Minta Opsi Lockdown Cegah Corona, Politikus PKS: Rapid Test Tak Efektif

Dwi Bowo Raharjo, Novian Ardiansyah

Rabu, 25 Maret 2020 | 11:17 WIB
Minta Opsi Lockdown Cegah Corona, Politikus PKS: Rapid Test Tak Efektif
Ketua DPP Partai Keadilan Sejahtera, Mardani Ali Sera. (Suara.com/Tyo)

Suara.com - Anggota Komisi II DPR Fraksi PKS, Mardani Ali Sera, meminta pemerintah mengambil langlah tegas dalam upaya pencegahan penyebaran virus corona Covid-19. Ia meminta pemerintah mempertimbangkan opsi lockdown.

Menurut Mardani, opsi lockdown dinilai efektif ketimbang melakukan rapid test secara massal. Mengingat perkembangan pasien positif Covid-19 yang terus meningkat jumlahnya.

"Saya mendesak Pemerintah menggunakan opsi Lockdown untuk mencegah korban yang semakin banyak. Rapid test tidak efektif melihat statistik yang berkembang saat ini, “ kata Mardani melalui keterangan tertulis, Rabu (25/3/2020).

Selain itu Mardani juga menilai imbauan pemerintah untuk melakukan physical distancing belum dipatuhi oleh masyarakat secara disiplin.

“Pemerintah seharusnya lihat ke lapangan langsung, kesadaran physical distancing yang diimbau kurang direspon oleh masyarakat dan masih banyak yang menyepelekan virus Covid-19,” ujar Mardani.

Imbayan pemerintah yang masih belum dipatuhi secara maksimal dan merata, yakni berkenaan dengan bekerja dari rumah atay work from home (WFH). Mardani berujar ketidakpatuhan itu akibat dari tidak adanya ketegasan dari pemerintah dalam mengambil kebijakan strategis semisal lockdown.

“Kebijakan yang tanggung-tanggung dampaknya seperti sekarang. Pengusaha dan masyarakat juga harus ditegaskan untuk #WFH #StayAtHome," kata Mardani.

Mardani kemudian meminta pemeritnag mempersiapkan upaya penanganan Covid-19 yang lebih tegas lagi, seiring dengan semakin dekatnya bulan Ramadan tahun ini. Ia mengharapkan agar Indonesia dapat belajar dari negara-negara lainnya yang sudah lebib dulu menerapkan lockdown.

"Memang kebijakan ini pasti tidak populer, tapi tidak ada pilihan lain untuk kondisi pandemik Global ini. Pak Presiden Yth. Kita perlu belajar dari negara-negara di Eropa, selain kita punya kekhasan negara kepulauan, jumlah penduduk kita juga terbesar ke-4 di dunia. Kita terus berkejaran dengan waktu. Semoga Indonesia bisa pulih dan bangkit dari wabah ini," tuturnya.

baca juga

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Wisma Atlet Rawat 144 Pasien: 9 Positif Corona, 41 ODP, 94 PDP

Wisma Atlet Rawat 144 Pasien: 9 Positif Corona, 41 ODP, 94 PDP

News | Rabu, 25 Maret 2020 | 11:14 WIB

Marissa Nasution Panik Anaknya Alami Gejala Covid-19

Marissa Nasution Panik Anaknya Alami Gejala Covid-19

Entertainment | Rabu, 25 Maret 2020 | 11:13 WIB

Ada Kardus APD 'Made In Indonesia' Dikirim dari China, Ini Tanggapan YLKI

Ada Kardus APD 'Made In Indonesia' Dikirim dari China, Ini Tanggapan YLKI

News | Rabu, 25 Maret 2020 | 11:06 WIB

Kondisi Menhub Sudah Membaik, Alat Bantu Pernapasan Sudah Dilepas

Kondisi Menhub Sudah Membaik, Alat Bantu Pernapasan Sudah Dilepas

News | Rabu, 25 Maret 2020 | 11:04 WIB

Terkini

Sinopsis '4 Out: Mo Ichido, Play Ball', Film Jepang Dibintangi Aiba Masaki

Sinopsis '4 Out: Mo Ichido, Play Ball', Film Jepang Dibintangi Aiba Masaki

Your Say | Kamis, 29 Oktober 2026 | 17:50 WIB

Modus Penyelewengan Beras SPHP: Dibeli Murah, Dikemas Ulang, Dijual Lebih Mahal

Modus Penyelewengan Beras SPHP: Dibeli Murah, Dikemas Ulang, Dijual Lebih Mahal

Bisnis | Kamis, 29 Oktober 2026 | 17:48 WIB

JKT48 hingga Inul Daratista Siap Guncang Grand Final AXIS Nation Cup 2026

JKT48 hingga Inul Daratista Siap Guncang Grand Final AXIS Nation Cup 2026

Entertainment | Kamis, 29 Oktober 2026 | 17:48 WIB

Bos BI Akui Rupiah Dalam Tekanan Usai Hashim Wanti-wanti Bisa Tembus Rp21.000

Bos BI Akui Rupiah Dalam Tekanan Usai Hashim Wanti-wanti Bisa Tembus Rp21.000

Bisnis | Kamis, 29 Oktober 2026 | 17:46 WIB

TNI Ikut Amankan Demo 28 Oktober, Komisi I DPR Sebut Lumrah

TNI Ikut Amankan Demo 28 Oktober, Komisi I DPR Sebut Lumrah

News | Kamis, 29 Oktober 2026 | 17:46 WIB

JRKN Soroti Rangkap Jabatan Kapolri Suyudi: Tabrak UU Narkotika dan Langkahi Akal Sehat

JRKN Soroti Rangkap Jabatan Kapolri Suyudi: Tabrak UU Narkotika dan Langkahi Akal Sehat

News | Kamis, 29 Oktober 2026 | 17:45 WIB

Sinopsis Allen, Film Fiksi Ilmiah tentang Persahabatan Manusia dan Alien

Sinopsis Allen, Film Fiksi Ilmiah tentang Persahabatan Manusia dan Alien

Your Say | Kamis, 29 Oktober 2026 | 17:45 WIB

Parah Jadi Para, Gaji Jadi Gajih: Ketika Satu Huruf Mengubah Makna Bahasa

Parah Jadi Para, Gaji Jadi Gajih: Ketika Satu Huruf Mengubah Makna Bahasa

Your Say | Kamis, 29 Oktober 2026 | 17:45 WIB

5 Serum untuk Kencangkan Kulit Wajah dan Pudarkan Flek Hitam Wanita Usia 50 Tahun ke Atas

5 Serum untuk Kencangkan Kulit Wajah dan Pudarkan Flek Hitam Wanita Usia 50 Tahun ke Atas

Lifestyle | Kamis, 29 Oktober 2026 | 17:43 WIB

Jumlah Korban Tewas Kecelakaan Kereta Cepat di Spanyol Bertambah, 64 Orang Hilang

Jumlah Korban Tewas Kecelakaan Kereta Cepat di Spanyol Bertambah, 64 Orang Hilang

News | Kamis, 29 Oktober 2026 | 17:40 WIB

×