Kepala BNPB Akui Tak Bisa Tidur Tenang untuk Memastikan APD Terdistribusi

Chandra Iswinarno, Novian Ardiansyah

Senin, 06 April 2020 | 15:39 WIB
Kepala BNPB Akui Tak Bisa Tidur Tenang untuk Memastikan APD Terdistribusi
Doni Monardo, Kepala Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19. (Dok.Ist)

Suara.com - Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Doni Monardo menceritakan dirinya kerap terjaga hingga dini hari untuk memastikan pendistribusian alat pelindung diri (APD) sampai ke tenaga medis di masing-masing rumah sakit.

Selaku Kepala Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19, Doni mengatakan, hingga dini hari harus menunggu kabar dari kepala rumah sakit atau karumkit yang meminta bantuan pengiriman APD dari pemerintah pusat.

Namun belakangan, hal tersebut mulai tidak dilakukan lantaran ketersedian pasokan APD yang masih mencukupi di setiap rumah sakit.

"Jadi dua hari terakhir ini saya relatif agak tenang, agak senang karena sudah tidak ada lagi kepala rumah sakit yang kirim SMS kepada saya bapak pimpinan. Biasanya tiap malam saya harus menunggu sampai dengan jam 02.00 WIB dini hari untuk memastikan bahwa rumah sakit-rumah sakit itu mendapatkan APD," tutur Doni dalam rapat virtual dengan Komisi VII DPR pada Senin (6/4/2020).

Meski kebutuhan APD di setiap rumah sakit terdistribusi dengan baik, tetapi pasokan di gudang masih terus menurun setiap harinya.

"Kemudian beberapa barang-barang lainnya sudah sebagian besar terdistribusi, sementara cadangan yang ada di gudang juga setiap hari selalu berkurang dan ada yang masuk, hari ini ada tambahan lagi bapak pimpinan 105 ribu APD," kata Doni.

Sebelumnya, Kepala BNPB Doni Monardo mengungkapkan Indonesia dapat memproduksi secara mandiri alat pelindung diri (APD) berbahan baku lokal namun berstandar internasional.

Keberhasilan tersebut hasil dari koodinasi dengan para ahli di sejumlah perguruan tinggi, Kementerian Kesehatan serta Organisasi Kesehatan Dunia atau WHO.

Doni bahkan sempat memperlihatkan APD bewarna putih yang diklaim telah sesuai standar. Hal itu dilakukan dalam rapat virtual bersama Komisi VIII DPR.

"Kita akan bisa memproduksi APD dengan bahan baku lokal bapak pimpinan. Tadi kami sudah perlihatkan kepada bapak Presiden bahwa ini standar dan ini aman digunakan oleh para dokter," kata Doni, Senin (6/4/2020).

Bahkan, kata Doni, nantinya tidak menutup kemungkinan Indonesia menjadi salah satu negara pengekspor APD. Namun, dengan catatan kebutuhan APD di negara sendiri sudah memadai dan terpenuhi lebih dahulu.

"Apabila ini bisa kita produksi secara massal dan kebutuhan domestik bisa kita penuhi, insyaallah kita bisa mengirimkan APD ini ke beberapa negara yang hari ini sangat membutuhkan," ujarnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Pemerintah Klaim Bisa Produksi APD Pakai Bahan Lokal dan Standar WHO

