91 Awak Kapal Pesiar Costa Atlantica Positif COVID-19

Syaiful Rachman

Sabtu, 25 April 2020 | 00:42 WIB
91 Awak Kapal Pesiar Costa Atlantica Positif COVID-19
Kapal Pesiar milita Italia Costa Atlantica. [AFP]

Suara.com - Jumlah awak kapal pesiar berbendera Italia, Costa Atlantica, yang dinyatakan positif tertular SARS-CoV-2, virus corona jenis baru penyebab COVID-19, bertambah menjadi 91 orang. Hal itu diungkapkan otoritas Prefektur Nagasaki, Jepang, Jumat (24/4/2020).

Di tengah pemeriksaan terhadap ratusan awak kapal, banyak pihak bertanya mengenai cara dan kapan para awak kapal itu dipulangkan ke negara masing-masing.

Otoritas di Nagasaki telah memeriksa separuh dari 623 total awak kapal Costa Atlantica. Tenaga medis setempat berusaha mempercepat pemeriksaan awak kapal lainnya setelah satu dari mereka dinyatakan positif tertular virus minggu ini.

Temuan kasus positif pada awak kapal itu membuat banyak pihak khawatir COVID-19 dapat menyebar ke wilayah Nagasaki dan membuat layanan kesehatan setempat kewalahan.

Pemerintah mengatakan awak kapal yang dinyatakan negatif tertular virus akan dipulangkan ke negaranya. Keputusan itu disambut baik banyak pejabat pemerintah di Prefektur Nagasaki.

"Kami berusaha menyelesaikan masalah ini secepat mungkin," kata salah satu pejabat lewat jumpa pers yang ditayangkan melalui sambungan Internet, Jumat (24/4/2020).

Namun, prosedur dan waktu pemulangan belum ditentukan otoritas terkait.

Kapal pesiar Costa Atlantica dibawa oleh unit usaha Mitsubishi Heavy Industries ke galangan kapal di Nagasaki untuk perbaikan setelah jadwal perawatan rutin di China dibatalkan akibat pandemi.

Peristiwa yang banyak diberitakan pada minggu ini membuat sejumlah orang membandingkan situasi di Nagasaki dengan insiden Kapal Diamond Princess yang sandar di Yokohama dua bulan lalu. Saat itu, lebih dari 700 penumpang dan awak kapal Diamond Princess dinyatakan positif tertular COVID-19.

baca juga

Otoritas di Nagasaki telah mengarantina awak kapal Costa Atlantica saat tiba di Jepang. Pemerintah setempat juga memerintahkan awak kapal untuk tidak ke luar dermaga kecuali ingin ke rumah sakit.

Namun, beberapa pejabat setempat pada minggu ini mengatakan mereka baru mengetahui sejumlah awak ke luar kapal tanpa sepengetahuan mereka. Saat ini, pemerintah masih mencari informasi mengenai aktivitas mereka di luar kapal.

Seorang pegawai Mitsubishi menerangkan ia masih menggali informasi dari operator kapal Costa Atlantica, Costa Cruises. Ia berharap dapat membagi temuannya pada minggu ini.

Dua kapal lainnya yang dikelola Costa Cruises, yaitu Costa Serena dan Costa Neoromantica, dengan total awak 1.000 orang juga sandar di Nagasaki. Dua kapal itu dijadwalkan berlayar pada akhir April.

Sejauh ini tidak ada pemeriksaan COVID-19 di dua kapal itu karena belum ada kasus positif yang ditemukan.

Banyak pihak khawatir layanan kesehatan di Nagasaki tertekan, meskipun hanya satu dari 91 awak kapal yang dirawat di rumah sakit. Pasien positif dengan gejala sakit ringan, atau tidak bergejala sama sekali, diminta mengisolasi diri dalam kapal.

Pasien positif dalam kapal tetap dipantau kondisi kesehatannya oleh seorang dokter dan empat perawat.

