Viral Pria Mengais Tumpahan Susu Pakai Tangan, Berbagi dengan Anjing

Dany Garjito, Rifan Aditya

Rabu, 15 April 2020 | 10:48 WIB
Viral Pria Mengais Tumpahan Susu Pakai Tangan, Berbagi dengan Anjing
Viral pria mengais tumpahan susu di jalan memakai tangan (Twitter)

Suara.com - Seorang pria di Agra, India terlihat mengais tumpahan susu di tengah jalan. Video yang merekam kejadian ini menjadi viral di media sosial.

Media asing yang melaporkan kejadian ini mengaitkannya dengan perpanjangan status penguncian wilayah atau lockdown di India.

Dilaporkan DailyMail, Selasa (14/4/2020), seorang pria yang putus asa didokumentasikan tengah mengambil susu yang tumpah dari jalan. Ia terlihat berbagi tumpahan susu itu dengan anjing-anjing.

Kejadian ini terlihat pada Senin (13/4) pagi di Agra saat lockdown di India telah memperburuk kemiskinan negara tersebut, menurut DailyMail.

Pria dalam video itu tampak mengumpulkan tumpahan susu ke dalam kendi yang dibawanya. Susu ini tumpah setelah sebuah truk kontainer terbalik di jalan.

Salah satu yang membagikan video ini di media sosial adalah jurnalis NDTV, Kamal Khan.

"Dampak Lockdown: Manusia dan hewan mulai minum susu bersama. Hari ini, tangki susu pengantar susu jatuh di persimpangan Rambagh di Agara. Lihat apa yang terjadi kemudian," tulis @kamalkhan_NDTV, Senin (13/4).

Viral pria mengais tumpahan susu di jalan memakai tangan (Twitter)
Viral pria mengais tumpahan susu di jalan memakai tangan (Twitter)

Sementara itu, Perdana Menteri India Narendra Modi akan memperpanjang status lockdown hingga setidaknya 3 Mei.

"Dari sudut ekonomi, kami telah membayar harga yang besar," kata Modi.

baca juga

Ia yakin bahwa memperpanjang lockdown adalah langkah yang tepat untuk menekan penyebaran virus corona (Covid-19).

"Tetapi kehidupan rakyat India jauh lebih berharga. Dari pengalaman beberapa hari terakhir, jelas bahwa jalan yang telah kita pilih benar," ujarnya.

Langkah ini ditempuh meskipun ada keluhan dari jutaan orang miskin. Masyarakat miskin ditinggalkan hampir tanpa bantuan karena kehilangan pekerjaan dan pendapatan.

Angka resmi menunjukkan negara-negara Asia Selatan sejauh ini relatif tidak terluka oleh epidemi, dengan sekitar 10.000 kasus dan 339 kematian di India.

Namun beberapa ahli mengatakan India belum melakukan tes yang cukup dan jumlah infeksi sebenarnya jauh lebih tinggi.

Penutupan wilayah dengan batasan aktivitas yang ketat telah menghancurkan perekonomian khususnya bagi kaum miskin India.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Pasien Corona Tembus 10.000, India Resmi Perpanjang Masa Lockdown

Pasien Corona Tembus 10.000, India Resmi Perpanjang Masa Lockdown

News | Rabu, 15 April 2020 | 07:23 WIB

Selama Pandemi Corona, Motor Warga Diolesi Cat Oleh Polisi, Apa Maksudnya?

Selama Pandemi Corona, Motor Warga Diolesi Cat Oleh Polisi, Apa Maksudnya?

