alexametrics

Siswa Tak Punya Ponsel, Pak Guru Avan Pilih Mengajar dari Rumah ke Rumah

Dany Garjito | Ruhaeni Intan
Siswa Tak Punya Ponsel, Pak Guru Avan Pilih Mengajar dari Rumah ke Rumah
Avan Fathurrahman (Dok. pribadi)

"Saya sadar ini melanggar imbauan pemerintah agar tetap bekerja dari rumah. Tapi mau gimana lagi?," kata pak guru.

Suara.com - Seorang pria di Sumenep, Madura jadi suri tauladan bagi warganet usai menceritakan pengalamannya sebagai guru selama pandemi corona.

Avan Fathurrahman adalah seorang guru yang mengajar di SDN Batu Putih, Laok, Kecamatan Batu Putih, Kabupaten Sumenep, Madura.

Lantaran pandemi corona, sekolah tempat ia mengajar terpaksa diliburkan dan kegiatan belajar mengajar dipindah ke rumah masing-masing.

Namun, alih-alih gembira, Avan justru merasa prihatin saat mendengar kabar itu.

Baca Juga: Ziarah ke Makam Julia Perez, Adik Beri Tahu Lagi Ada Wabah Corona

Pasalnya, nyaris seluruh siswa SDN Batu Putih tak punya sarana untuk melakukan kegiatan belajar dari rumah seperti pada umumnya.

Mereka tak punya telepon pintar maupun komputer jinjing. Kalaupun punya, biaya untuk membeli kuota internet bakal membebani orang tua wali murid.

Ia pun mencari akal agar persoalan tersebut dapat terselesaikan. Avan mengaku dilema saat mendapat ide untuk berkeliling ke rumah siswa demi mengajari mereka.

"Saya sadar ini melanggar imbauan pemerintah agar tetap bekerja dari rumah. Tapi mau gimana lagi? Membiarkan siswa belajar sendiri di rumah tanpa saya pantau, jelas saya kurang sreg," tulis pak guru Avan lewat akun Facebook-nya.

Di satu sisi, ia merasa takut dan khawatir akan virus corona, namun di sisi lain ia tak bisa membiarkan para siswa belajar sendiri tanpa ada pantauan.

Avan kemudian memutuskan untuk keliling dari rumah ke rumah sekurang-kurangnya tiga kali dalam seminggu guna mengecek kegiatan belajar para siswa. Namun, masalah tak langsung selesai.

Baca Juga: Sinopsis Film Vampires: Los Muertos, Aksi Jon Bon Jovi Jadi Pemburu Hantu

Jarak antar rumah siswa cukup jauh dan medan yang harus ia lalui juga terjal. Belum lagi, saat hujan turun, ia terpaksa harus berjalan kaki untuk sampai di rumah salah satu siswa karena jalanan menuju ke sana tak bisa dilalui sepeda motor.

Komentar