Rumah sakit di beberapa wilayah Jepang mengeluh kekurangan tepat tidur. NHK, lembaga penyiaran publik di Jepang, melaporkan virus yang ditularkan dari dalam kapal pesiar ikut menambah jumlah pasien positif di Jepang menjadi 12.472 orang. Dari jumlah itu, 328 di antaranya meninggal dunia.

Demi menekan penyebaran virus, Palang Merah Jepang menggelar tes COVID-19 lewat pemeriksaan antibodi. Uji COVID-19 itu dilakukan bersama pemerintah guna memastikan pendonor darah tidak tertular virus.

Palang Merah mengatakan pihaknya mengadakan survei dengan persetujuan para pendonor untuk mengetahui efektivitas alat uji antibodi itu. Walaupun demikian, harian Mainichi Shimbun melaporkan hasil survei juga akan digunakan untuk mengetahui penyebaran virus.

Pemerintah Jepang masih menimbang perlunya publikasi hasil survei tahap pertama pada 1 Mei.

Dewan penasehat pemerintah untuk penanggulangan wabah menganjurkan uji COVID-19 digelar pada tengah pekan depan demi mengetahui tingkat penularan virus.

Pemerintah Jepang menerima banyak kritik karena keputusannya terlalu bergantung pada uji polymer chain reaction (PCR) untuk mengetahui COVID-19. Sejumlah ahli menerangkan tes itu membuat penderita penyakit sulit dilacak sehingga menyebabkan banyak orang di rumah sakit tertular penyakit.

Dalam kesempatan berbeda, Gubernur negara bagian New York Andrew Cuomo di Amerika Serikat pada Kamis (23/4/2020) mengatakan hasil awal survei yang digelar otoritas setempat menunjukkan hampir 14 persen orang di wilayah itu memiliki antibodi yang bisa menangkal virus corona. Ia memprediksi 2,7 juta penduduk New York mungkin telah tertular virus. (Antara)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Raih Gelar Ganda, Inter Milan Perpanjang Kontrak Cristian Chivu hingga 2028

Raih Gelar Ganda, Inter Milan Perpanjang Kontrak Cristian Chivu hingga 2028

Bola | Jum'at, 19 Juni 2026 | 05:42 WIB

Membaca Haru no Sora: Mengapa Si Tukang Bully Berhak untuk Terluka?

Membaca Haru no Sora: Mengapa Si Tukang Bully Berhak untuk Terluka?

Your Say | Kamis, 18 Juni 2026 | 15:20 WIB

Sinopsis Sayonara Noir, Drama Jepang Dibintangi Eiko Koike dan Kana Kita

Sinopsis Sayonara Noir, Drama Jepang Dibintangi Eiko Koike dan Kana Kita

Your Say | Kamis, 18 Juni 2026 | 18:20 WIB

Candaan soal Pemain Jepang Tuai Kontroversi, Rafael van der Vaart: Tidak Ada Niat Rasis

Candaan soal Pemain Jepang Tuai Kontroversi, Rafael van der Vaart: Tidak Ada Niat Rasis

Bola | Kamis, 18 Juni 2026 | 06:34 WIB

Mentalitas Baja Samurai Biru: Mengapa Jepang Layak Jadi Kuda Hitam Paling Berbahaya

Mentalitas Baja Samurai Biru: Mengapa Jepang Layak Jadi Kuda Hitam Paling Berbahaya

Your Say | Rabu, 17 Juni 2026 | 15:51 WIB

Pengadilan Jepang Sidang Korban Salah Tangkap Kasus Pembunuhan yang Sudah Meninggal 15 Tahun Lalu

Pengadilan Jepang Sidang Korban Salah Tangkap Kasus Pembunuhan yang Sudah Meninggal 15 Tahun Lalu

News | Rabu, 17 Juni 2026 | 10:32 WIB

Bukan Sekadar Menang: Pelajaran Berharga dari Suporter Jepang di Piala Dunia 2026

Bukan Sekadar Menang: Pelajaran Berharga dari Suporter Jepang di Piala Dunia 2026

