Gegara Corona, Shenzhen China Larang Makan Daging Kucing dan Anjing

Bangun Santoso

Jum'at, 03 April 2020 | 13:37 WIB
Gegara Corona, Shenzhen China Larang Makan Daging Kucing dan Anjing
Ilustrasi kucing dan anjing. (Shutterstock)

Suara.com - Kota Shenzhen di China kini mengambil langkah drastis dengan melarang konsumsi daging kucing dan anjing di tengah pandemi virus corona. Tapi konsumsi daging penyu dan kodok masih diperbolehkan.

Kota pesisir yang berjarak 1.100 kilometer dari kota Wuhan--tempat virus corona berasal, telah melarang warganya mengkonsumsi daging kucing dan anjing, sebagai upaya menghentikan perdagangan satwa liar sejak pandemi merebak di China.

Selama ini daging anjing khususnya banyak dikonsumsi di beberapa negara Asia.

Sebelumnya para ilmuwan menduga virus corona ditularkan ke manusia dari hewan.

Beberapa kasus corona paling awal ditemukan pada mereka yang terkait dengan pasar satwa liar di Wuhan, tempat kelelawar, ular, musang, dan hewan lainnya diperjualbelikan.

COVID-19 telah menginfeksi lebih dari satu juta orang di seluruh dunia dan telah menewaskan lebih dari 50.000 orang.

Pemerintah kota Shenzhen mengatakan larangan makan daging anjing dan kucing akan mulai berlaku pada 1 Mei mendatang.

"Anjing dan kucing sebagai hewan peliharaan memiliki hubungan yang sangat akrab dengan manusia dibandingkan hewan lainnya," demikian pernyataan Pemerintah Shenzhen.

"Larangan ini juga sebagai respon terjadap desakan dan semangat peradaban," demikian pernyataan itu seperti dikutip kantor berita Reuters.

baca juga

Larangan di Seluruh China

Pihak berwenang China pada akhir Februari lalu telah menyatakan larangan perdagangan dan konsumsi hewan liar.

Sejauh ini pemerintah provinsi dan kota telah berusaha menerapkan keputusan tersebut, namun Pemerintah Shenzhen yang paling eksplisit memperluas larangan itu ke hewan peliharaan.

Menurut Liu Jianping dari Pusat Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Shenzhen, unggas, ternak, dan hasil laut sangat banyak tersedia bagi konsumen.

"Tidak ada bukti yang menunjukkan bahwa dahging satwa liar lebih bergizi daripada daging unggas dan ternak," kata Liu seperti dikutip media pemerintah Shenzhen Daily.

Larangan yang pertama kali diusulkan pada akhir Februari sebenarnya juga mencakup daging penyu dan kodok, yang sering dihidangkan di wilayah China selatan.

Tetapi pekan ini, pemerintah Shenzhen mengakui daging kedua hewan tersebut merupakan "bahan perdebatan terpanas", sehingga akhirnya tetap diperbolehkan untuk dimakan.

Kampanye kota untuk menghentikan makan satwa liar telah mendapat pujian dari kelompok kesejahteraan hewan.

"Shenzhen adalah kota pertama di dunia yang menganggap serius pelajaran dari pandemi ini. Mereka melakukan perubahan untuk menghindari pandemi lainnya," ujar Teresa M. Telecky dari LSM Humane Society International.

"Langkah berani yang diambil Pemerintah Shenzhen untuk menghentikan perdagangan dan konsumsi satwa liar merupakan model yang patut ditiru di seluruh dunia," katanya.

Sumber: Disadur dari ABC Indonesia

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Cegah Virus Corona, Ransel Kucing Dimodifikasi Jadi Pod Bayi

