Unik, Corona Jadi Nama Kurma di Mesir, Harganya Rp 25 Ribu Per Kilogram

Pebriansyah Ariefana

Kamis, 16 April 2020 | 12:36 WIB
Unik, Corona Jadi Nama Kurma di Mesir, Harganya Rp 25 Ribu Per Kilogram
Pedagang kurma nabi di Tanah Abang. (Suara.com/Muslimin)

Suara.com - Nama virus corona menjadi nama sebuah jenis kurma di Mesir. Nama itu disematkan karena saban 2 tahun, Mesir memberikan nama kurma jenis baru.

Kurma ini dibanderol dengan 25 pound Mesir per kilogram atau setara dengan 1,58 dolar atau senilai Rp 25.004. Nama kurma corona ini diberikan karena situsi pandemi virus corona di dunia.

Ahmed Amin, seorang pedagang di pasar grosir di Moqattam di tenggara Kairo, Mesir, dilansir di Arab News, Kamis (16/4/2020) menjelaskan penamaan itu diberikan berserta slogan yang memotivasi untuk segera dihindari dari virus corona.

"Tidak ada Corona di antara kita," bunyi selogan itu.

Para pedagang juga melawan virus corona dengan mengenakan sarung tangan dan masker wajah. Mereka juga berupaya dengan tetap menerapkan pembatasan sosial dan menghindari keramaian.

Mereka menekankan, bahwa mereka tetap berjualan agar tetap mendapatkan penghasilan. Mereka juga menyoroti slogan, bahwa Ramadhan tidak lengkap tanpa kurma. Manajer pasar yang berafiliasi dengan Perusahaan Kompleks Konsumen Al-Ahram yang merupakan milik negara, Mohamed Kamal, mengatakan bahwa sejumlah besar kurma-kurma Ramadhan kini tersedia di papan rak, sedangkan jumlah besar lainnya masih ada di tempat penyimpanan.

Menurutnya, sebanyak 200 kg kurma kering tersedia di pasar dengan harga mulai dari 11 hingga 16 pound Mesir.

"Jenis kurma kering yang bagus harganya 26 pound per kilo. Sedangkan untuk kurma setengah kering, dijual dalam paket 700 gram seharga 15 pound dan paket 400 gram seharga 30 pound," kata Kamal.

Kamal menyebut kurma setengah kering sebagai jenis kurma yang laris dibeli pelanggan. Menjelang Ramadhan, Kamar Dagang di Kairo menerbitkan daftar harga untuk kurma. Akan tetapi, Kamal mengatakan daftar itu menunjukkan banyak perbedaan dalam biaya kurma.

baca juga

Kurma Ebrimi berkisar antara 12 hingga 22 pound per kilo. Harga kurma Suriah berkisar antara 6 hingga 16 pound per kilo. Sementara kurma Ghazal putih mencapai antara 11 hingga 23 pound per kilo.

Kurma Merkaby harganya mulai dari 6 hingga 18 pound. Kurma Ayenat berkisar antara 11 hingga 23 pound. Kurma alban berkisar antara 12 hingga 24 pound. Kurma bangsal tercatat 11 hingga 25 pound. Kurma Bertmoda adalah antara 15 hingga 25 pound. Kurma Skouti tercatat antara 15 hingga 25 pound.

Kurma Aswani dibanderol di harga 6 hingga 16 pound. Kurma El-Gondeila berkisar antara 15 hingga 25 pound. Kemudian kurma Qarn El-Ghazal dijual dengan harga antara 20 hingga 35 pound per kilo.

