Array

Tempat Terpencil di Dunia Ini Satu-satunya yang Bebas dari Virus Corona

Kamis, 19 Maret 2020 | 19:07 WIB
Tempat Terpencil di Dunia Ini Satu-satunya yang Bebas dari Virus Corona
Ilustrasi kawasan Antartika. (shutterstock)

Suara.com - Tempat terpencil di dunia yang terletak di benua Antartika ini dinyatakan terbebas dari virus corona Covid-19.

Setidaknya, hal itu diklaim oleh dokter Jeff Ayton, kepala medis yang bertugas di sana.

Tempat tersebut adalah Mawson, Davis, dan Casey, pusat penelitian milik Australia yang berada di benua Antartika.

Mengutip laporan dari The Sydney Morning Herald, di wilayah tersebut sama sekali tak ditemukan kasus virus corona.

Sebabnya, pihak pusat penelitian memang telah membatasi kunjungan selama beberapa bulan terakhir.

Selama sembilan bulan ke depan juga akan diberlakukan sistem lockdown guna mencegah masuknya virus corona ke daerah tersebut.

Menurut pengakuan dr Ayton, orang-orang yang terlibat penelitian di tiga wilayah tersebut cukup beruntung karena telah mengambil tindakan isolasi sejak dini.

"Untungnya kami bertindak lebih awal dan kami telah bersiap-siap dengan cara mengendalikan akses ke stasiun Antartika dan menyadari bahwa kami telah sepenuhnya terisolasi, berada dalam lingkungan yang ekstrem, dan juga kemampuan yang sangat terbatas bahkan untuk merespon kasus COVID-19," ujarnya.

Tercatat, kunjungan terakhir ke Davis adalah pada bulan Februari dengan 24 orang. Sementara, kunjungan terakhir ke Mawson terjadi pada akhir bulan Februari dengan 19 orang.

Baca Juga: MUI Bekasi: Pasien Positif Virus Corona Haram Salat Jumat di Masjid

Berdasarkan pengakuan dr Ayton, mereka mulai mengambil tindakan antisipasi soal kasus virus corona ini sejak bulan Januari dengan cara membatalkan seluruh rencana perjalanan yang tidak begitu penting, menghitung resiko penularan yang bisa terjadi pada staf peneliti, dan meningkatkan pasokan obat-obatan.

Ia mengambil langkah preventif yang ama serius karena menyadari jika satu orang anggota saja terkena virus maka yang terjadi selanjutnya adalah krisis.

"Siapa yang akan merawat mereka, Anda tidak dapat mengisolir diri di sini karena semua tinggal dalam satu gedung dan berbagi fasilitas juga makanan yang sama," ujar Dr. Ayton.

Namun, meski demikian, wilayah terpencil di dunia ini juga dilengkapi dengan pengobatan jarak jauh selama 24 jam setiap harinya.

Para dokter di tempat tersebut juga telah terlatih menghadapi penyakit. Salah satu contohnya adalah operasi usus buntu yang pernah dilakukan di sana lewat dukungan jarak jauh. 

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Cek Chemistry, Kalian Tipe Pasangan Apa dan Cocoknya Kencan di Mana Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Jodoh Motor, Kuda Besi Mana yang Paling Pas Buat Gaya Hidup Lo?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Jika Kamu adalah Mobil, Kepribadianmu seperti Merek Apa?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Love Language Apa yang Paling Menggambarkan Dirimu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Tahu Kalian Tentang Game of Thrones? Ada Karakter Kejutan dari Prekuelnya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kalau Masalah Hidupmu Diangkat Jadi Film Indonesia, Judul Apa Paling Cocok?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Satu Frekuensi Selera Musikmu dengan Pasangan?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA Kelas 12 SMA Soal Matematika dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Inggris Kelas 9 SMP dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Beneran Orang Solo Apa Bukan?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pemula atau Suhu, Seberapa Tahu Kamu soal Skincare?
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI