Masuk Pantauan John Herdman Usai Bungkam Singapura, Kenapa?

Bola | Sabtu, 26 September 2026 | 09:10 WIB

Ini 8 Keunggulan Mesin 4N15 dari Mitsubishi Pajero Sport

Ini 8 Keunggulan Mesin 4N15 dari Mitsubishi Pajero Sport

Otomotif | Sabtu, 26 September 2026 | 09:10 WIB

Guruh Soekarnoputra Akan Dikebumikan di Samping Makam Fatmawati

Guruh Soekarnoputra Akan Dikebumikan di Samping Makam Fatmawati

News | Sabtu, 26 September 2026 | 09:06 WIB

Ilusi Mampu Mencicil: Saat Kemudahan Paylater Menguji Kontrol Diri

Ilusi Mampu Mencicil: Saat Kemudahan Paylater Menguji Kontrol Diri

Your Say | Sabtu, 26 September 2026 | 09:00 WIB

Face Oil vs Serum, Apa Bedanya dan Mana yang Lebih Cocok untuk Kulit Kamu?

Face Oil vs Serum, Apa Bedanya dan Mana yang Lebih Cocok untuk Kulit Kamu?

Lifestyle | Sabtu, 26 September 2026 | 08:50 WIB

Akhiri Penantian 28 Tahun: Momen Epic Comeback Timnas Bulu Tangkis Hancurkan China 3-2

Akhiri Penantian 28 Tahun: Momen Epic Comeback Timnas Bulu Tangkis Hancurkan China 3-2

Your Say | Sabtu, 26 September 2026 | 08:50 WIB

Iran Siap Buka Selat Hormuz dalam Seminggu

Iran Siap Buka Selat Hormuz dalam Seminggu

News | Sabtu, 26 September 2026 | 08:43 WIB

Berprestasi, Pegadaian Borong Penghargaan di Ajang The Best Contact Center Indonesia 2026

Berprestasi, Pegadaian Borong Penghargaan di Ajang The Best Contact Center Indonesia 2026

Bisnis | Sabtu, 26 September 2026 | 08:39 WIB

Polemik Pembentukan Korps Kadet untuk Pelajar, Akademisi: Rawan Kepentingan Elektoral

Polemik Pembentukan Korps Kadet untuk Pelajar, Akademisi: Rawan Kepentingan Elektoral

News | Sabtu, 26 September 2026 | 08:38 WIB

×