Peneliti Ungkap 3 Skenario Pengendalian Covid-19, Apa Saja?

Reza Gunadha, Husna Rahmayunita

Selasa, 31 Maret 2020 | 10:04 WIB
Peneliti Ungkap 3 Skenario Pengendalian Covid-19, Apa Saja?
Italia melaporkan hampir 800 kematian akibat virus corona pada hari Sabtu (21/03) dan 651 pada Minggu (22/03), yang membuat jumlah korban selama sebulan terakhir mencapai 5.476. Ini adalah kematian yang tertinggi di dunia. [Paolo Miranda/BBC]

Suara.com - Kasus positif virus corona atau covid-19 di Indonesia terus meningkat hari demi hari. Tercatat, hingga Senin (30/3/2020), terdapat 1.414 kasus dengan korban meninggal sebanyka 122 orang.

Menanggapi kondisi sedimikian rupa, Koordinator Tim Respons Covid-19 Universitas Gajah Mada (UGM), Riris Andono Ahmad membagikan skenario pengendalian Covid-19.

Skenario tersebut dibeberkan setelah Tim Satgas Covid-19 UGM mengembangkan model prediksi menggunakan pendekatan Agent Based Modelling (ABM) yang dinamakan DIY Covid-19. Mereka menstimulasikan dampak mobilitas penduduk dan intervensi social distancing terhadap penularan Covid-19.

Selengkapnya, berikut 3 skenario tersebut.

1. Penerapan Social Distancing

Andono menyampaikan, langkah pertama yang bisa ditempuh pemerintah untuk menekan penyebaran Covid-19 yakni dengan pemberlakukan sosial distancing, terutama kawasan zona merah.

"Wilayah yang belum masuk kategori zona merah perlu menerapkan moderate sosial distancing minimal selama empat minggu lalu diveluasi," ungkap Andono dalam keterangan tertulis yang diterima Suara.com.

Moderate social distancing sendiri adalah upaya untuk menutup sejumlah fasilitas seperti kantor swasta, sekolah, tempat ibadah dan tempat wisata.

Sementara untuk kawasan zona merah perlu menerapkan karantina wilayah minimal selama tiga minggu. Diikuti dengan penutupan akses keluar masuk wilayah hingga setelah Hari Raya Idul Fitri.

baca juga

"Bagi wilayah yang masuk kategori zona merah tetapi melawati puncak outbreak dapat menutup lalu lintas keluar masuk kecuali untuk transportasi logistik," tambahnya.

2. Peningkatan Skrining dan Diagnonis

Strategi kedua yang direkomendasikan Andoni untuk memutus mata rantai penyebaran Covid-19 yakni dengan meningkatkan skrining dan diagnosis kasus.

Sebab menurutnya, kekinian proses tersebut masih tersedia dalam kapasitas kecil sehingg belum maksimal memerangi Covid-19

"Perlu meningkatkan kapasitas skrining dan diagnosis minimal 10 kali lebih besar dari yang tersedia saat ini," ujar Andono.

3. Peningkatan Fasilitas Kesehatan

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Positif Covid-19, Dosen Unimas Asal Indonesia Meninggal Dunia di Malaysia

Positif Covid-19, Dosen Unimas Asal Indonesia Meninggal Dunia di Malaysia

News | Selasa, 31 Maret 2020 | 09:21 WIB

Hasil Swab Belum Keluar, Seorang PDP Covid-19 di Gowa Meninggal Dunia

Hasil Swab Belum Keluar, Seorang PDP Covid-19 di Gowa Meninggal Dunia

News | Selasa, 31 Maret 2020 | 09:11 WIB

Beda Data Korban Corona Meninggal, Warganet: Siapa yang Tidak Transparan?

Beda Data Korban Corona Meninggal, Warganet: Siapa yang Tidak Transparan?

News | Selasa, 31 Maret 2020 | 09:10 WIB

Pangeran Charles Sembuh dari Covid-19 di Usia 71 Tahun, Ini Kata Dokter

Pangeran Charles Sembuh dari Covid-19 di Usia 71 Tahun, Ini Kata Dokter

Health | Selasa, 31 Maret 2020 | 09:05 WIB

Terkini

GMNI Desak Pemerintah Hentikan Total Program Kopdes Merah Putih: Jangan Boroskan APBN

GMNI Desak Pemerintah Hentikan Total Program Kopdes Merah Putih: Jangan Boroskan APBN

News | Sabtu, 27 Juni 2026 | 17:45 WIB

Kemenhan Akui 32 Peserta Hamil Sempat Ikut Latsarmil SPPI, Akhirnya Dipulangkan

Kemenhan Akui 32 Peserta Hamil Sempat Ikut Latsarmil SPPI, Akhirnya Dipulangkan

News | Sabtu, 27 Juni 2026 | 17:40 WIB

Gempa Pacitan Terasa hingga Yogyakarta, KAI Sempat Hentikan Perjalanan Kereta

Gempa Pacitan Terasa hingga Yogyakarta, KAI Sempat Hentikan Perjalanan Kereta

News | Sabtu, 27 Juni 2026 | 17:32 WIB

Jangan Lewatkan Keseruan Belanja di Alfamidi Akhir Pekan Ini: Bonus Spesial Sudah Menanti

Jangan Lewatkan Keseruan Belanja di Alfamidi Akhir Pekan Ini: Bonus Spesial Sudah Menanti

News | Sabtu, 27 Juni 2026 | 17:28 WIB

5 Peserta SPPI Tewas, TB Hasanuddin Desak Latihan Militer Calon Manajer Koperasi Dihentikan

5 Peserta SPPI Tewas, TB Hasanuddin Desak Latihan Militer Calon Manajer Koperasi Dihentikan

News | Sabtu, 27 Juni 2026 | 16:42 WIB

Warga Keluhkan Dentuman Kembang Api di Prambanan, Kades Sebut Acara Pre-Wedding Sespri Prabowo

Warga Keluhkan Dentuman Kembang Api di Prambanan, Kades Sebut Acara Pre-Wedding Sespri Prabowo

News | Sabtu, 27 Juni 2026 | 16:32 WIB

5 Peserta SPPI Tewas, Kemhan Evaluasi Total Program Latsarmil

5 Peserta SPPI Tewas, Kemhan Evaluasi Total Program Latsarmil

News | Sabtu, 27 Juni 2026 | 16:25 WIB

Bukan Untuk Cetak Tentara, Kemhan Ungkap Misi Utama Latsarmil Calon Manajer Kopdes

Bukan Untuk Cetak Tentara, Kemhan Ungkap Misi Utama Latsarmil Calon Manajer Kopdes

News | Sabtu, 27 Juni 2026 | 15:40 WIB

Dinilai Punya Kepribadian Baik, Uya Kuya Bakal Pimpin PAN Jakarta

Dinilai Punya Kepribadian Baik, Uya Kuya Bakal Pimpin PAN Jakarta

News | Sabtu, 27 Juni 2026 | 15:00 WIB

Jawab Prabowo Soal Tidak Bisa Bikin Mobil Sendiri, UGM: Kuncinya di Keberpihakan Pemerintah

Jawab Prabowo Soal Tidak Bisa Bikin Mobil Sendiri, UGM: Kuncinya di Keberpihakan Pemerintah

News | Sabtu, 27 Juni 2026 | 14:28 WIB

×