Cerita Ma'ruf, Ketakutan Pulang karena Tumpukan Karung Berisi Ular Piton

Agung Sandy Lesmana
Cerita Ma'ruf, Ketakutan Pulang karena Tumpukan Karung Berisi Ular Piton
Ilustrasi ular piton. [Shutterstock]

"Saya kaget karena setelah diangkat, karungnya bergerak. Ketika saya buka, ternyata isinya ular piton..."

Suara.com - Ma'ruf (42), seorang warga mendadak panik ketika melihat tumpukan karung yang berisi ular piton besar. 

Peristiwa itu terjadi saat Ma'ruf hendak pulang usai menimbang buah kelapa sawit dari warga di Jalan Banitan, Kecamatan Baamang, Sampit.

Perjalanannya menuju rumah terhenti karena ada tumpukan karung yang menghalangi jalan.

Dia pun turun dari kendaraannya bermaksud ingin menyingkirkan karung-karung warna putih tersebut ke pinggir jalan, agar dia bisa melintas. Sambil berjalan, dia mencoba menduga isi karung itu adalah sampah.

Polisi saat hendak mengevakuasi 10 karung berisi ular piton yang ditemukan warga di Jalan Banitan, Kecamatan Baamang, Sampit, Kalteng, Selasa (7/4/2020) malam. (ANTARA/HO)
Polisi saat hendak mengevakuasi 10 karung berisi ular piton yang ditemukan warga di Jalan Banitan, Kecamatan Baamang, Sampit, Kalteng, Selasa (7/4/2020) malam. (ANTARA/HO)

Saat mengangkat salah satu karung, dia mulai curiga karena terasa cukup berat. Hal yang membuatnya kaget, isi karung tersebut terasa seperti bergerak-gerak.

Penasaran, dia kemudian memberanikan diri membuka karung tersebut. Dia bertambah kaget karena ternyata karung itu berisi ular piton hampir seukuran pergelangan tangan orang dewasa.

"Saya kaget karena setelah diangkat, karungnya bergerak. Ketika saya buka, ternyata isinya ular piton. Langsung saya ikat lagi karungnya," kata Ma'ruf seperti dilansir Antara, Rabu (8/4/2020).

Takut terjadi hal tidak diinginkan, Ma'ruf kembali mengikat karung itu, agar ularnya tidak keluar. Dia kemudian melaporkan kejadian itu kepada polisi.

Tidak berapa lama, tim patroli polisi tiba di lokasi. Mereka memeriksa isi karung-karung itu dan membuktikan bahwa isinya memang ular piton. Karung-karung berisi ular itu kemudian dibawa ke markas Polres Kotawaringin Timur.

Kapolres Kotawaringin Timur AKBP Mohammad Rommel mengatakan pihaknya masih menyelidiki motif pembuangan ular-ular piton tersebut.

"Motifnya masih kami selidiki. Penyidik juga meminta keterangan sejumlah saksi untuk menelusuri siapa pelaku yang membuang ular-ular tersebut," kata Rommel.

Namun, pihak kepolisian setempat belum menghitung berapa total jumlah ular yang ada di dalam 10 karung tersebut.

Polres Kotawaringin Timur berkoordinasi dengan Balai Konservasi Sumber Daya Alam Provinsi Kalimantan Tengah melalui pos jaga di Sampit terkait penanganan selanjutnya terhadap ular-ular yang kondisinya masih hidup tersebut.

Komentar

Suara.Com

Dapatkan informasi terkini dan terbaru yang dikirimkan langsung ke Inbox anda

QUOTES OF THE DAY

INFOGRAFIS