Cegah Virus Corona, Ransel Kucing Dimodifikasi Jadi Pod Bayi

Lifestyle | Jum'at, 03 April 2020 | 13:31 WIB

Tolak Pembahasan Omnibus Law, Poyuono: DPR yang Katanya Terhormat Sadarlah

Tolak Pembahasan Omnibus Law, Poyuono: DPR yang Katanya Terhormat Sadarlah

News | Jum'at, 03 April 2020 | 13:29 WIB

Begini Ketentuan Salat Tarawih Saat Pandemi Corona Menurut MUI

Begini Ketentuan Salat Tarawih Saat Pandemi Corona Menurut MUI

News | Jum'at, 03 April 2020 | 13:17 WIB

Live Streaming Fit and Proper Cawagub, Cuma Bisa Ditonton Anggota DPRD

Live Streaming Fit and Proper Cawagub, Cuma Bisa Ditonton Anggota DPRD

News | Jum'at, 03 April 2020 | 13:16 WIB

Sindir Pemain Bergaji Selangit, Tevez: Semua Harus Nyumbang Perangi Corona

Sindir Pemain Bergaji Selangit, Tevez: Semua Harus Nyumbang Perangi Corona

Bola | Jum'at, 03 April 2020 | 13:15 WIB

Aa Gym: Kita Harus Memuliakan Jenazah Covid-19, Jangan Takut

Aa Gym: Kita Harus Memuliakan Jenazah Covid-19, Jangan Takut

News | Jum'at, 03 April 2020 | 13:10 WIB

Pemerintah Didesak Berikan Internet Gratis ke Publik selama Wabah Corona

Pemerintah Didesak Berikan Internet Gratis ke Publik selama Wabah Corona

News | Jum'at, 03 April 2020 | 13:16 WIB

Terkini

5 Hal yang Perlu Diperhatikan Sebelum Membeli Game Digital di PC dengan Bantuan GoPay Games

5 Hal yang Perlu Diperhatikan Sebelum Membeli Game Digital di PC dengan Bantuan GoPay Games

Jabar | Kamis, 24 September 2026 | 19:11 WIB

Jebakan Gaji Tinggi: Saat Korban Loker Palsu Dipaksa Jadi Sindikat Love Scamming

Jebakan Gaji Tinggi: Saat Korban Loker Palsu Dipaksa Jadi Sindikat Love Scamming

Your Say | Kamis, 24 September 2026 | 19:10 WIB

Satu Kru Ditemukan di Enggano, Basarnas Pastikan Pencarian 5 Jurnalis Hilang Tak Berhenti

Satu Kru Ditemukan di Enggano, Basarnas Pastikan Pencarian 5 Jurnalis Hilang Tak Berhenti

News | Kamis, 24 September 2026 | 19:09 WIB

Pileg Tenggelam oleh Pilpres, Said Abdullah Sebut Pemisahan Pemilu Perlu Dikaji Matang

Pileg Tenggelam oleh Pilpres, Said Abdullah Sebut Pemisahan Pemilu Perlu Dikaji Matang

News | Kamis, 24 September 2026 | 19:05 WIB

Jalur Pendakian Arjuno-Welirang Resmi Dibuka 26 September, 3.700 Pendaki Prioritas Reschedule

Jalur Pendakian Arjuno-Welirang Resmi Dibuka 26 September, 3.700 Pendaki Prioritas Reschedule

Malang | Kamis, 24 September 2026 | 19:03 WIB

Dari Ngajar Jadi Tukang Endus: Ironi di Balik MBG

Dari Ngajar Jadi Tukang Endus: Ironi di Balik MBG

Your Say | Kamis, 24 September 2026 | 19:00 WIB

Mobilisator Aksi Pelajar di Bekasi Ditangkap: Rencanakan Bakar Kantor Polisi Pakai Bom Molotov!

Mobilisator Aksi Pelajar di Bekasi Ditangkap: Rencanakan Bakar Kantor Polisi Pakai Bom Molotov!

News | Kamis, 24 September 2026 | 18:58 WIB

Tunda Beli Vario 125: Ini 5 Motor Termewah yang Bisa Dibeli Seharga 25 Juta

Tunda Beli Vario 125: Ini 5 Motor Termewah yang Bisa Dibeli Seharga 25 Juta

Otomotif | Kamis, 24 September 2026 | 18:56 WIB

Gede Pasek Curiga Skenario Suksesi di Balik Polemik Ijazah Gibran, Soroti Sikap 'Pasif' Kubu Prabowo

Gede Pasek Curiga Skenario Suksesi di Balik Polemik Ijazah Gibran, Soroti Sikap 'Pasif' Kubu Prabowo

News | Kamis, 24 September 2026 | 18:54 WIB

Dari Pemilah Sampah hingga Menang Pilkades, Begini Cerita Surya bin Samid

Dari Pemilah Sampah hingga Menang Pilkades, Begini Cerita Surya bin Samid

News | Kamis, 24 September 2026 | 18:54 WIB

×