facebook

Dentuman Misterius Gegerkan Warga Jabodetabek, Bukan dari Anak Krakatau?

Rendy Adrikni Sadikin
Dentuman Misterius Gegerkan Warga Jabodetabek, Bukan dari Anak Krakatau?
Gumpalan awan menyembur saat terjadi letusan Gunung Anak Krakatau (GAK) di Selat Sunda, Banten, Senin (10/12). ANTARA FOTO/Weli Ayu Rejeki

Dentuman tersebut mendadak menjadi trending topic di Twitter.

Suara.com - Suara dentuman misterius mengegerkan sejumlah warga di wilayah Jabodetabek pada Sabtu (11/4/2020) dini hari WIB. Banyak warga menduga itu berasal dari erupsi Gunung Anak Krakatau.

Warga ramai membicarakan soal dentuman ini di linimasa jejaring sosial Twitter. Hingga berita ini disusun, suara dentuman tersebut menjadi salah satu trending topic di Twitter.

Salah satunya presenter sekaligus penyiar Desta. Melalui akun Twitter miliknya @desta80s, dia mempertanyakan suara dentuman yang terdengar kepada warganet.

"Suara apa itu tadi? Sekarang perlahan mulai hilang," ujar Desta seperti dikutip Suara.com, Sabtu (11/4/2020).

Baca Juga: Letusan Gunung Anak Krakatau Masih Berlangsung Pagi Ini

Pun salah satu yang menduga bahwa suara itu berasal dari erupsi Anak Krakatau adalah sutradara terkenal Joko Anwar. Dia mengibaratkan dentuman itu seperti suara tabuhan drum.

"Suara erupsi Anak Krakatau kedengeran sampai Tanah Kusir :( Gue kira ada yang main drum malam-malam dari jauh. :(," cuit Joko Anwar lewat akun Twitter, @jokoanwar.

Berikut cuitan warganet terkait suara dentuman itu:

"Aku dengar #dentuman kayak gemuruh gludug gitu, agak panjang gemuruhnya sekitar pukul 21.00 WIB," cuit akun @ekorustamaji92.

"Katanya #dentuman di Jabodebek tuh bukan karena Anak Gunung Krakatau meletus, masuk akal juga si soalnya yg tinggal di banten dan lampung aja ga ngerasain bunyi apa apa katanya. Lalu dr mana asal suara dentumannya?" kicau akun @pecintabl_.

Baca Juga: Dentuman Gunung Anak Krakatau Terdengar di Beberapa Wilayah, Ini Kata Ahli

"If that sound not from krakatau. Where from ? That sound so noisy and make the human so scared. God, please keep me and all people who loving with you. #dentuman #Erupsi #jabodetabek krakatau gempa," cuit akun @Waidiq.

"What is that boom boom sound??? People said it’s anak #krakatau but I don’t think so. Anak krakatau had exploded herself earlier, so its impossible for it to create boom sound. please God, take care of us, stay safe guys!" kicau akun @PINDAHS_.

Bahkan ada sejumlah warganet yang mengatakan dentuman tersebut sampai menggetarkan daun pintu. Ada pula warganet yang mengunggah rekaman dentuman itu.

"Yang dentuman ada yang bilang tadi soal konversi awan. Tapi kalo aku lebih ngerasa gagang pintu goyang, berarti gak mungkin konversi awan gak sih? Masa iya ‘gledek’ gitu nyampe gagang pintu goyang," ujar warganet pengguna akun @itsisnaa.

Kendati demikian, Kepala Sub Bidang Pengamatan dan Penyelidikan Gunung Anak Krakatau Hendra Gunawan membantah dentuman itu dari erupsi.

Hendra Gunawan mengatakan suara dentuman yang terdengar di wilayah Jakarta, Depok dan Bogor bukanlah dari aktivitas Anak Krakatau.

"Kasubid Pengamatan & Penyelidikan Gn. Anak Krakatau Hendra Gunawan: "Suara dentuman yang didengar oleh masyarakat di wilayah Jakarta, Depok, dan Bogor bukan berasal dari aktivitas Gn. Anak Krakatau," seperti dikutip dari akun Twitter milik Radio Elshina @RadioElshinta.

Sekadar informasi, Gunung Anak Krakatau meletus pada Jumat (10/4/2020) sekitar 22.35 WIB. Letusan Gunung Anak Krakatau yang berada di Selat Sunda tersebut membentuk kolom abu berketinggian mencapai 500 meter dari puncak gunung.

"Tinggi kolom abu teramati sekitar 500 meter di atas puncak atau sekitar 657 meter di atas permukaan laut," kata petugas Pos Pantau Gunung Anak Krakatau Lampung Andi Suandi melalui pesan singkatnya pada Sabtu (12/4/2020).

Durasi semburan abu Gunung Anak Krakatau terjadi selama 38,4 menit. Kolom abu juga teramati berwarna kelabu dengan intensitas sedang hingga tebal dan condong mengarah ke arah utara.

"Erupsi Gunung Anak Krakatau ini terekam di seismogram dengan amplitudo maksimum 40 milimeter," katanya.

Status Gunung Anak Krakatau hingga kini masih berstatus Level II atau waspada dengan konsekuensi, warga tidak boleh mendekat dalam radius dua kilometer.

Hingga berita ini disusun belum diketahui asal muasal suara dentuman tersebut.

IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Komentar