Menaker : Solidaritas Global harus Dikedepankan Paska Pandemi Covid-19

Fabiola Febrinastri

Jum'at, 24 April 2020 | 08:01 WIB
Menaker : Solidaritas Global harus Dikedepankan Paska Pandemi Covid-19
Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Ida Fauziyah. (Dok : Kemnaker).

Suara.com - Mengedepankan pentingnya solidaritas global dan itikad baik untuk bangkit paska pandemik Covid-19 dan menata kembali kehidupan ekonomi dan sosial yang lebih baik, khususnya dalam bidang ketenagakerjaan, merupakan saran Menteri Ketenagakerjaan (Menaker), Ida Fauziyah.

Menaker menggelar pertemuan luar biasa dengan Menteri-Menteri Perburuhan dan Ketenagakerjaan dari negara anggota G20 dan Engagement Group G20, dalam rangka menghadapi wabah pandemi Covid-19 di Kantor Kemnaker, Jakarta, Rabu (23/4/2020) malam.

Pertemuan secara virtual tersebut dihadiri oleh Menteri Perburuhan dan Pembangunan Sosial Kerajaan Arab Saudi Ahmad Bin Salman AL Rajhi sebagai Ketua pertemuan; dan Menteri Kesehatan, Tenaga Kerja, dan Sosial Jepang, Kato Katsunobu; dan Menteri Perburuhan dan Kebijakan Sosial Italia, Nunzia Catalfo yang bertindak selaku wakil ketua.

Saran Ida yang disebutkan di atas merupakan saran pertama. Menaker mengusulkan tiga saran. Adapun saran kedua, fokus pada upaya pemulihan jangka menengah dan merencanakan pemulihan jangka panjang akibat dampak pandemik.

"Ketiga, memprioritaskan ketahanan dan stabilitas pasar domestik dan global, " katanya.

Menurut Ida, saat ini, Indonesia bersama lebih dari 200 negara di dunia sedang berjuang melawan pandemik Covid-19 yang telah berdampak pada kehidupan manusia. Lebih dari 2 juta pekerja, baik di sektor formal maupun informal di Indonesia telah terdampak pada masa pandemik Covid-19.

"Di Indonesia, kami telah mengkonfirmasi hampir 7.775 ribu kasus Covid-19, yang kini telah dilaporkan ke WHO, dengan lebih dari 647 orang meninggal dan sembuh 960 orang, " kata Ida, yang didampingi Dirjen PHI & Jamsos, Haiyani Rumondang; Karo Kerja Sama Luar Negeri (KLN) Indah Anggoro Putri; Ses Ditjen PHI & Jamsos, Adriani dan karo Humas Soes Hindharno.

Dalam menghadapi pandemik Covid-19, Ida menjelaskan, pemerintah Indonesia di bidang ketenagakerjaan telah mengambil sejumlah tindakan atau langkah bagi rakyatnya. Langkah-langkah itu adalah mengoptimalkan pelaksanaan Program Kartu Pra-Kerja (Pre-Employment Card) khususnya bagi pekerja yang terkena pemutusan hubungan kerja (PHK) melalui pemberian pelatihan dan dukungan finansial; memberikan insentif pelatihan berbasis kompetensi dan produktivitas bagi masyarakat terdampak; mengoptimalkan peran Balai Latihan Kerja (BLK) melalui Program BLK Tanggap Covid-19 dalam rangka memitigasi dampak pandemik.

Selain itu, pemerintah juga telah melakukan masifikasi program pengembangan dan perluasan kesempatan kerja melalui padat karya dan kewirausahaan bagi pekerja terdampak, calon pekerja migran, pekerja migran Indonesia yang dipulangkan, dan pekerja usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM); serta pendekatan-pendekatan penting lainnya.

baca juga

"Kami berharap, agar strategi-strategi ini dapat benar-benar memberikan dampak positif bagi upaya pemulihan pasar kerja, " ujarnya.

Di tingkat nasional, lanjut Ida, pemerintah Indonesia telah mulai memberikan stimulus finansial bagi sektor kesehatan, jaring pengaman sosial, insentif pajak, termasuk restrukturisasi kredit serta pembiayaan bagi UMKM.

"Sudah saatnya bagi kita semua untuk menciptakan momentum politik dan mencapai hasil yang konkret demi memajukan agenda ketenagakerjaan domestik dan global, " tambahnya.

Dalam kesempatan tersebut, Ida mendukung penuh inisiatif Presidensi G20 Kerajaan Arab Saudi untuk mewujudkan pernyataan Menteri-Menteri Perburuhan dan Ketenagakerjaan G20 tentang pandemik Covid-19. Dukungan tersebut sebagai bukti Indonesia sebagai satu komunitas, satu kawasan, dan satu dunia yang sama, untuk meningkatkan kemampuan dan menyiapkan dan merespon situasi kini.