Sumber artikel cek disini
Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Ilmuwan Sukses Tanam Pohon Kurma dari Biji Berusia 2 Ribu Tahun

Ilmuwan Sukses Tanam Pohon Kurma dari Biji Berusia 2 Ribu Tahun

Tekno | Selasa, 11 Februari 2020 | 12:20 WIB

Tersimpan 2.000 Tahun, Biji Kurma Peninggalan Zaman Nabi Isa Bisa Tumbuh

Tersimpan 2.000 Tahun, Biji Kurma Peninggalan Zaman Nabi Isa Bisa Tumbuh

News | Senin, 10 Februari 2020 | 10:55 WIB

Israel Berhasil Hidupkan 7 Pohon Kurma dari Biji Zaman Nabi Isa

Israel Berhasil Hidupkan 7 Pohon Kurma dari Biji Zaman Nabi Isa

News | Sabtu, 08 Februari 2020 | 18:02 WIB

Digoda Profit Menggiurkan dalam Perangkap Investasi Bodong

Digoda Profit Menggiurkan dalam Perangkap Investasi Bodong

News | Selasa, 28 Januari 2020 | 19:16 WIB

Terkini

Misteri Formasi Tak Lazim Drone Iran, Kesaksian Pilot F-15 Bikin Geger

Misteri Formasi Tak Lazim Drone Iran, Kesaksian Pilot F-15 Bikin Geger

News | Rabu, 24 Juni 2026 | 23:08 WIB

Wacana Ekspor Satu Pintu Dinilai Berpotensi Perkuat Posisi Indonesia di Tengah Persaingan Global

Wacana Ekspor Satu Pintu Dinilai Berpotensi Perkuat Posisi Indonesia di Tengah Persaingan Global

News | Rabu, 24 Juni 2026 | 23:01 WIB

Warga Sipiongot Senang Karena Jalan Diaspal Setelah Puluhan Tahun

Warga Sipiongot Senang Karena Jalan Diaspal Setelah Puluhan Tahun

News | Rabu, 24 Juni 2026 | 22:40 WIB

Skandal Korupsi Kuota Haji: KPK Cecar Eks Dirjen PHU Hilman Latief Soal Modus Bagi-bagi 50 Persen

Skandal Korupsi Kuota Haji: KPK Cecar Eks Dirjen PHU Hilman Latief Soal Modus Bagi-bagi 50 Persen

News | Rabu, 24 Juni 2026 | 21:32 WIB

Masuk RS Polri Gegara Sakit Saluran Pencernaan!  Penahanan Gus Yaqut Dibantarkan

Masuk RS Polri Gegara Sakit Saluran Pencernaan! Penahanan Gus Yaqut Dibantarkan

News | Rabu, 24 Juni 2026 | 21:19 WIB

Eks Plt Direktur PU Ditahan! Terima Suap BUMN dan Rekayasa Proyek Fiktif Rp16 Miliar

Eks Plt Direktur PU Ditahan! Terima Suap BUMN dan Rekayasa Proyek Fiktif Rp16 Miliar

News | Rabu, 24 Juni 2026 | 21:08 WIB

3 Tahun dalam Penyiksaan: Bagaimana Penyekapan YTR Bisa Luput dari Pantauan Sekitar?

3 Tahun dalam Penyiksaan: Bagaimana Penyekapan YTR Bisa Luput dari Pantauan Sekitar?

News | Rabu, 24 Juni 2026 | 20:51 WIB

Sasaran Turis Bali! 18 Kg Ganja Asal Amerika-Rusia Diselundupkan Lewat Trik Kompartemen Koper

Sasaran Turis Bali! 18 Kg Ganja Asal Amerika-Rusia Diselundupkan Lewat Trik Kompartemen Koper

News | Rabu, 24 Juni 2026 | 20:34 WIB

Ditanya Nyesal Ikut Pilpres 2024, Anies Balik Tanya Publik: NyeseI Tak Memilih Saya?

Ditanya Nyesal Ikut Pilpres 2024, Anies Balik Tanya Publik: NyeseI Tak Memilih Saya?

News | Rabu, 24 Juni 2026 | 20:09 WIB

Usut Dalang Pembagian Kuota Haji 50:50, Eks Dirjen PHU Kemenag Dicecar KPK

Usut Dalang Pembagian Kuota Haji 50:50, Eks Dirjen PHU Kemenag Dicecar KPK

News | Rabu, 24 Juni 2026 | 19:48 WIB