alexametrics

Anies Larang Warga Bagikan Bantuan ke Pengemis Musiman, Ini Alasannya

Agung Sandy Lesmana | Fakhri Fuadi Muflih
Anies Larang Warga Bagikan Bantuan ke Pengemis Musiman, Ini Alasannya
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan (kiri) didampingi Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 yang juga Kepala BNPB Doni Monardo (kanan) memberikan keterangan pers usai melakukan pertemuan di Jakarta, Rabu (18/3/2020). Pertemuan itu membahas langkah-langkan percepatan penanganan COVID-19 di wilayah DKI Jakarta. ANTARA FOTO/Dewanto Samodro/wsj.

"Jangan membagikan sendiri di pinggir jalan. Karena ini merangsang orang berkerumun menunggu pembagian."

Suara.com - Seperti sudah menjadi tradisi tahunan, setiap jalan di Jakarta kerap dikerumuni pengemis musiman saat memasuki bulan Ramadan.

Meski virus Corona telah menyebar dan membuat masyarakat khawatir beraktivitas di luar rumah, pemandangan ini masih terlihat, khususnya di ruas jalan ibu kota.

Menanggapi hal ini, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan meminta agar masyarakat tak memberikan bantuan kepada para pengemis dadakan itu di jalanan. Pasalnya ia menilai tindakan ini akan membuat para pengemis itu berkerumun.

"Jangan membagikan sendiri di pinggir jalan. Karena ini merangsang orang berkerumun menunggu pembagian," ujar Anies dalam video di akun youtube Pemprov DKI saat berkunjung ke GOR Tanah Abang, Jakarta Pusat yang dikutip Suara.com, Selasa (28/4/2020).

Baca Juga: Dukun AM Jadi Pembunuh Tunggal Warga Ciledug, Tewas Telanjang di Sajadah

Anies mengatakan penyaluran bantuan bisa dilakukan dengan cara lain yang lebih aman. Ia tak ingin tindakan membagikan bantuan ini justru berakhir dengan menularkan virus corona Covid-19.

"Saya imbau bersedekah untuk lakukan lewat jalur bebreda tahun ini jangan membagikan dijalan karena punya risiko penularan cukup besar," jelasnya.

Selain itu, ia juga mengatakan pihaknya akan melakukan penindakan terhadap para pengemis dadakan ini. Para petugas setempat akan mengangkut ke GOR sebagai tempat penampungan untuk diinapkan selama 24 jam dan didata.

"Jadi kebijakannya semua yang berada di pinggir jalan berkumpul, diangkut, dimasukan ke GOR. min 24 jam, di sini diperiksa dicatat. Tidak ada lagi orang yang keluar berkerumun di pinggir jalan," kata dia.

Baca Juga: Maling Masker hingga Mi Instan, Agus Babak Belur Diamuk Orang Sekampung

Komentar