Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.551.000
Beli Rp2.425.000
IHSG 6.409,654
LQ45 640,294
Srikehati 312,025
JII 387,404
USD/IDR 17.908

Sri Mulyani Prediksi Harga Minyak Dunia Sentuh Level 18 Dolar AS per Barel

Iwan Supriyatna, Mohammad Fadil Djailani

Jum'at, 17 April 2020 | 13:33 WIB
Sri Mulyani Prediksi Harga Minyak Dunia Sentuh Level 18 Dolar AS per Barel
Ilustrasi harga minyak dunia. [Shutterstock]

Suara.com - Pandemi virus corona atau Covid-19 yang melanda dunia termasuk Indonesia, makin membuat harga minyak dunia terjerembab menjadi lebih murah.

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati pun menyoroti perkembangan ini, menurutnya makin murahnya harga minyak dunia tentu membuat kerugian bagi negara produsen minyak dunia.

"Harga komoditas juga mengalami penurunan yang sangat tajam. Paling utama adalah minyak, karena pada saat demandnya turun juga sempat terjadi ketegangan antara Saudi dengan Rusia dan bahkan sesudah OPEC + Rusia setuju, memangkas jumlah produksi, namun sudah muncul data-data bahwa permintaan akan jauh lebih turun, sementara produksi sudah terlanjur cukup besar," kata Sri Mulyani dalam konfrensi pers melalui video teleconference di Jakarta, Jumat (17/4/2020).

Bahkan kata mantan Direktur Pelaksana Bank Dunia ini, harga minyak dunia diperkirakan akan terus merosot hingga 18 dolar AS per barel.

"Walaupun ada pengumuman OPEC, disampaikan akan ada pemotongan produksi pada bulan Mei, Juni, Juli ke depan, harga tetap merosot untuk WTI, bahkan pada level 18 dolar, di bawah 20 dolar per barel," katanya.

Dalam laporan yang dirilis International Energy Agency (IEA), disebutkan bahwa permintaan minyak global akan turun 9,3 juta barel per hari year-on-year pada 2020. Penurunan tersebut merupakan yang tertajam sepanjang sejarah.

Permintaan global untuk bulan April diperkirakan lebih rendah 29 juta barel per hari dari setahun lalu, mencapai level yang terakhir terjadi pada 1995 lalu.

Sebelumnya Organization of the Petroleum Exporting Countries atau OPEC dan negara-negara produsen minyak mentah lainnya yang tergabung dalam OPEC+ sepakat untuk memangkas produksi sebesar 9,7 juta barel per hari pada Mei dan Juni.

Namun sayangnya kebijakan ini belum mampu mengangkat harga minyak dari jurang kejatuhan akibat virus corona yang melanda dunia.

baca juga

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Sri Mulyani Sebut 1,24 Juta Pekerja Jadi Korban PHK Imbas Corona

Sri Mulyani Sebut 1,24 Juta Pekerja Jadi Korban PHK Imbas Corona

Bisnis | Jum'at, 17 April 2020 | 13:06 WIB

Kebijakan OPEC Belum Mampu Dongkrak Harga Minyak Dunia

Kebijakan OPEC Belum Mampu Dongkrak Harga Minyak Dunia

Bisnis | Jum'at, 17 April 2020 | 07:20 WIB

Harga Minyak Dunia Turun, DPR Desak Pemerintah Sesuaikan Harga BBM

Harga Minyak Dunia Turun, DPR Desak Pemerintah Sesuaikan Harga BBM

DPR | Kamis, 16 April 2020 | 11:12 WIB

Terkini

Anggota Geng Motor di Deli Serdang Ditangkap Jual Sabu di Rel Kereta Api

Anggota Geng Motor di Deli Serdang Ditangkap Jual Sabu di Rel Kereta Api

Sumut | Senin, 10 Agustus 2026 | 10:48 WIB

Ternyata Ini di Balik Benjamin Netanyahu Tolak 15 Poin Perdamaian Gaza dari Donald Trump

Ternyata Ini di Balik Benjamin Netanyahu Tolak 15 Poin Perdamaian Gaza dari Donald Trump

News | Senin, 10 Agustus 2026 | 10:47 WIB

Kapal dari Teluk Thailand Bawa 1,3 Ton Ketamine, Disembunyikan di Ruang Rahasia ABK

Kapal dari Teluk Thailand Bawa 1,3 Ton Ketamine, Disembunyikan di Ruang Rahasia ABK

News | Senin, 10 Agustus 2026 | 10:46 WIB

Jebakan Narsisme Kebudayaan: Mengapa Delegasi Mahasiswa Harus Berhenti Sekadar Jadi 'Performer'

Jebakan Narsisme Kebudayaan: Mengapa Delegasi Mahasiswa Harus Berhenti Sekadar Jadi 'Performer'

Your Say | Senin, 10 Agustus 2026 | 10:46 WIB

JPPI Minta Evaluasi Buku Pelajaran Tak Dimanfaatkan untuk Kepentingan Bisnis

JPPI Minta Evaluasi Buku Pelajaran Tak Dimanfaatkan untuk Kepentingan Bisnis

News | Senin, 10 Agustus 2026 | 10:45 WIB

Dari Kemiren untuk Kemiren: Kiprah Kang Edai Bersama Astra

Dari Kemiren untuk Kemiren: Kiprah Kang Edai Bersama Astra

Your Say | Senin, 10 Agustus 2026 | 10:45 WIB

Kala Hati Mengajak Pulang: Perjalanan Nyoman Nadiana Membangun Desa Les

Kala Hati Mengajak Pulang: Perjalanan Nyoman Nadiana Membangun Desa Les

Your Say | Senin, 10 Agustus 2026 | 10:42 WIB

Takut Dibom Houthi, Kapal Tanker Arab Saudi Samarkan Rute Pelayaran ke Terusan Suez

Takut Dibom Houthi, Kapal Tanker Arab Saudi Samarkan Rute Pelayaran ke Terusan Suez

News | Senin, 10 Agustus 2026 | 10:37 WIB

Jelang HUT RI dan 5 Abad Jakarta, Pemkot Jaksel Sikat PKL hinga Parkir Liar di Kalibata City

Jelang HUT RI dan 5 Abad Jakarta, Pemkot Jaksel Sikat PKL hinga Parkir Liar di Kalibata City

News | Senin, 10 Agustus 2026 | 10:37 WIB

Perbedaan Sifat Gemini Mei dan Gemini Juni, Kamu Related?

Perbedaan Sifat Gemini Mei dan Gemini Juni, Kamu Related?

Lifestyle | Senin, 10 Agustus 2026 | 10:33 WIB

×