Banyak yang Berzakat, Warga Miskin Pakistan Tertolong Hadapi Krisis Corona

Dany Garjito, Farah Nabilla

Selasa, 07 April 2020 | 15:25 WIB
Banyak yang Berzakat, Warga Miskin Pakistan Tertolong Hadapi Krisis Corona
Ilustrasi zakat. Foto di atas adalah petugas menyiapkan beras hasil zakat fitrah untuk disalurkan di Masjid Istiqlal, Jakarta, Selasa (5/7).

Suara.com - Di tengah krisis corona yang membuat masyarakat sulit mencari nafkah untuk makan sehari-hari, warga Pakistan justru terselamatkan dengan bantuan zakat dari para warga muslim.

Pakistan adalah salah satu negara dengan penduduk yang mayoritas beragama Islam. Di tengah wabah corona ini, para muslim berbondong-bondong mengeluarkan zakat untuk membantu masyarakat lain yang kehilangan pekerjaan.

Menyadur dari BBC, Pakistan telah memberlakukan langkah pencegahan penyebaran virus corona seperti menutup sekolah, melarang pertemuan publik, dan menutup semua bisnis yang tidak menjual bahan makanan dan obat-obatan.

Akibat pembatasan aktivitas ini, tak sedikit masyarakat yang kehilangan pekerjaan dan kesulitan memenuhi kebutuhan sehari-hari.

Dalam sebuah konferensi pers, Perdana Menteri Pakistan Imran Khan menyatakan bahwa, "25% orang Pakistan tidak mampu makan dua kali sehari".

Khan juga mengungkapkan kenyataan pahit yang dihadapi negaranya saat ini.

"Jika kita mematikan kota-kota, kita masih menyelamatkan mereka dari virus corona. Tapi di sisi lain, mereka akan mati karena kelaparan. Pakistan tidak memiliki kondisi seperti Amerika Serikat atau Eropa. Negara kita memiliki masalah kemiskinan yang parah," ungkap Khan dalam pidatonya.

Namun, di tengah kondisi ini rakyat Pakistan justru terikat untuk saling bergotong-royong membantu mereka yang kesulitan.

Di luar sebuah toko kelontong di Karachi, pemandangan luar biasa telah berlangsung selama dua minggu terakhir.

baca juga

Alih-alih bergegas pulang setelah berbelanja untuk menghindari terkena virus corona, banyak warga Pakistan yang berhenti di luar untuk menawarkan makanan, uang, atau amal lainnya kepada orang jalanan yang tak punya tempat berlindung. Sambil menawarkan bantuan,mereka juga mengajak para penerima, "Berdoalah agar [virus corona] segera berakhir."

Banyak dari para rakyat muslim Pakistan yang mengeluarkan zakat untuk para pekerja harian yang kesulitan, tak memiliki asuransi kesehatan, bahkan jaminan keuangan.

Zakat yang mereka keluarkan adalah zakat mal. Masyarakat muslim akan mengeluarkan 2,5 persen dari jumlah harta yang mereka kumpulkan selama satu tahun.

Dr Imtiaz Ahmed Khan, serang ahli biologi molekuler di Universitas Hamdard di Karachi mengutip ungkapan yang populer di Pakistan, "Zakat menghilangkan kotoran dari harta kita. Uang seperti kotoran di tangan seseorang".

"Saya bertanggung jawab jika ada tetangga saya yang tidur dengan perut lapar. Bagaimana bisa saya memiliki dapur yang penuh makanan, sementara salah satu tetangga saya membutuhkan?" kata Khan menambahkan.

Selain itu, donasi juga mulai terkumpul untuk membantu rakyat yang terkena dampak ekonomi akibat krisis corona.

Donasi yang biasanya berupa bahan pokok kebutuhan sehari-hari seperti lentil, ghee, tepung, minyak, gula dan teh. Kekinian, mereka memasukkan sabun anti-baktieri sebagai salah satu bahan pokok.

Organisasi amal Internasional SSARA Foundation menyebutkan betapa gentingnya situasi ini.

"Sangat buruk di luar sana. Seorang lelaki mulai menangis karena keluarganya yang beranggota empat orang tidak memiliki makanan selama 29 jam".

Organisasi amal ini dan beberapa organisasi sukarelawan seperti Robin Hood Army , Edhi Foundation, dan Sylani Welfare Trust pun kini sibuk mengumpulkan donasi yang semakin menggunung.

Kekinian, mereka mulai mendistribusikan hasil donasi masyarakat tersebut kepada rakyat yang membutuhkan.