Pemerintah Klaim Bisa Produksi APD Pakai Bahan Lokal dan Standar WHO

News | Senin, 06 April 2020 | 15:04 WIB

Sudah Bisa Produksi Sendiri, Indonesia Rencana Ekspor APD ke Negara Lain

Sudah Bisa Produksi Sendiri, Indonesia Rencana Ekspor APD ke Negara Lain

News | Senin, 06 April 2020 | 14:41 WIB

BNPB Bakal Laporkan Penyalahgunaan APD Tenaga Medis ke Polri

BNPB Bakal Laporkan Penyalahgunaan APD Tenaga Medis ke Polri

News | Senin, 06 April 2020 | 14:16 WIB

Bos BKPM Sebut Bahan Baku APD Jadi Rebutan Antar Negara

Bos BKPM Sebut Bahan Baku APD Jadi Rebutan Antar Negara

Bisnis | Senin, 06 April 2020 | 10:40 WIB

DPR Minta Pemerintah Perhatikan Tenaga Medis, Lengkapi APD dan Intensif

DPR Minta Pemerintah Perhatikan Tenaga Medis, Lengkapi APD dan Intensif

News | Jum'at, 03 April 2020 | 11:44 WIB

Nihil Kasus Corona, Pemprov Kirim Bantuan APD ke Kepulauan Seribu

Nihil Kasus Corona, Pemprov Kirim Bantuan APD ke Kepulauan Seribu

News | Jum'at, 03 April 2020 | 06:10 WIB

DKI Jakarta Paling Banyak Terima Distribusi APD, 85.000 Unit

DKI Jakarta Paling Banyak Terima Distribusi APD, 85.000 Unit

News | Kamis, 02 April 2020 | 17:55 WIB

Terkini

Dulu Cap PKI Sekarang 'Antek Asing', Pola Lama Bungkam Kritik dengan Wajah Baru

Dulu Cap PKI Sekarang 'Antek Asing', Pola Lama Bungkam Kritik dengan Wajah Baru

News | Minggu, 31 Mei 2026 | 15:10 WIB

Terduga Pembunuh Wanita Muda di Hotel Kebayoran Baru Ditangkap

Terduga Pembunuh Wanita Muda di Hotel Kebayoran Baru Ditangkap

News | Minggu, 31 Mei 2026 | 15:00 WIB

Gugur Gunung Tandang Gawe, Saat Wayang Bicara Soal Kriminalisasi dan Ketimpangan Sosial

Gugur Gunung Tandang Gawe, Saat Wayang Bicara Soal Kriminalisasi dan Ketimpangan Sosial

News | Minggu, 31 Mei 2026 | 14:35 WIB

Jokowi Dijadwalkan Kunjungi Lampung Akhir Juni, PSI Sebut Antusiasme Warga Tinggi

Jokowi Dijadwalkan Kunjungi Lampung Akhir Juni, PSI Sebut Antusiasme Warga Tinggi

News | Minggu, 31 Mei 2026 | 14:25 WIB

Buntut Aksi Anarkis Viral di Tol JORR, Sopir Taksi Online Diciduk Polisi di Ciputat

Buntut Aksi Anarkis Viral di Tol JORR, Sopir Taksi Online Diciduk Polisi di Ciputat

News | Minggu, 31 Mei 2026 | 14:20 WIB

Skandal WO Marwah: 58 Calon Pengantin Tertipu, Total Kerugian Tembus Rp2,6 Miliar

Skandal WO Marwah: 58 Calon Pengantin Tertipu, Total Kerugian Tembus Rp2,6 Miliar

News | Minggu, 31 Mei 2026 | 13:50 WIB

Tak Perlu Tunggu 32 Tahun, Ray Rangkuti Ungkap Alasan Rezim Sekarang Lebih Cepat Digoyang

Tak Perlu Tunggu 32 Tahun, Ray Rangkuti Ungkap Alasan Rezim Sekarang Lebih Cepat Digoyang

News | Minggu, 31 Mei 2026 | 13:50 WIB

Gagal 'Pelaminan', Pasutri Pemilik WO Marwah Kini Berakhir di Sel Tahanan

Gagal 'Pelaminan', Pasutri Pemilik WO Marwah Kini Berakhir di Sel Tahanan

News | Minggu, 31 Mei 2026 | 13:39 WIB

Prabowo Diminta 'Pensiun' Keliling Dunia, Saatnya Oper Misi Diplomatik ke Menlu Sugiono

Prabowo Diminta 'Pensiun' Keliling Dunia, Saatnya Oper Misi Diplomatik ke Menlu Sugiono

News | Minggu, 31 Mei 2026 | 13:15 WIB

Dinasti Politik Tak Lagi Vulgar Ala Orba, Kini Lebih Licin dan 'Main Cantik'

Dinasti Politik Tak Lagi Vulgar Ala Orba, Kini Lebih Licin dan 'Main Cantik'

News | Minggu, 31 Mei 2026 | 12:57 WIB