Array

Ahli Sebut Corona Masuk Mulai Januari, Jubir: Saya Tidak Dikasih Tahu

Selasa, 21 April 2020 | 12:59 WIB
Ahli Sebut Corona Masuk Mulai Januari, Jubir: Saya Tidak Dikasih Tahu
Achmad Yurianto. (Youtube/BNPB Indonesia)

Suara.com - Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan Kasus COVID-19 Achmad Yurianto mengaku dirinya tak pernah diberitahu oleh para ahli jika virus corona ternyata sudah masuk ke Indonesia sejak bulan Januari.

"Sebaiknya menanyakan ke UI, karena saya juga tidak pernah dikasih tahu jika memang mereka menemukannya," kata Yuri dikutip dari Keepo.me -- jaringan Suara.com.

Ia malah balik bertanya, jika hal itu benar mengapa para ahli tidak memberi tahu sejak awal virus tersebut masuk ke Indonesia.

"Pertanyaannya kenapa baru bilang sekarang? Tidak di saat mereka meyakini ada kasus yang masuk ke Indonesia," katanya.

Sebelumnya, tim ahli dari Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia (FKM UI) mengatakan bahwa COVID-19 telah masuk ke Indonesia jauh sebelum bulan Maret ketika awal diumumkan secara resmi.

"Kapan virus ini masuk ke Indonesia? Bukan bulan Maret ketika presiden melaporkan [kasus positif pertama]," kata Staf Pengajar FKM UI Pandu Riono saat acara Diskusi Online, Minggu (19/4/2020).

Ia pun menyatakan bahwa rekan-rekan sejawatnya dari FKM UI meyakini jika kasus COVID-19 telah masuk ke Indonesia sejak minggu ke-3 bulan Januari 2020 lewat penularan lokal.

Ini disinyalir dengan adanya Orang Dalam Pemantauan (ODP) di sejumlah daerah pada waktu itu. Pandu menyebut bahwa kasus corona di Indonesia bukan hasil produk impor melainkan justru ditularkan secara lokal.

"Sebenarnya penularan lokal sudah terjadi, sudah ada ODP di daerah. Sebenarnya kita berasumsi virus itu sudah beredar sejak minggu ke-3 bulan Januari. Jadi kasus ini bukan penularan impor," katanya.

Baca Juga: Hong Kong Perpanjang Masa Pembatasan Sosial Akibat Corona 14 Hari

Ahli Epidemilogi Prediksi Virus Corona Sudah Masuk Indonesia Sejak Januari

Ahli Epidemilogi dan Biostatistik Universitas Indonesia (UI) Dr Pandu Riono memprediksi sebenarnya keberadaan kasus virus corona COVID-19 di Indonesia sudah terjadi sejak Januari hingga Februari. Bukan Maret seperti yang diumumkan pemerintah.

Pandu mengatakan berdasarkan sistem surveilans epidemiologi kesehatan masyarakat memperlihatkan bahwa sejak Januari di Indonesia sudah terdapat dengan gejala covid seperti batuk dan demam.

"Karena dari bulan Januari sudah ada laporan-laporan kasus orang dengan gejala yang tidak sembuh ketika diobati dengan obat demam biasa, ini baru kecurigaan pertama," kata Pandu kepada Suara.com, Rabu (15/4/2020).

Dia menyebut hasil negatif Covid-19 pada saat itu dipengaruhi oleh laboratorium Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan (Balitbangkes) yang belum siap, sehingga baru terbukti positif di kemudian hari, setelah pasien meninggal dunia.

"Virus itu sudah lama di Indonesia, kita terlena, menganggap tidak ada, semangatnya Indonesia bebas virus. Itu yang membuat kita menjadi kondisinya seperti sekarang," ucapnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kamu Beneran Orang Solo Apa Bukan?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pemula atau Suhu, Seberapa Tahu Kamu soal Skincare?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA: Soal Matematika Kelas 6 SD dengan Jawaban dan Pembahasan Lengkap
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Tahu Kamu Soal Transfer Mauro Zijlstra ke Persija Jakarta? Yuk Uji Pengetahuanmu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Fun Fact Nicholas Mjosund, Satu-satunya Pemain Abroad Timnas Indonesia U-17 vs China
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 10 Soal Matematika Materi Aljabar Kelas 9 SMP dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan John Herdman? Pelatih Baru Timnas Indonesia
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Otak Kanan vs Otak Kiri, Kamu Tim Kreatif atau Logis?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Apakah Kamu Terjebak 'Mental Miskin'?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA: 10 Soal Bahasa Inggris Kelas 12 SMA Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Sehat Ginjalmu? Cek Kebiasaan Harianmu yang Berisiko Merusak Ginjal
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI