Harga Minyak Dunia Anjlok Hingga Bisa Minus, Ini Penjelasannya

Chandra Iswinarno, Mohammad Fadil Djailani

Selasa, 21 April 2020 | 18:31 WIB
Harga Minyak Dunia Anjlok Hingga Bisa Minus, Ini Penjelasannya
Ilustrasi harga minyak dunia turun. [Shutterstock]

Suara.com - Harga minyak mentah dunia patokan Amerika Serikat (AS) pada awal pekan ini cukup membuat kaget semua kalangan. Lantaran, harga minyak mentah berjangka AS yang mengacu pada West Texas Intermediate (WTI) anjlok hingga ke bawah 0 dolar AS atau menjadi -37,63 dolar AS per barel.

Apa yang menyebabkan harga minyak jatuh begitu dalam?

Menanggapi hal tersebut Praktisi Saham dari May Institute, Ellen May mengungkapkan, harga minyak yang kian tertekan diakibatkan melimpahnya pasokan. Namun tidak diimbangi dengan banyaknya permintaan karena imbas pandemi Virus Corona atau Covid-19, sehingga harga minyak mentah jatuh dalam 22 tahun terakhir.

"Deadline perdagangan Mei yang segera berakhir pada 21 April ini, tidak dibarengi dengan banyaknya permintaan atas minyak tersebut menjadi penyebab harganya turun sedalam-dalamnya," kata Ellen dalam analisanya, Selasa (21/4/2020).

Akibatnya, pasokan masih melimpah tapi pembelian sangat langka akibat aktivitas industri yang sangat berkurang karena lockdown dan physical distancing.

Sementara kontrak WTI untuk Juni turun 14,7 persen tetapi bertahan di 22 dolar AS per barel. Pasar Contango mengimplikasikan, pelaku pasar minyak yakin bahwa harga akan menguat ke depan, sehingga mereka memborong minyak dan menguncinya untuk dijual di masa mendatang.

"Ini menjelaskan kenapa harga kontrak WTI pengiriman Juni di level 22 dolar AS sedangkan kontrak WTI pengiriman Mei anjlok," ungkapnya.

Beberapa waktu lalu, kesepakatan pengurangan produksi dari AS, Arab, Rusia dan OPEC terjadi. Namun seperti diketahui sejak awal, pengurangan tingkat produksi tersebut tidak menjamin harga minyak dapat stabil. Pengurangan tingkat produksi tersebut masih belum mampu mengimbangi antara pasokan dengan permintaan.

Merespon rekor turunnya harga minyak tersebut, Presiden Trump menyebut akan membeli 75 juta barel minyak mentah dan menjadikannya sebagai cadangan strategis.

baca juga

Hal ini diungkapkan Trump usai harga minyak anjlok di bawah nol dolar atau negatif. Trump melihat ini sebagai peluang dan pengisian cadangan strategis hingga 75 juta barel ini menjadi rekor tersendiri di AS.

Redaktur buletin pasar minyak The Schork Report, Stephen Schork memperkirakan, akses ke kapasitas penyimpanan di AS akan habis dalam dua minggu ke depan. Dia memperingatkan, jatuhnya konsumsi minyak negara AS bisa semakin cepat.

Sementara pada 17 April 2020, cadangan minyak AS sudah terisi 635 juta barel dari batas saat ini yang sebanyak 713,5 juta barel. Cadangan minyak tersebut disimpan di area bawah tanah di sepanjang Teluk Texas dan Louisiana, kemudian di selatan AS dengan kapasitas maksimal 727 juta barel.

Minyak Tetap Diproduksi Meski Harganya Rendah

Biaya untuk menutup tambang minyak yang beroperasi jauh lebih tinggi, daripada terus memproduksi. Sedangkan, jika operasi minyak ditutup untuk memulai produksinya kembali juga tidak mudah karena perlu biaya yang besar juga.

Minyak tidak bisa dibuang begitu saja oleh produsen, karena dampaknya yang berbahaya bagi lingkungan. Sehingga, produsen minyak memberi insentif kepada para konsumennya.

"Yakni insentifnya berupa harga negatif, ini sebagai jalan kerugian paling kecil karena produksi tidak bisa distop." Kata Ellen.

Insentif berupa harga minus ini agar minyak bisa diambil oleh pasar, nah untuk diambil pasar akan diperlukan biaya seperti menyewa storage atau tangki-tangki kapal. Inilah yang kemudian lahir istilah "Ambil minyak malah dapat duit dari produsen."

Lalu Bagaimana Efeknya?

