Antara Takut dan Bingung, Curhat Warga Jepang Sambut Masjid Pertama di Fujisawa

Pebriansyah Ariefana

Rabu, 29 Juli 2026 | 12:56 WIB
Antara Takut dan Bingung, Curhat Warga Jepang Sambut Masjid Pertama di Fujisawa
Rencana pembangunan masjid pertama di kota pesisir Fujisawa memicu perdebatan hangat di tengah masyarakat lokal (BBC)
baca 10 detik
  • Rencana pembangunan masjid di Fujisawa memicu polemik imigrasi dan perubahan sosial di Jepang.

  • Komunitas Muslim Jepang terus mendorong dialog interaktif untuk mengatasi ketakutan serta prasangka warga lokal.

  • Lonjakan pekerja asing memaksa pemerintah memperketat imigrasi di tengah krisis penurunan populasi.

Suara.com - Rencana pembangunan masjid pertama di kota pesisir Fujisawa memicu perdebatan hangat di tengah masyarakat lokal. Proyek tempat ibadah tersebut memunculkan pergolakan emosi warga yang khawatir akan perubahan sosial di lingkungan mereka.

Kondisi Fujisawa mencerminkan dilema nasional Jepang yang terdesak kebutuhan tenaga kerja asing akibat penurunan populasi. Ketergantungan ekonomi pada pendatang memicu benturan budaya dan nilai masyarakat lokal yang selama ini homogen.

Gelombang penolakan dari sebagian warga lokal berhadapan langsung dengan desakan integrasi dari komunitas Muslim. Gesekan ini menjadi ujian nyata bagi kemampuan Jepang dalam mengelola keanekaragaman tanpa mengikis identitas nasionalnya.

Rencana pembangunan masjid pertama di kota pesisir Fujisawa memicu perdebatan hangat di tengah masyarakat lokal (BBC)
Rencana pembangunan masjid pertama di kota pesisir Fujisawa memicu perdebatan hangat di tengah masyarakat lokal (BBC)

"Hal ini membuat saya khawatir tentang bagaimana komunitas kita mungkin akan berubah," ungkap Noriko Izumizawa, seorang warga lanjut usia di Fujisawa.

Kekhawatiran sebagian warga dipicu oleh maraknya polemik imigrasi di negara-negara Barat yang mereka saksikan lewat media. Unjuk rasa menolak masjid sempat meletus di stasiun kereta setempat dengan narasi ketakutan akan hilangnya tradisi lokal.

Penyebaran disinformasi dan ujaran kebencian di media sosial turut memperkeruh suasana serta memicu aksi teror panggilan telepon. Situasi keruh ini mendorong kelompok anti-kebencian menggelar aksi tandingan untuk meredam prasangka buruk.

Manajer kedai kopi di depan lokasi pembangunan masjid menyerukan pentingnya ruang dialog antarwarga. Pendekatan inklusif dinilai menjadi kunci utama untuk meruntuhkan tembok kesalahpahaman.

"Saya tidak terlalu menentang, tetapi saya juga tidak akan mengatakan saya sangat mendukung," ujar Hiroki Suzuka.

"Saya pikir langkah pertama adalah mempelajari tentang mereka, apa itu Islam, seperti apa orang-orang mereka, dan nilai-nilai serta perspektif apa yang mereka pegang. Itu dimulai dengan memiliki pikiran terbuka dan keinginan untuk saling memahami," tambah Suzuka.

baca juga

Pengalaman diskriminasi juga dirasakan oleh Mohamed Mohideen, pengusaha asal Sri Lanka yang menetap di Osaka sejak 1987. Ia mencatat adanya perubahan sikap warga lokal yang kini cenderung lebih defensif dan curiga.

Serangan verbal di media sosial dan aksi teriak jahat di area masjid kini makin sering dialami warga Muslim. Sikap dingin masyarakat membuat komunitas pendatang merasa diposisikan sebagai ancaman.

"Di media sosial, ada tak terhitung banyaknya komentar seperti 'Keluar dari Jepang' dan 'Kembalilah ke negara asalmu'," kata Mohideen.

"Orang-orang juga mulai mendatangi masjid dan melontarkan caci maki."

"Sekarang, saya merasa orang-orang takut kepada kami," ujar Mohideen dengan nada prihatin.