Menurut survei pemerintah, zakat dari warga bahkan terkumpul hingga 7,3 miliar Rupee Pakistan atau sekitar 722 miliar Rupiah.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Ini Pedoman Zakat Saat Wabah Pandemi Covid-19 dari Kemenag

Ini Pedoman Zakat Saat Wabah Pandemi Covid-19 dari Kemenag

News | Senin, 06 April 2020 | 21:02 WIB

Restrukturisasi Kredit: Upaya Pertahankan Dunia Usaha di Tengah Corona

Restrukturisasi Kredit: Upaya Pertahankan Dunia Usaha di Tengah Corona

Your Say | Kamis, 02 April 2020 | 11:29 WIB

Maruf Amin Minta Umat Muslim Keluarkan Zakat untuk Korban Covid-19

Maruf Amin Minta Umat Muslim Keluarkan Zakat untuk Korban Covid-19

Bisnis | Selasa, 31 Maret 2020 | 15:07 WIB

Mengemis di Bantul, Seorang WNA Ditangkap di Area Lempuyangan

Mengemis di Bantul, Seorang WNA Ditangkap di Area Lempuyangan

Jogja | Rabu, 18 Maret 2020 | 20:09 WIB

Corona dan Kemiskinan

Corona dan Kemiskinan

Your Say | Sabtu, 07 Maret 2020 | 09:39 WIB

Mimpi Jokowi Tahun 2024 Tak Ada Lagi Orang Miskin di Indonesia

Mimpi Jokowi Tahun 2024 Tak Ada Lagi Orang Miskin di Indonesia

Bisnis | Rabu, 04 Maret 2020 | 16:01 WIB

2 Warga Syiah Pakistan Terjangkit Corona Sepulang Berziarah dari Iran

2 Warga Syiah Pakistan Terjangkit Corona Sepulang Berziarah dari Iran

News | Kamis, 27 Februari 2020 | 07:59 WIB

Kakak Beradik Miskin Tiap Hari Makan Sabun hingga Sakit dan 4 Berita Lain

Kakak Beradik Miskin Tiap Hari Makan Sabun hingga Sakit dan 4 Berita Lain

News | Rabu, 26 Februari 2020 | 06:35 WIB

DPR Minta Kerahasiaan Data Kemiskinan Terjaga

DPR Minta Kerahasiaan Data Kemiskinan Terjaga

DPR | Kamis, 20 Februari 2020 | 12:43 WIB

Kemewahan Hidup Kakek Martoyo Menikmati Senja di Tepi Danau Sunter

Kemewahan Hidup Kakek Martoyo Menikmati Senja di Tepi Danau Sunter

News | Selasa, 18 Februari 2020 | 07:10 WIB

Terkini

Local Media Community Gandeng Google Dukung Penguatan Ekosistem Media Lokal

Local Media Community Gandeng Google Dukung Penguatan Ekosistem Media Lokal

News | Sabtu, 15 Agustus 2026 | 00:55 WIB

Tegas! Menkeu Purbaya Ungkap Tak Ada Kenaikan Gaji Guru di 2027

Tegas! Menkeu Purbaya Ungkap Tak Ada Kenaikan Gaji Guru di 2027

Bisnis | Sabtu, 15 Agustus 2026 | 00:12 WIB

Renjana Perca, Saat Fashion Indonesia Bertemu Ekonomi Sirkular

Renjana Perca, Saat Fashion Indonesia Bertemu Ekonomi Sirkular

Lifestyle | Jum'at, 14 Agustus 2026 | 23:48 WIB

Modal Foto AI Berseragam Polisi, Pria di Bandung Tipu Korban dan Bawa Lari Uang

Modal Foto AI Berseragam Polisi, Pria di Bandung Tipu Korban dan Bawa Lari Uang

Jabar | Jum'at, 14 Agustus 2026 | 23:20 WIB

Insentif Guru Ngaji di Bogor Jadi Rp1,2 Juta per Tahun

Insentif Guru Ngaji di Bogor Jadi Rp1,2 Juta per Tahun

Bogor | Jum'at, 14 Agustus 2026 | 23:15 WIB

Jaga Gajah Sumatera, Pertamina Kilang Plaju Perkuat Upaya Melestarikan Warisan Alam Sumsel

Jaga Gajah Sumatera, Pertamina Kilang Plaju Perkuat Upaya Melestarikan Warisan Alam Sumsel

Sumsel | Jum'at, 14 Agustus 2026 | 23:11 WIB

Temukan 1.500 Warga Terjebak Grup LGBT Daring, Pemkab Serang Siapkan Langkah Pembinaan

Temukan 1.500 Warga Terjebak Grup LGBT Daring, Pemkab Serang Siapkan Langkah Pembinaan

Banten | Jum'at, 14 Agustus 2026 | 23:06 WIB

Bank Sumsel Babel dan Unsri Bersinergi Menyiapkan Generasi Pemimpin Masa Depan

Bank Sumsel Babel dan Unsri Bersinergi Menyiapkan Generasi Pemimpin Masa Depan

Sumsel | Jum'at, 14 Agustus 2026 | 22:55 WIB

Havaianas Debut Kitten Heel di Copenhagen Fashion Week

Havaianas Debut Kitten Heel di Copenhagen Fashion Week

Lifestyle | Jum'at, 14 Agustus 2026 | 22:42 WIB

Perombakan Buku Sekolah, Solusi Literasi atau Cuma Proyek Bisnis Baru?

Perombakan Buku Sekolah, Solusi Literasi atau Cuma Proyek Bisnis Baru?

News | Jum'at, 14 Agustus 2026 | 22:10 WIB

×