Harga minyak yang negatif menandakan bahwa outlook perekonomian sangatlah melambat, begitupula dengan respon pasar saham yang masih berpotensi turun. Saham sektor minyak dan batubara tentu saja akan dirugikan dengan harga komoditas yang tertekan.

Sehingga, sangat tidak mereferensikan saham sektor minyak dan sektor pertambangan untuk investasi jangka panjang.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Direktur AKR Corporindo Kaget Bangun Tidur Lihat Harga Minyak di Bawah Nol

Direktur AKR Corporindo Kaget Bangun Tidur Lihat Harga Minyak di Bawah Nol

Bisnis | Selasa, 21 April 2020 | 09:16 WIB

Pertama Dalam Sejarah, Harga Minyak Dunia Minus 37,63 Dolar AS per Barel

Pertama Dalam Sejarah, Harga Minyak Dunia Minus 37,63 Dolar AS per Barel

Bisnis | Selasa, 21 April 2020 | 07:49 WIB

Permintaan Turun 9,3 Juta Barel per Hari, Harga Minyak Dunia Anjlok

Permintaan Turun 9,3 Juta Barel per Hari, Harga Minyak Dunia Anjlok

Bisnis | Selasa, 21 April 2020 | 07:13 WIB

Harga Minyak Dunia Belum Tunjukan Perbaikan Imbas Minimnya Permintaan

Harga Minyak Dunia Belum Tunjukan Perbaikan Imbas Minimnya Permintaan

Bisnis | Senin, 20 April 2020 | 07:02 WIB

Sri Mulyani Prediksi Harga Minyak Dunia Sentuh Level 18 Dolar AS per Barel

Sri Mulyani Prediksi Harga Minyak Dunia Sentuh Level 18 Dolar AS per Barel

Bisnis | Jum'at, 17 April 2020 | 13:33 WIB

Terkini

6 Perbedaan Night Cream dan Sleeping Mask, Apakah Harus Dipakai Dua-duanya?

6 Perbedaan Night Cream dan Sleeping Mask, Apakah Harus Dipakai Dua-duanya?

Lifestyle | Jum'at, 25 September 2026 | 23:39 WIB

Day Trading Bukan Sekadar Kejar Cuan, Risiko Justru Jadi Kunci

Day Trading Bukan Sekadar Kejar Cuan, Risiko Justru Jadi Kunci

Bisnis | Jum'at, 25 September 2026 | 23:30 WIB

Dituduh Huni 'Rumah Khusus' di Lapas Cibinong, Pengacara Ferdy Sambo Buka Suara

Dituduh Huni 'Rumah Khusus' di Lapas Cibinong, Pengacara Ferdy Sambo Buka Suara

Bogor | Jum'at, 25 September 2026 | 23:14 WIB

DPRD Banten Soroti Tukin Kepala Sekolah SMA dan SMK Rp14,5 Juta, Minta Dievaluasi

DPRD Banten Soroti Tukin Kepala Sekolah SMA dan SMK Rp14,5 Juta, Minta Dievaluasi

Banten | Jum'at, 25 September 2026 | 22:55 WIB

Ponaryo Astaman Prediksi FIFA ASEAN Cup 2026 Bakal Berlangsung Ketat

Ponaryo Astaman Prediksi FIFA ASEAN Cup 2026 Bakal Berlangsung Ketat

Jabar | Jum'at, 25 September 2026 | 22:35 WIB

Ferdy Sambo Buka Suara soal Sel Mewah di Lapas Cibinong

Ferdy Sambo Buka Suara soal Sel Mewah di Lapas Cibinong

News | Jum'at, 25 September 2026 | 22:33 WIB

Finex Perluas Pembayaran Lokal, QRIS Jadi Andalan Trader

Finex Perluas Pembayaran Lokal, QRIS Jadi Andalan Trader

Bisnis | Jum'at, 25 September 2026 | 22:30 WIB

Bukan Cuma Alat Bayar, BRIZZI Keychain Pestapora 2026 Wajib Masuk Wishlist Koleksi!

Bukan Cuma Alat Bayar, BRIZZI Keychain Pestapora 2026 Wajib Masuk Wishlist Koleksi!

Bri | Jum'at, 25 September 2026 | 22:27 WIB

Pakar Hukum Desak Pembebasan Bersyarat Mas Bechi Dicabut

Pakar Hukum Desak Pembebasan Bersyarat Mas Bechi Dicabut

News | Jum'at, 25 September 2026 | 22:25 WIB

Menang 2-0 atas Singapura, Ranking FIFA Timnas Indonesia Meroket

Menang 2-0 atas Singapura, Ranking FIFA Timnas Indonesia Meroket

Bola | Jum'at, 25 September 2026 | 22:13 WIB

×