alexametrics
Cek Fakta

Cek Fakta adalah bagian dari produk jurnalistik yang dikerjakan khusus oleh tim redaksi Suara.com dengan metode tersendiri. Selangkapnya di sini

CEK FAKTA: Benarkah Ibunda Presiden Jokowi Meninggal karena Virus Corona?

Reza Gunadha | Ruhaeni Intan
CEK FAKTA: Benarkah Ibunda Presiden Jokowi Meninggal karena Virus Corona?
Ibunda Jokowi, Sujiatmi Notomiharjo. (Suara.com/Bagus Santosa)

Beredar kabar bahwa kematian Ibunda Jokowi disebabkan virus corona.

Suara.com - Usai kabar mengenai wafatnya Ibunda Presiden Joko Widodo ramai diberitakan pada Rabu (25/3/2020), terdapat rumor yang menyebut Siudjiatmi Notomiharjo meninggal karena virus corona Covid-19.

Informasi itu disampaikan oleh pengguna Twitter bernama @Datuakpanduko2 saat mengomentari berita Gelora.co yang berjudul "Semua Menteri Tak Boleh Ke Solo Melayat Ibunda Jokowi Meninggal".

Hoaks kematian Ibunda Jokowi karena corona (Instagram).
Hoaks kematian Ibunda Jokowi karena corona (Instagram).

"Karna mati kena corona," tulisnya.

Namun, apakah komentar tersebut dapat dipertanggungjawabkan?

Baca Juga: Selain Grand Cempaka, Anies Tambah 3 Hotel untuk Tidur Tenaga Medis

PENJELASAN

Berdasarkan penelusuran Turnbackhoax.id -- jaringan Suara.com pada Kamis (26/3/2020), dapat dipastikan bahwa komentar tersebut berisi informasi yang tidak benar atau hoaks.

Pasalnya, almarhumah Sudjiatmi Notomihardjo meninggal dunia karena penyakit kanker yang ia derita selama bertahun-tahun.

Presiden Jokowi juga telah memberikan keterangan perihal penyebab kematian Ibunda saat mengadakan konferensi pers pada Rabu malam (25/3/2020).

"Tadi sore pada pukul 16.45 WIB berpulang kehadirat Allah SWT Ibunda kami, bu Sudjiatmi Notomihardjo, yang kita tahu bahwa ibu sudah empat tahun menderita sakit, yaitu kanker," kata Jokowi.

Baca Juga: Pengawal Pribadi Beberkan Prinsip Berbagi Ala Prabowo Subianto

Selain itu, pada artikel Gelora.co yang dikomentari oleh @Datuakpanduko2 juga tak disebutkan sama sekali perihal penyebab kematian Ibunda Jokowi yang disebabkan karena corona.

Catatan Redaksi:
Artikel ini merupakan bagian dari konten Cek Fakta Suara.com. Dibuat seakurat mungkin dengan sumber sejelas mungkin, namun tidak mesti menjadi rujukan kebenaran yang sesungguhnya (karena masih ada potensi salah informasi). Lebih lengkap mengenai konten Cek Fakta bisa dibaca di laman ini. Pembaca (publik) juga dipersilakan memberi komentar/kritik, baik melalui kolom komentar di setiap konten terkait, mengontak Redaksi Suara.com, atau menyampaikan isu/klaim yang butuh diverifikasi atau diperiksa faktanya melalui email cekfakta@suara.com.

Komentar