Otomotif | Rabu, 15 April 2020 | 07:59 WIB

Best 5 Otomotif Pagi: Fortuner Jadi Ambulans, Lelang Porsche Atasi Corona

Best 5 Otomotif Pagi: Fortuner Jadi Ambulans, Lelang Porsche Atasi Corona

Otomotif | Rabu, 15 April 2020 | 07:00 WIB

Minta Dipulangkan Jokowi, 12 WNI di India Ini Dibanjiri Komentar Netizen

Minta Dipulangkan Jokowi, 12 WNI di India Ini Dibanjiri Komentar Netizen

News | Rabu, 15 April 2020 | 06:57 WIB

Dua Turis Asing Diperkosa Oknum Polisi dan 6 Berita Heboh Lainnya

Dua Turis Asing Diperkosa Oknum Polisi dan 6 Berita Heboh Lainnya

News | Rabu, 15 April 2020 | 07:01 WIB

Air Laut Diklaim Warga Jadi Obat Corona dan 7 Berita Viral Lainnya

Air Laut Diklaim Warga Jadi Obat Corona dan 7 Berita Viral Lainnya

News | Rabu, 15 April 2020 | 07:05 WIB

Terkini

Kritik Pedas Mobilisasi Siswa Batam Demi Program MBG: Menyesatkan dan Tak Mendidik

Kritik Pedas Mobilisasi Siswa Batam Demi Program MBG: Menyesatkan dan Tak Mendidik

News | Rabu, 24 Juni 2026 | 11:04 WIB

Buntut Kasus Gus Yaqut, KPK Periksa Dirjen PHU Kemenag Hilman Latief

Buntut Kasus Gus Yaqut, KPK Periksa Dirjen PHU Kemenag Hilman Latief

News | Rabu, 24 Juni 2026 | 11:02 WIB

Suap Ketua BEM UBK Coreng Wajah Gerakan Mahasiswa, Aktivisme Bayaran Jadi Penyakit Akut

Suap Ketua BEM UBK Coreng Wajah Gerakan Mahasiswa, Aktivisme Bayaran Jadi Penyakit Akut

News | Rabu, 24 Juni 2026 | 10:55 WIB

Dini Hari Mencekam di Duren Sawit: Api Lahap Warung Kelontong, 18 Jiwa Nyaris Terpanggang

Dini Hari Mencekam di Duren Sawit: Api Lahap Warung Kelontong, 18 Jiwa Nyaris Terpanggang

News | Rabu, 24 Juni 2026 | 10:52 WIB

Anak Sekolah Rawan Terinjak di Demo Makan Gratis Batam: Siapa yang Harus Diseret ke Hukum?

Anak Sekolah Rawan Terinjak di Demo Makan Gratis Batam: Siapa yang Harus Diseret ke Hukum?

News | Rabu, 24 Juni 2026 | 10:27 WIB

Kecelakaan Truk di Flyover Tomang, Material Besi Berserakan Lumpuhkan Jalur

Kecelakaan Truk di Flyover Tomang, Material Besi Berserakan Lumpuhkan Jalur

News | Rabu, 24 Juni 2026 | 10:21 WIB

Perpecahan di Partai Republik? Kongres AS Desak Trump Hentikan Agresi Militer ke Iran

Perpecahan di Partai Republik? Kongres AS Desak Trump Hentikan Agresi Militer ke Iran

News | Rabu, 24 Juni 2026 | 10:10 WIB

Israel Panik Ketegangan AS-Iran Mereda, Sebut Pejanjian Damai akan Untungkan Hizbullah

Israel Panik Ketegangan AS-Iran Mereda, Sebut Pejanjian Damai akan Untungkan Hizbullah

News | Rabu, 24 Juni 2026 | 09:58 WIB

Wall Street Panik Ditinggal Gen Z? Eks Gubernur New York Dorong Saham AS Mudah Dibeli Warga Global

Wall Street Panik Ditinggal Gen Z? Eks Gubernur New York Dorong Saham AS Mudah Dibeli Warga Global

News | Rabu, 24 Juni 2026 | 09:44 WIB

Prabowo Kunker ke Gorontalo Hadiri Puncak PENAS Petani dan Nelayan XVII 2026

Prabowo Kunker ke Gorontalo Hadiri Puncak PENAS Petani dan Nelayan XVII 2026

News | Rabu, 24 Juni 2026 | 09:41 WIB