Program Kemendikbud Libatkan Ormas, Ferdinand: Apa Ini Wahai Nadiem?

Dany Garjito, Farah Nabilla

Rabu, 11 Maret 2020 | 13:31 WIB
Program Kemendikbud Libatkan Ormas, Ferdinand: Apa Ini Wahai Nadiem?
Mendikbud Nadiem Makarim saat acara Lepas Sambut di Kemendikbud, Jakarta, Rabu (23/10). [Suara.com/Arya Manggala]

Suara.com - Politisi Partai Demokrat Ferdinand Hutahaean menilai program Organisasi Penggerak Kemendikbud adalah kebijakan yang salah tempat.

Ferdinand menyatakan pendapatnya melalui Twitter bahwa anggaran Rp 595 miliar untuk program Organisasi Penggerak lebih baik dialokasikan untuk menaikan gaji guru honorer.

"Kebijakan apa ini wahai Nadiem? Bukankah lebih baik uang 595 M itu naikkan honor guru honorer? Anda ini sebetulnya mau apa dengan dunia pendidikan kita? Anda salah tempat!!" tulis Ferdinans.

Tak hanya mengkritisi kebijakan Kemendikbud, Ferdinand juga meyakini bahwa posisi Nadiem Makariem sebagai Menteri Pendidikan berpotensi untuk diganti pada reshufle kabinet selanjutnya.

"Saya yakin anda salah satu yang akan diganti reshufle nanti." pungkasnya.

Ferdinand Hutahaean kritik kebijakan Nadiem Makariem. (Twitter/@FerdinandHaean2)
Ferdinand Hutahaean kritik kebijakan Nadiem Makariem. (Twitter/@FerdinandHaean2)

Program Organisasi Penggerak Kemendikbud

Kemendikbud mencanangkan Program Organisai Penggerak sebagai salah satu strategi memajukan pendidikan Indonesia.

Program ini dilakukan dengan membuka peluang organisasi kemasyarakatan dan relawan pendidikan untuk membantu mewujudkan Sekolah Penggerak.

Plt Direktur Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan Supriano mengatakan pada  Senin (2/3/2020), "Kami mengajak seluruh organisasi kemasyarakatan yang selama ini berkiprah nyata di bidang pendidikan, bergabung mewujudkan Sekolah Penggerak.”

baca juga

Menyadur dari laman gtk.kemendikbud.go.id, organisasi yang terpilih akan menyelenggarakan program rintisan peningkatan kualitas guru dan kepala sekolah selama tahun 2020 hingga 2022. Pendaftaran bagi organisasi kemasyarakatan akan dibuka pada April 2020 mendatang.

Namun, Ferdinand menilai program yang diluncurkan pada Selasa (10/3/2020) ini adalah hal yang sia-sia.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Tifatul Ajak Boikot Produk India, Ferdinand: Masa Level Mainnya Begini?

Tifatul Ajak Boikot Produk India, Ferdinand: Masa Level Mainnya Begini?

News | Rabu, 11 Maret 2020 | 11:07 WIB

Formula E Resmi Ditunda, Ferdinand PD ke Anies: Bijaksana Meski Terpaksa

Formula E Resmi Ditunda, Ferdinand PD ke Anies: Bijaksana Meski Terpaksa

News | Rabu, 11 Maret 2020 | 10:50 WIB

Tangkal Corona, Nadiem Makarim Minta Sekolah Tak Hukum Siswa yang Absen

Tangkal Corona, Nadiem Makarim Minta Sekolah Tak Hukum Siswa yang Absen

News | Selasa, 10 Maret 2020 | 12:46 WIB

Italia Karantina 16 Juta Orang, Ferdinand: Indonesia Malah Ngotot Formula E

Italia Karantina 16 Juta Orang, Ferdinand: Indonesia Malah Ngotot Formula E

News | Senin, 09 Maret 2020 | 10:26 WIB

Bicara Bullying, Nadiem Beberkan 3 Dosa dalam Unit Pendidikan di Indonesia

Bicara Bullying, Nadiem Beberkan 3 Dosa dalam Unit Pendidikan di Indonesia

News | Minggu, 08 Maret 2020 | 14:04 WIB

Terkini

Buku untuk Belajar Kok Masih Kena Pajak? Ini yang Perlu Dikritik

Buku untuk Belajar Kok Masih Kena Pajak? Ini yang Perlu Dikritik

Your Say | Senin, 02 November 2026 | 11:50 WIB

Banjir Lahar Hujan Semeru Over Skala Terjang Lumajang, Satu Dusun Terisolir Total

Banjir Lahar Hujan Semeru Over Skala Terjang Lumajang, Satu Dusun Terisolir Total

Jatim | Senin, 02 November 2026 | 11:47 WIB

Mengenal Sonor: Tradisi Mengelola Api di Sumatera Selatan di Tengah Ancaman Kebakaran Gambut

Mengenal Sonor: Tradisi Mengelola Api di Sumatera Selatan di Tengah Ancaman Kebakaran Gambut

News | Senin, 02 November 2026 | 11:39 WIB

Tiga Wilayah Bali Diterjang Longsor, Dua Orang Diduga Masih Tertimbun

Tiga Wilayah Bali Diterjang Longsor, Dua Orang Diduga Masih Tertimbun

Bali | Senin, 02 November 2026 | 11:39 WIB

Konser 20 Tahun for Revenge Jadi Momen Perpisahan, Chimot Resmi Undur Diri

Konser 20 Tahun for Revenge Jadi Momen Perpisahan, Chimot Resmi Undur Diri

Your Say | Senin, 02 November 2026 | 11:38 WIB

BPS Ungkap Inflasi Tahunan Oktober 2026 Capai 3,23%, Dipicu Harga Pangan hingga Transportasi

BPS Ungkap Inflasi Tahunan Oktober 2026 Capai 3,23%, Dipicu Harga Pangan hingga Transportasi

Bisnis | Senin, 02 November 2026 | 11:38 WIB

Pulihkan Ekosistem Pascakarhutla, UGM Dorong Restorasi Berbasis Sains

Pulihkan Ekosistem Pascakarhutla, UGM Dorong Restorasi Berbasis Sains

News | Senin, 02 November 2026 | 11:32 WIB

ANTM Akui Akan Ambil Alih Tambang Emas di Nabire Papua

ANTM Akui Akan Ambil Alih Tambang Emas di Nabire Papua

Bisnis | Senin, 02 November 2026 | 11:30 WIB

Sidang Kasus Pemerasan dan TPPU, Pengusaha Tan Kian hingga Ferry Boboho Bersaksi Lawan Eks Jampidsus

Sidang Kasus Pemerasan dan TPPU, Pengusaha Tan Kian hingga Ferry Boboho Bersaksi Lawan Eks Jampidsus

News | Senin, 02 November 2026 | 11:30 WIB

Ulasan Film Mawang: Jangan Sebut Namanya, Petaka Pelanggaran Pantangan Adat

Ulasan Film Mawang: Jangan Sebut Namanya, Petaka Pelanggaran Pantangan Adat

Your Say | Senin, 02 November 2026 | 11:30 WIB

×