Ancaman kata-kata kasar yang menuding mereka sebagai teroris disikapi komunitas Muslim dengan kesabaran ekstra. Pendekatan damai dipilih untuk menghindari bentrokan fisik yang sengaja diprovokasi.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Gempa Kumamoto Magnitudo 7,1 Menewaskan 13 Orang, Merubuhkan Mall Aeon Jepang

Gempa Kumamoto Magnitudo 7,1 Menewaskan 13 Orang, Merubuhkan Mall Aeon Jepang

News | Rabu, 29 Juli 2026 | 09:52 WIB

Menyusuri Masjid Quba Madinah: Masjid Pertama dalam Islam!

Menyusuri Masjid Quba Madinah: Masjid Pertama dalam Islam!

Your Say | Rabu, 06 Mei 2026 | 10:10 WIB

Warga Jepang Protes Timnas Indonesia yang Gila-gilaan Lakukan Naturalisasi

Warga Jepang Protes Timnas Indonesia yang Gila-gilaan Lakukan Naturalisasi

Bola | Jum'at, 04 Juli 2025 | 18:56 WIB

Terkini

Dramatis! Timnas Indonesia Singkirkan Moldova 9-8, Garuda Muda Tembus 16 Besar Piala Dunia U-15

Dramatis! Timnas Indonesia Singkirkan Moldova 9-8, Garuda Muda Tembus 16 Besar Piala Dunia U-15

Bola | Rabu, 28 Oktober 2026 | 22:49 WIB

Demo di Jogja Ricuh: Gerbang DPRD DIY Didobrak, Wisatawan Malioboro Kocar-kacir

Demo di Jogja Ricuh: Gerbang DPRD DIY Didobrak, Wisatawan Malioboro Kocar-kacir

Video | Rabu, 28 Oktober 2026 | 22:25 WIB

Niat Liburan Berubah Mencekam: Cerita Keluarga Terjebak Demo Rusuh Malioboro hingga Dievakuasi

Niat Liburan Berubah Mencekam: Cerita Keluarga Terjebak Demo Rusuh Malioboro hingga Dievakuasi

Jogja | Rabu, 28 Oktober 2026 | 22:23 WIB

Bikin Konten hingga Layani Pelanggan, UMKM Masa Kini Mulai Manfaatkan AI

Bikin Konten hingga Layani Pelanggan, UMKM Masa Kini Mulai Manfaatkan AI

Lifestyle | Rabu, 28 Oktober 2026 | 22:05 WIB

Gerebek Kampung Berlan Matraman, Tim Gabungan Ciduk 8 Orang dan Sita Sabu hingga Ketamin

Gerebek Kampung Berlan Matraman, Tim Gabungan Ciduk 8 Orang dan Sita Sabu hingga Ketamin

News | Rabu, 28 Oktober 2026 | 22:04 WIB

Imigrasi Sumut Sapu Bersih Penghargaan di Bimtek PIMPASA 2026

Imigrasi Sumut Sapu Bersih Penghargaan di Bimtek PIMPASA 2026

Sumut | Rabu, 28 Oktober 2026 | 22:03 WIB

Jadi Man of the Match Persija vs Persik, Denis Kolinger Tak Mau Tinggi Hati

Jadi Man of the Match Persija vs Persik, Denis Kolinger Tak Mau Tinggi Hati

Bola | Rabu, 28 Oktober 2026 | 21:58 WIB

Menpar Dorong Wisata Alam Tak Sekadar Jual Keindahan, tapi Juga Jaga Lingkungan

Menpar Dorong Wisata Alam Tak Sekadar Jual Keindahan, tapi Juga Jaga Lingkungan

Lifestyle | Rabu, 28 Oktober 2026 | 21:54 WIB

Bicara Watak Kekuasaan, Hasto Minta Negara Lindungi Rakyat Kecil dari Oligarki

Bicara Watak Kekuasaan, Hasto Minta Negara Lindungi Rakyat Kecil dari Oligarki

News | Rabu, 28 Oktober 2026 | 21:53 WIB

Geledah Dinas PUPR Klaten, KPK Sita Segepok Uang Tunai dan Bukti Elektronik Proyek

Geledah Dinas PUPR Klaten, KPK Sita Segepok Uang Tunai dan Bukti Elektronik Proyek

News | Rabu, 28 Oktober 2026 | 21:44 WIB

×