Your Say | Selasa, 16 Juni 2026 | 17:05 WIB

Karya Legendaris Idrus: Menelanjangi Luka Sejarah dan Trauma Zaman Jepang

Karya Legendaris Idrus: Menelanjangi Luka Sejarah dan Trauma Zaman Jepang

Your Say | Selasa, 16 Juni 2026 | 15:15 WIB

Belanda Gagal Menang di Laga Perdana Piala Dunia 2026, Virgil van Dijk Kritik Aturan Baru FIFA

Belanda Gagal Menang di Laga Perdana Piala Dunia 2026, Virgil van Dijk Kritik Aturan Baru FIFA

Bola | Selasa, 16 Juni 2026 | 13:10 WIB

Atalanta Resmi Tunjuk Maurizio Sarri sebagai Pelatih Baru

Atalanta Resmi Tunjuk Maurizio Sarri sebagai Pelatih Baru

Bola | Selasa, 16 Juni 2026 | 06:32 WIB

Terkini

Perampok Emas 500 Gram di Menteng Ditangkap usai Tikam Korban 7 Kali

Perampok Emas 500 Gram di Menteng Ditangkap usai Tikam Korban 7 Kali

News | Jum'at, 19 Juni 2026 | 14:22 WIB

Warga Rusia Dibatasi Beli Bensin Usai Serangan Drone Ukraina Bakar Kilang Minyak Moskow

Warga Rusia Dibatasi Beli Bensin Usai Serangan Drone Ukraina Bakar Kilang Minyak Moskow

News | Jum'at, 19 Juni 2026 | 14:18 WIB

Misteri 1 Hektare Tanah Fadia Arafiq, KPK Telusuri Aset Tersembunyi di Berbagai Titik

Misteri 1 Hektare Tanah Fadia Arafiq, KPK Telusuri Aset Tersembunyi di Berbagai Titik

News | Jum'at, 19 Juni 2026 | 14:18 WIB

Respons Kunker Gibran Bareng Mahasiswa: Buktikan Bisa Bawa Perubahan untuk Rakyat

Respons Kunker Gibran Bareng Mahasiswa: Buktikan Bisa Bawa Perubahan untuk Rakyat

News | Jum'at, 19 Juni 2026 | 14:15 WIB

KPK Cecar Silmy Karim terkait Dugaan Gratifikasi Izin Tinggal WNA

KPK Cecar Silmy Karim terkait Dugaan Gratifikasi Izin Tinggal WNA

News | Jum'at, 19 Juni 2026 | 14:10 WIB

Awas Macet! Ada Haul Akbar di Monas Malam Ini, Cek 8 Rute Alternatif dan Lokasi Parkir

Awas Macet! Ada Haul Akbar di Monas Malam Ini, Cek 8 Rute Alternatif dan Lokasi Parkir

News | Jum'at, 19 Juni 2026 | 14:07 WIB

Ratusan Mahasiswa Trisakti Kepung DPR Siang Ini, Bawa Tritura Baru dan Kritik Kinerja Pemerintah

Ratusan Mahasiswa Trisakti Kepung DPR Siang Ini, Bawa Tritura Baru dan Kritik Kinerja Pemerintah

News | Jum'at, 19 Juni 2026 | 14:06 WIB

Bomber Andalan Persib Jagokan Cristiano Ronaldo Angkat Trofi Piala Dunia 2026, Selain Brasil

Bomber Andalan Persib Jagokan Cristiano Ronaldo Angkat Trofi Piala Dunia 2026, Selain Brasil

News | Jum'at, 19 Juni 2026 | 14:05 WIB

Akhir Pelarian Paulus Tannos? Agustus Jadi Penentu Kepulangan Buron e-KTP

Akhir Pelarian Paulus Tannos? Agustus Jadi Penentu Kepulangan Buron e-KTP

News | Jum'at, 19 Juni 2026 | 14:04 WIB

Ketum TMI Klaim Program MBG Bikin Anak Sekolah Lebih Percaya Diri, Bentuk Satgas Awasi SPPG

Ketum TMI Klaim Program MBG Bikin Anak Sekolah Lebih Percaya Diri, Bentuk Satgas Awasi SPPG

News | Jum'at, 19 Juni 2026 | 13:55 WIB