Muncul di Belanda, LIPI Tak Menampik Corona Bisa Menyebar dari Tinja Warga

Agung Sandy Lesmana, Ria Rizki Nirmala Sari

Rabu, 01 April 2020 | 15:16 WIB
Muncul di Belanda, LIPI Tak Menampik Corona Bisa Menyebar dari Tinja Warga
Ilustrasi limbah rumah tangga. [suara.com/Ummi Hadyah Saleh]

Suara.com - Para peneliti di Belanda menemukan virus corona di sistem pembuangan limbah. Di Indonesia sendiri belum ada penelitian serupa dan masyarakat pun tidak perlu khawatir dengan hasil penelitian itu.

Peneliti Mikrobiologi dari Pusat Penelitian Biologi Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), Sugiyono Saputra menuturkan bahwa ditemukannya virus Corona dalam sistem pembuangan limbah yang bersumber dari feses. Akan tetapi temuan itu baru ditemukan di penelitian di luar negeri.

"Kalau di Indonesia sih belum ada sih studinya, kami juga belum ke arah sana," kata Sugiyono saat dihubungi Suara.com, Rabu (1/4/2020).

Meski demikian, ia tidak menampik adanya Sars-Cov-2 yang ditemukan bersumber dari feses seperti yang terjadi di China.

Lebih lanjut, dia mengatakan, pembuangan air limbah yang juga menjadi tempat pembuangan feses itu menjadi tempat berkumpulnya kuman-kuman yang bahkan lebih berbahaya dari Sars-Cov-2.

Namun, ia meminta masyarakat untuk tidak begitu khawatir dengan temuan tersebut.

"Makanya sebetulnya yang enggak perlu dikhawatirkan khusus untuk Covid-19 yang namanya limbah dari kotoran manusia itu berbahaya semua sih," ujarnya.

Lagipula, kata Sugiyono meski masyarakat harus mengonsumsi air yang bersumber dari mata air, sungai, danau ataupun gunung, tidak usah khawatir karena sudah melalui proses penyaringan dengan baik.

"Kemungkinan kita juga kan dapet sumber air minum terutama kalau dari PDAM kan mereka sudah melewati treatment sehingga ketika air sampai ke kita itu sudah dalam keadaan yang layak dipakai," kata dia.

baca juga

Untuk diketahui, para peneliti di Belanda berhasil menemukan virus corona di sistem pembuangan limbah sebuah kota sebelum pemerintah kota tersebut melaporkan adanya warga yang menderita Covid-19, demikian dilaporkan Bloomberg, Selasa(31/3/2020).

Temuan ini, jelas para peneliti, bisa membantu pengembangan sistem deteksi dan peringatan dini untuk mewaspadai wabah seperti Covid-19 di masa depan.

Virus Sars-Cov-2 yang menyebabkan Covid-19 biasa ditemukan di feses orang yang terinfeksi. Meski sistem pembuangan di perkotaan kecil kemungkinannya menjadi tempat penularan Covid-19, tetapi dengan semakin banyaknya orang yang terinfeksi virus tersebut maka sistem pembuangan bisa menjadi tempat yang tepat untuk mendeteksinya sejak dini.

Gertjan Medema, peneliti dari Institut Riset Air KWR di Nieuwegein, pada Senin (30/3/2020) mengatakan mereka berhasil menemukan materi genetik virus corona di pusat pengelolaan limbah rumah tangga Amersfoort pada 5 Maret 2020, sebelum kasus Covid-19 ditemukan di kota yang berjarak 50 km dari Amsterdam itu.

Belanda sendiri mengumumkan kasus Covid-19 pertama pada 27 Februari dan menemukan sejumlah petugas medis jatuh sakit di kawasan bagian selatan negeri itu karena tertular virus corona beberapa hari kemudian yang mengindikasikan bahwa virus tersebut sudah menyebar.

Medema mengatakan bahwa deteksi virus corona di sistem pembuangan limbah bisa melengkapi "pemantauan klinis yang kini sedang berlangsung, tetapi hanya terbatas pada pasien Covid-19 yang menunjukkan gejala-gejala parah."

Ia mengklaim bahwa penelitian mereka adalah pertama yang berhasil menemukan Sars-Cov-2 di sistem pembuangan limbah rumah tangga.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Putus Penyebaran Corona, Sebanyak 89 Santri yang Masuk Bantul Discreening

Putus Penyebaran Corona, Sebanyak 89 Santri yang Masuk Bantul Discreening

Jogja | Rabu, 01 April 2020 | 15:08 WIB

Rutin Dijemur, Menteri Yasonna: Belum Ada Warga Lapas Tertular Corona

Rutin Dijemur, Menteri Yasonna: Belum Ada Warga Lapas Tertular Corona

News | Rabu, 01 April 2020 | 15:03 WIB

Pegawai BNN Tularkan Virus Corona ke Perawat Perempuan di Medan

Pegawai BNN Tularkan Virus Corona ke Perawat Perempuan di Medan

News | Rabu, 01 April 2020 | 14:58 WIB

Daftar 6 Mal di Depok yang Tutup 2 Pekan karena Virus Corona

Daftar 6 Mal di Depok yang Tutup 2 Pekan karena Virus Corona

Jabar | Rabu, 01 April 2020 | 14:36 WIB

Kencangkan Ikat Pinggang di Tengah Pandemi Corona, Norwich Rumahkan Staf

Kencangkan Ikat Pinggang di Tengah Pandemi Corona, Norwich Rumahkan Staf

Bola | Rabu, 01 April 2020 | 14:31 WIB

Dishub DKI Kecewa ke Luhut: Pahami, Jakarta Episentrum Virus Corona

Dishub DKI Kecewa ke Luhut: Pahami, Jakarta Episentrum Virus Corona

News | Rabu, 01 April 2020 | 14:29 WIB

Selain Bebaskan Napi, Yasonna Diminta Tutup Penjara Agar Bersih dari Corona

Selain Bebaskan Napi, Yasonna Diminta Tutup Penjara Agar Bersih dari Corona

News | Rabu, 01 April 2020 | 14:27 WIB

30 Ribu Napi Bebas Penjara karena Corona, Banyak dari Sumatara Utara

30 Ribu Napi Bebas Penjara karena Corona, Banyak dari Sumatara Utara

News | Rabu, 01 April 2020 | 14:22 WIB

Positif Corona, Satu Staf Kedubes AS di Jakarta Meninggal Dunia

Positif Corona, Satu Staf Kedubes AS di Jakarta Meninggal Dunia

News | Rabu, 01 April 2020 | 14:16 WIB

15 Jasad per Hari, Curhat Penggali Kubur Corona Kewalahan hingga Ketakutan

15 Jasad per Hari, Curhat Penggali Kubur Corona Kewalahan hingga Ketakutan

News | Rabu, 01 April 2020 | 13:05 WIB

Terkini

Satu Tahun Sekolah Rakyat Berjalan, Pemerintah Terus Berupaya Benahi Layanan Siswa

Satu Tahun Sekolah Rakyat Berjalan, Pemerintah Terus Berupaya Benahi Layanan Siswa

News | Selasa, 27 Oktober 2026 | 22:32 WIB

Fashion Meets Music, A|X Armani Exchange Hadirkan Club Partnership Pertama di Jakarta

Fashion Meets Music, A|X Armani Exchange Hadirkan Club Partnership Pertama di Jakarta

Lifestyle | Selasa, 27 Oktober 2026 | 22:26 WIB

Peringatan Keras Bahlil untuk Singapura: Jangan Ajari Indonesia soal Komitmen Kontrak!

Peringatan Keras Bahlil untuk Singapura: Jangan Ajari Indonesia soal Komitmen Kontrak!

Video | Selasa, 27 Oktober 2026 | 22:15 WIB

Bakal Atur Ruang Digital hingga Jerat Korporasi, Yusril Targetkan RUU HAM Masuk DPR Akhir 2026

Bakal Atur Ruang Digital hingga Jerat Korporasi, Yusril Targetkan RUU HAM Masuk DPR Akhir 2026

News | Selasa, 27 Oktober 2026 | 22:10 WIB

Bahas Obligasi Rp5,6 Triliun dengan Menkeu, Pramono: Jakarta Ikuti Keputusan Pusat

Bahas Obligasi Rp5,6 Triliun dengan Menkeu, Pramono: Jakarta Ikuti Keputusan Pusat

News | Selasa, 27 Oktober 2026 | 22:09 WIB

51.200 Liter Minyak Disita di Muratara, Bareskrim Ungkap Dugaan Pasokan Solar Ilegal ke Kontraktor

51.200 Liter Minyak Disita di Muratara, Bareskrim Ungkap Dugaan Pasokan Solar Ilegal ke Kontraktor

Sumsel | Selasa, 27 Oktober 2026 | 22:04 WIB

Pramono Tegaskan Ancol dan Ragunan Tak Bisa Gratis untuk Semua: Biaya Perawatan Besar!

Pramono Tegaskan Ancol dan Ragunan Tak Bisa Gratis untuk Semua: Biaya Perawatan Besar!

News | Selasa, 27 Oktober 2026 | 22:03 WIB

Pramono Minta Demo BEM UI di Bundaran HI Tak Anarkis: Happy-Happy Saja

Pramono Minta Demo BEM UI di Bundaran HI Tak Anarkis: Happy-Happy Saja

News | Selasa, 27 Oktober 2026 | 21:57 WIB

Konsumsi Gas Alam Diprediksi Meroket 30 Persen, Apa Dampaknya?

Konsumsi Gas Alam Diprediksi Meroket 30 Persen, Apa Dampaknya?

Bisnis | Selasa, 27 Oktober 2026 | 21:53 WIB

Kebakaran Landa Permukiman Padat di Menteng Jakpus, 16 Mobil Damkar Dikerahkan

Kebakaran Landa Permukiman Padat di Menteng Jakpus, 16 Mobil Damkar Dikerahkan

News | Selasa, 27 Oktober 2026 | 21:51 WIB

×