Kaum Muda Berpendapatan Rendah Diprediksi Bakal Nekat Mudik Lebaran

Chandra Iswinarno, Achmad Fauzi

Senin, 20 April 2020 | 18:03 WIB
Kaum Muda Berpendapatan Rendah Diprediksi Bakal Nekat Mudik Lebaran
Ilustrasi jangan mudik di tengah wabah corona. (ist)

Suara.com - Masyarakat berpendapatan menengah-rendah dan kaum muda berusia 17-29 tahun berpotensi mendominasi calon pemudik Lebaran bulan Mei nanti.

Padahal, pemerintah membuat berbagai kebijakan untuk menahan arus mudik tahun ini agar penyebaran Virus Corona tidak semakin meluas ke daerah-daerah.

Hal itu terlihat dalam hasil survei online Katadata Insight Center (KIC) terhadap 2.437 responden pengguna internet di seluruh provinsi pada 29-30 Maret ini. Dalam survei tersebut tercatat mayoritas responden atau 63 persen tidak akan mudik pada Lebaran tahun ini.

Namun, masih ada 12 persen yang menyatakan ingin mudik, 21 persen belum mengambil keputusan dan 4 persen lainnya lebih dahulu pulang kampung.

"Jadi penting perhatikan mereka yang menyatakan akan mudik dari hasil survei ini," ujar Direktur Riset Katadata Insight Center Mulya Amri dalam keteranganya, Senin (20/4/2020).

Dari 12 persen yang berencana mudik, terbanyak adalah karyawan swasta (35,6 persen) dan PNS/ASN (23,4 persen). Hampir 50 persen responden berstatus sosial ekonomi (SES) C,D,E atau pendapatan menengah-rendah.

Menurut Mulya, pada masa pandemi yang mengharuskan pembatasan jarak sosial, kaum usia muda dan penghasilan rendah rentan mengalami penurunan pendapatan, bahkan PHK.

Dari sisi usia, yang terbanyak akan mudik kelompok usia 17-29 tahun (44,5 persen). Sisanya 30-40 tahun (33,5 persen), 41-50 tahun 18,1 persen dan 51 tahun ke atas (3,9). Sedangkan, berdasarkan jenis kelamin, laki-laki lebih dominan dibanding perempuan, yakni mencapai 62,6 persen sedangkan perempuan 37,4 persen.

Gelombang pulang kampung sebenarnya dimulai sejak kasus pertama pandemi Corona di Indonesia (1-5 Maret 2020) dan meningkat tajam saat pemerintah mengeluarkan seruan pembatasan aktivitas di luar rumah (social distancing) pada 16-20 Maret 2020.

baca juga

Sebanyak 34,1 persen dari mereka pulang duluan pada pekan itu. Mayoritas berstatus pelajar/mahasiswa (39,4 persen) diikuti oleh karyawan swasta (23,1 persen).

Selain itu, survei ini juga menemukan pekerja sektor informal, seperti pedagang kecil, penjaga toko, pekerja dan pemilik warung makan juga sudah mudik duluan.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Kemenhub Godok Aturan Angkutan Umum dan Pribadi Dilarang Dipakai Buat Mudik

Kemenhub Godok Aturan Angkutan Umum dan Pribadi Dilarang Dipakai Buat Mudik

News | Senin, 20 April 2020 | 15:43 WIB

Rancang Aturan, Kemenhub Isyaratkan Terbitkan Larangan Mudik Lebaran

Rancang Aturan, Kemenhub Isyaratkan Terbitkan Larangan Mudik Lebaran

News | Senin, 20 April 2020 | 15:09 WIB

Nekat Pulkam Saat Corona, Pria Ini Dilockdown Tak Boleh Masuk Rumah

Nekat Pulkam Saat Corona, Pria Ini Dilockdown Tak Boleh Masuk Rumah

Jogja | Minggu, 19 April 2020 | 21:36 WIB

Anak Buah Prabowo: Mudik Saat Corona Bisa Timbulkan Darurat Pangan

Anak Buah Prabowo: Mudik Saat Corona Bisa Timbulkan Darurat Pangan

News | Minggu, 19 April 2020 | 21:14 WIB

Mudik Lebaran saat Wabah Covid-19? Mungkin Dilarang Pemerintah

Mudik Lebaran saat Wabah Covid-19? Mungkin Dilarang Pemerintah

Otomotif | Jum'at, 17 April 2020 | 17:10 WIB

Terkini

Banjir Aceh Selatan Meluas, 205 Warga Mengungsi dan 794 Jiwa Terdampak

Banjir Aceh Selatan Meluas, 205 Warga Mengungsi dan 794 Jiwa Terdampak

Sumut | Rabu, 04 November 2026 | 12:43 WIB

Pengusutan Kasus Korupsi ATR/BPN, KPK Telisik SDM Summarecon Agung

Pengusutan Kasus Korupsi ATR/BPN, KPK Telisik SDM Summarecon Agung

Bogor | Rabu, 04 November 2026 | 12:42 WIB

Profil Ahrie Sonta Tersangka Penyadapan: Orang Kepercayaan Listyo Sigit, Pernah Jadi Ajudan Prabowo

Profil Ahrie Sonta Tersangka Penyadapan: Orang Kepercayaan Listyo Sigit, Pernah Jadi Ajudan Prabowo

News | Rabu, 04 November 2026 | 12:37 WIB

KONI Jabar Evaluasi Pembinaan Atlet Lewat Porprov XV 2026, Bidik PON 2028

KONI Jabar Evaluasi Pembinaan Atlet Lewat Porprov XV 2026, Bidik PON 2028

Jabar | Rabu, 04 November 2026 | 12:36 WIB

Jokowi Bakal Jadi Saksi di Sidang Roy Suryo, Polda Metro Jaya Siapkan Pengamanan di PN Jaktim Besok

Jokowi Bakal Jadi Saksi di Sidang Roy Suryo, Polda Metro Jaya Siapkan Pengamanan di PN Jaktim Besok

News | Rabu, 04 November 2026 | 12:32 WIB

Kasatgas Tito Kunjungi Pidie Jaya, Tinjau Tanggul Terdampak Banjir Susulan

Kasatgas Tito Kunjungi Pidie Jaya, Tinjau Tanggul Terdampak Banjir Susulan

News | Rabu, 04 November 2026 | 12:32 WIB

Bendungan Karian Menyusut, Pasokan Air Irigasi di Banten Dipastikan Aman

Bendungan Karian Menyusut, Pasokan Air Irigasi di Banten Dipastikan Aman

Banten | Rabu, 04 November 2026 | 12:31 WIB

Review A Love Other Than Yours: Pahitnya Realita Hubungan Jangka Panjang

Review A Love Other Than Yours: Pahitnya Realita Hubungan Jangka Panjang

Your Say | Rabu, 04 November 2026 | 12:30 WIB

3 Rekomendasi Moisturizer Lokal Pengunci Kolagen untuk Usia 50 Tahun ke Atas, Mulai Rp16 Ribuan

3 Rekomendasi Moisturizer Lokal Pengunci Kolagen untuk Usia 50 Tahun ke Atas, Mulai Rp16 Ribuan

Lifestyle | Rabu, 04 November 2026 | 12:28 WIB

Suahasil Tambah Anggaran Subsidi dan Kompensasi Energi Jadi Rp 500 T Imbas Kenaikan Harga Minyak

Suahasil Tambah Anggaran Subsidi dan Kompensasi Energi Jadi Rp 500 T Imbas Kenaikan Harga Minyak

Bisnis | Rabu, 04 November 2026 | 12:26 WIB

×