Sempat Bikin Terawan Geram, Peneliti Harvard: Indonesia Bikin Bingung

Reza Gunadha, Chyntia Sami Bhayangkara

Senin, 13 April 2020 | 13:44 WIB
Sempat Bikin Terawan Geram, Peneliti Harvard: Indonesia Bikin Bingung
Menkes Terawan (kiri) dan Peneliti Universitas Harvard Marc Lipsitch (paling kanan). [Riauonline]

Suara.com - Hasil penelitian ilmuwan Harvard mengenai prediksi kasus virus corona di Indonesia kembali mengemuka. Penelitian tersebut sempat dianggap oleh Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto sebagai sebuah penghinaan terhadap Indonesia.

Penelitian yang dibuat oleh Marc Lipsitch tersebut menyimpulkan setidaknya ada lima orang yang positif corona di Indonesia pada awal Februari lalu. Saat itu, pemerintah Indonesia masih menyatakan wilayahnya aman dari paparan virus corona, disaat negara tetangga telah melaporkan sejumlah kasus.

Saat hasil penelitian dirilis, Terawan mengklaim peralatan yang digunakan Indonesia sudah sesuai dengan standar World Health Organization (WHO).

“Itu namanya menghina itu. Wong peralatan kita, makanya kemarin di-fix-kan dengan duta besar Amerika. Kita menggunakan dari Amerika. Kitnya, kit boleh gunakan dari manas aja, tapi kita gunakan dari Amerika,” ujar Terawan di Gedung Grand Kebon Sirih, Jakarta Pusat, Selasa 11 Februari 2020 lalu dikutip dari Hops.id -- jaringan Suara.com.

Kala itu, Terawan menantang peneliti Harvard untuk datang ke Indonesia dan melihat sendiri kecanggihan alat yang dimiliki Indonesia.

Padahal tak lama setelah penelitian Harvard itu dirilis, bahkan hanya jeda beberapa minggu setelah Pemerintah Indonesia ‘mendamprat’ peneliti Harvard, tepatnya pada awal Maret 2020 kasus positif pertama di Indonesia ditemukan di Depok.

Profesor Harvard tanggapi balik sikap Indonesia soal penelitiannya

Seorang mahasiswi asal Indonesia yang sedang menempuh gelar magister Kesehatan Masyarakat di Universitas Harvard, Nadhira Nuraini Afifa melakukan konfirmasi langsung melalui wawancara ekslusif dengan Marc Lipsitch.

Suara.com telah mendapatkan izin dari Nadhira untuk mengutip seluruh isi wawancara.

baca juga

“Profesor Marc Lipsitch adalah epidemiologis dari Harvard. Dia melakukan riset prediksi dengan matematika modeling. Intinya dia melakukan linear regression model yang membandingkan antara data volume perjalanan dari Wuhan dibandingkan dengan jumlah kasus per hari negara yang berpotensi corona,” ujarnya dalam video yang diunggah di akun Youtube pribadinya Nadhira Afifa pada 13 Februari 2020.

Awalnya Nadhira menanyakan soal penelitian yang dilakukan Profesor Marc, juga pendapatnya tentang respons pemerintah Indonesia terhadap risetnya.

“Kami tidak sengaja memfokuskan pada satu negara tertentu. Saat kami memulai ini, kami memperhatikan semua negara. Dan tujuannya juga bukan untuk menilai kualitas dari sebuah negara. Namun sebagai contoh dalam situasi seperti ini seharusnya sudah ada kasus terdeteksi tetapi nyatanya mereka mengaku tidak ada,” ujarnya.

Sejak awal menurutnya penelitian ini sama sekali tidak ditujukan untuk indonesia. Itu hanya bagian dari penelitian yang dilakukan. “Kami juga menyebut bahwa Thailand mungkin sudah berhasil mendeteksi banyak kasus, tapi sebetulnya masih banyak yang belum terdeteksi.”

Ia mendalami bahwa Singapura pun yang memiliki frekuensi deteksi paling tinggi dibanding negara lain, mengingat banyaknya wisatawan dan pengunjung yang mereka miliki.

Nyatanya Singapura mendeteksi lebih banyak kasus dari yang diduga dalam penelitiannya, terlebih mereka bahkan menemukan bahwa masih banyak kasus yang terlewat karena tidak bisa mereka deteksi. Artinya mungkin ada introduksi kasus n-CoV yang terlewat sebelumnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Alasan Menkes Terawan Tolak PSBB Corona di Palangka Raya

Alasan Menkes Terawan Tolak PSBB Corona di Palangka Raya

News | Senin, 13 April 2020 | 13:20 WIB

Soal Gaji, Stefano Cugurra Teco Ikut Keputusan Manajemen Bali United

Soal Gaji, Stefano Cugurra Teco Ikut Keputusan Manajemen Bali United

Bola | Senin, 13 April 2020 | 13:15 WIB

Ikut Pelatihan Haji, Tim Medis di Jombang Positif Corona

Ikut Pelatihan Haji, Tim Medis di Jombang Positif Corona

Jatim | Senin, 13 April 2020 | 13:15 WIB

Kemenag Pastikan Tak Bisa Bantu Lawan Corona Pakai Dana Jemaah Haji

Kemenag Pastikan Tak Bisa Bantu Lawan Corona Pakai Dana Jemaah Haji

News | Senin, 13 April 2020 | 13:09 WIB

Turun Kasih Sembako, Jokowi: Jangan Sampai Dibilang Rakyat Cuma Ngomong Aja

Turun Kasih Sembako, Jokowi: Jangan Sampai Dibilang Rakyat Cuma Ngomong Aja

News | Senin, 13 April 2020 | 13:03 WIB

Pengguna KRL di Bogor Membludak Sejak Subuh, Petugas Curhat Kewalahan

Pengguna KRL di Bogor Membludak Sejak Subuh, Petugas Curhat Kewalahan

Jabar | Senin, 13 April 2020 | 12:50 WIB

CDC Sebut Virus Corona Bisa Menyebar di Udara Hingga Jarak 4 Meter

CDC Sebut Virus Corona Bisa Menyebar di Udara Hingga Jarak 4 Meter

Health | Senin, 13 April 2020 | 12:49 WIB

Panen Pujian, Kades Wonosobo Hibahkan Lahan untuk Pemakaman Pasien Corona

Panen Pujian, Kades Wonosobo Hibahkan Lahan untuk Pemakaman Pasien Corona

Jawa Tengah | Senin, 13 April 2020 | 12:53 WIB

Terkini

Kalau Tiap Tahun Harus Disuntik Anggaran, Apa yang Sebenarnya Dibangun?

Kalau Tiap Tahun Harus Disuntik Anggaran, Apa yang Sebenarnya Dibangun?

Your Say | Senin, 28 September 2026 | 11:30 WIB

Bupati Gowa Dicekal ke Luar Negeri

Bupati Gowa Dicekal ke Luar Negeri

Sulsel | Senin, 28 September 2026 | 11:29 WIB

Jokowi Sesumbar PSI Jadi 'Ancaman', Pengamat: Tanda Pecah Kongsi dengan Prabowo

Jokowi Sesumbar PSI Jadi 'Ancaman', Pengamat: Tanda Pecah Kongsi dengan Prabowo

News | Senin, 28 September 2026 | 11:27 WIB

Apakah Viva Queen Whitening Advanced Face Serum Bagus? Cek Manfaatnya sebelum Membeli

Apakah Viva Queen Whitening Advanced Face Serum Bagus? Cek Manfaatnya sebelum Membeli

Lifestyle | Senin, 28 September 2026 | 11:25 WIB

Cerdik! Jalur Laut Kaspia Jadi Pilihan Iran Menembus Blokade Selat Hormuz

Cerdik! Jalur Laut Kaspia Jadi Pilihan Iran Menembus Blokade Selat Hormuz

News | Senin, 28 September 2026 | 11:24 WIB

Jokowi Belum Beri Dampak Signifikan, PSI Dinilai Masih Jadi Partai Gurem

Jokowi Belum Beri Dampak Signifikan, PSI Dinilai Masih Jadi Partai Gurem

News | Senin, 28 September 2026 | 11:23 WIB

Bukan Sekadar Nobar, Momen Kaesang Pangarep Berbincang dan Berfoto Bersama Anak Disabilitas

Bukan Sekadar Nobar, Momen Kaesang Pangarep Berbincang dan Berfoto Bersama Anak Disabilitas

Jakarta | Senin, 28 September 2026 | 11:21 WIB

Bagaimana Cara Membersihkan Alas Setrika Uap yang Tersumbat Kerak Air?

Bagaimana Cara Membersihkan Alas Setrika Uap yang Tersumbat Kerak Air?

Lifestyle | Senin, 28 September 2026 | 11:20 WIB

Pertamax Turbo Panaskan Final MotoPrix 2026 di Mijen Semarang

Pertamax Turbo Panaskan Final MotoPrix 2026 di Mijen Semarang

Jawa Tengah | Senin, 28 September 2026 | 11:17 WIB

Panas Laga Timnas Indonesia vs Malaysia, Polda Metro Jaya Terjunkan 2.373 Personel di SUGBK

Panas Laga Timnas Indonesia vs Malaysia, Polda Metro Jaya Terjunkan 2.373 Personel di SUGBK

News | Senin, 28 September 2026 | 11:15 WIB

×