"Kami juga tengah memikirkan langkah-langkah selanjutnya yang harus diambil dengan mengintensifkan dialog sosial bersama para pengusaha/pekerja, setelah pemulihan jangka pendek. Beberapa hal yang harus diperhatikan adalah aspek kehidupan, pekerjaan dan bisnis yang layak, " ujar Ida.

Pernyataan pemimpin G20 menekankan dengan jelas bahwa negara-negara G20 harus mengambil semua langkah-langkah yang diperlukan untuk melindungi rakyatnya, dan menggunakan seluruh alat kebijakan yang tersedia demi menopang ekonomi, mempertahankan stabilitas pasar, serta melindungi pekerja dan keberlangsungan usaha. Selain itu juga perlindungan sosial bagi kelompok rentan juga sangat diutamakan. (*)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Bhinneka Hadirkan Layanan Rapid Test Covid-19

Bhinneka Hadirkan Layanan Rapid Test Covid-19

Tekno | Jum'at, 24 April 2020 | 05:55 WIB

Kemenristek Sulap Wisma Puspiptek Jadi Rumah Singgah Tenaga Medis Covid-19

Kemenristek Sulap Wisma Puspiptek Jadi Rumah Singgah Tenaga Medis Covid-19

Tekno | Jum'at, 24 April 2020 | 05:34 WIB

Akhir Mei, Spanyol Akan Longgarkan Lockdown

Akhir Mei, Spanyol Akan Longgarkan Lockdown

Video | Jum'at, 24 April 2020 | 06:35 WIB

9 Tenaga Medis Covid-19 Tinggal Sementara di Rumah Dinas Bupati Bantul

9 Tenaga Medis Covid-19 Tinggal Sementara di Rumah Dinas Bupati Bantul

Jogja | Jum'at, 24 April 2020 | 04:55 WIB

Wow! Masker Berbentuk Bra jadi Tren di Tengah Pandemi Corona Covid-19

Wow! Masker Berbentuk Bra jadi Tren di Tengah Pandemi Corona Covid-19

Lifestyle | Jum'at, 24 April 2020 | 07:00 WIB

Pesan Makanan Lewat Ojol di Tengah Pandemi Covid-19, Amankah dari Corona?

Pesan Makanan Lewat Ojol di Tengah Pandemi Covid-19, Amankah dari Corona?

Health | Jum'at, 24 April 2020 | 07:45 WIB

Terkini

Riyadh Diguncang Serangan Houthi, Pasokan Minyak Global di Ujung Tanduk!

Riyadh Diguncang Serangan Houthi, Pasokan Minyak Global di Ujung Tanduk!

News | Minggu, 20 September 2026 | 07:45 WIB

Kecelakaan di Tol Bangkinang, Ustaz dan Dosen Meninggal

Kecelakaan di Tol Bangkinang, Ustaz dan Dosen Meninggal

Riau | Minggu, 20 September 2026 | 07:42 WIB

Daftar Shio Paling Disukai Atasan karena Kerja Cepat dan Jujur

Daftar Shio Paling Disukai Atasan karena Kerja Cepat dan Jujur

Lifestyle | Minggu, 20 September 2026 | 07:41 WIB

Ironi Buah Nusantara: Dulu Pangan Sehari-hari, Kini Jadi "Kemewahan" Kecil?

Ironi Buah Nusantara: Dulu Pangan Sehari-hari, Kini Jadi "Kemewahan" Kecil?

Your Say | Minggu, 20 September 2026 | 07:25 WIB

Serunya BABYMONSTER dan MONSTIEZ Jalani Misi Planet Reno

Serunya BABYMONSTER dan MONSTIEZ Jalani Misi Planet Reno

Foto | Minggu, 20 September 2026 | 07:00 WIB

4 Shio yang Makin Hoki Setelah 20 September 2026, Hidup Lancar dan Sesuai Rencana

4 Shio yang Makin Hoki Setelah 20 September 2026, Hidup Lancar dan Sesuai Rencana

Lifestyle | Minggu, 20 September 2026 | 06:47 WIB

Review Plastic Beauty: Sisi Gelap Operasi Plastik yang Dikemas Brutal dan Realistis

Review Plastic Beauty: Sisi Gelap Operasi Plastik yang Dikemas Brutal dan Realistis

Your Say | Minggu, 20 September 2026 | 06:40 WIB

Semarak Pembukaan Asian Games 2026

Semarak Pembukaan Asian Games 2026

Foto | Minggu, 20 September 2026 | 06:00 WIB

Bank BSN Perluas Solusi Keuangan Syariah Berbasis Emas

Bank BSN Perluas Solusi Keuangan Syariah Berbasis Emas

Foto | Minggu, 20 September 2026 | 05:00 WIB

Surya Paloh Desak RUU Pemilu Dikebut: Jangan Tunggu Sampai Tahun Depan

Surya Paloh Desak RUU Pemilu Dikebut: Jangan Tunggu Sampai Tahun Depan

News | Sabtu, 19 September 2026 | 23:45 WIB

×