Lockdown Dilonggarkan, WHO: Waspadai Penyebaran Baru Virus Corona

Syaiful Rachman

Sabtu, 02 Mei 2020 | 17:20 WIB
Lockdown Dilonggarkan, WHO: Waspadai Penyebaran Baru Virus Corona
Logo Organisasi Kesehatan Dunia, WHO. [AFP]

Suara.com - Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) meminta negara-negara yang ingin mulai memutar kembali roda perekonomian untuk melakukan pelonggaran karantina wilayah atau lockdown secara bertahap. Selain itu, WHO juga meminta semua pihak tetap waspada dan siap kembali menghentikan semua kegiatan apabila gelombang penyebaran virus corona kembali terjadi.

Direktur Eksekutif WHO untuk Program Darurat Dr. Mike Ryan mengingatkan masyarakat haru tetap patuh dan mengikuti aturan jika virus sudah mulai terkendali. Di antaranya dengan cara menjaga kebersihan dan menjaga jarak.

"Sangat penting bahwa ketika negara-negara melonggarkan karantina wilayah, mereka secara konstan mencari peningkatan infeksi dan khususnya berurusan dengan penularan dalam pengaturan khusus," kata Ryan dalam konferensi pers, Jumat (1/5/2020).

Ryan juga mengingatkan kepada pemerintah setiap negara untuk memperhatikan lembaga dan fasilitas yang cukup rentan seperti lembaga pemasyarakatan, panti jompo dan asrama migran.

Seorang perawat melakukan tes virus corona terhadap seorang kakek di Christalain, Belgia, 17 April 2020. [AFP]
Seorang perawat melakukan tes virus corona terhadap seorang kakek di Christalain, Belgia, 17 April 2020. [AFP]

Karena di Eropa dan Amerika Utara, virus corona dengan cepat menjangkiti para manula. Sementara di Singapura, kasus pekerja migran terinfeksi COVID-19 ditemukan.

"Karena percikan dalam situasi seperti itu berubah menjadi api dengan sangat cepat."

Meski khawatir dengan pelonggaran lockdown yang dilakukan beberapa negara, WHO mengakui kesulitan ekonomi yang dihadapkan karena pembatasan-pembatasan tersebut.

"Karena alasan sosial, psikologis dan ekonomi," kata Ryan.

"Jadi kami sangat cemas bahwa kami dapat pindah ke situasi di mana penyakit dapat dikendalikan dengan tindakan yang tidak terlalu parah," sambungnya seperti dikutip Reuters.

baca juga

"Tetapi pada saat yang sama kami ingin menghindari situasi di mana kami membiarkan langkah-langkah itu dilakukan dengan sangat mudah, akan tetapi kemudian kami bangkit kembali menghadapinya (penyebaran virus) dan kami harus melakukannya lagi," katanya.

Seorang pekerja menyemprotkan cairan disinfektan di jalanan kawasan Piazza del Duomo, Kota Folorence, Italia. (Foto: AFP)
Seorang pekerja menyemprotkan cairan disinfektan di jalanan kawasan Piazza del Duomo, Kota Folorence, Italia. (Foto: AFP)

Ketika beberapa negara Barat mulai melakukan pelonggaran karantina wilayah, penyebaran virus corona di sejumlah negara mulai mengkhawatirkan. Seperti penyebaran dari Haiti ke Somalia dan Yaman, Sudan, Suriah, Afghanistan dan lain-lain.

Mengenai virus korona baru yang pertama kali muncul akhir tahun lalu di kota Wuhan di Cina tengah, ia menegaskan bahwa para ilmuwan yang memeriksa urutan genetik atau genom virus tersebut telah meyakinkan WHO jika virus corona COVID-19 berasal dari alam.

Direktur jenderal WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus dinilai telah mengambil keputusan yang tepat dengan menetapkan penyebaran COVID-19 sebagai pandemi global pada akhir Januari. Ketika itu baru terkonfirmasi 82 kasus di luar China.

Berdasarkan data worldometers.info per hari Sabtu (2/5/2020), sebanyak 3.402.160 penduduk dunia positif terjangkit virus corona. Sementara jumlah kematian saat ini mencapai 239.623 orang.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Masuk Bursa Dirjen WHO, Menkes Budi Ungkap Instruksi Prabowo

Masuk Bursa Dirjen WHO, Menkes Budi Ungkap Instruksi Prabowo

News | Kamis, 27 Agustus 2026 | 18:40 WIB

Buku The Baby Who Stayed Awake Forever, Ketika Bayi Menolak Tidur Semalaman

Buku The Baby Who Stayed Awake Forever, Ketika Bayi Menolak Tidur Semalaman

Your Say | Rabu, 19 Agustus 2026 | 10:46 WIB

The Man Who Didn't Like Animals: Ketika Si Pembenci Hewan Berubah Hati

The Man Who Didn't Like Animals: Ketika Si Pembenci Hewan Berubah Hati

Your Say | Rabu, 19 Agustus 2026 | 19:00 WIB

Ulasan The Cat Who Saved Books: Kisah Hangat tentang Cinta pada Buku

Ulasan The Cat Who Saved Books: Kisah Hangat tentang Cinta pada Buku

Your Say | Minggu, 16 Agustus 2026 | 11:00 WIB

Industri Farmasi Perlu Berubah agar Lebih Ramah Lingkungan, WHO Desak Peran Regulator

Industri Farmasi Perlu Berubah agar Lebih Ramah Lingkungan, WHO Desak Peran Regulator

Health | Jum'at, 14 Agustus 2026 | 14:10 WIB

The Boy Who Harnessed the Wind: Kisah Nyata Remaja yang Menyelamatkan Desa dengan Kincir Angin

The Boy Who Harnessed the Wind: Kisah Nyata Remaja yang Menyelamatkan Desa dengan Kincir Angin

Your Say | Kamis, 06 Agustus 2026 | 08:30 WIB

Benarkah Atap Asbes Bisa Bikin Kanker? Dokter Paru Ungkap Fakta dari WHO

Benarkah Atap Asbes Bisa Bikin Kanker? Dokter Paru Ungkap Fakta dari WHO

News | Jum'at, 31 Juli 2026 | 14:27 WIB

Ulasan The 100-Year-Old Man: Petualangan Seorang Kakek yang Absurd dan Penuh Makna

Ulasan The 100-Year-Old Man: Petualangan Seorang Kakek yang Absurd dan Penuh Makna

Your Say | Jum'at, 10 Juli 2026 | 12:00 WIB

The Cat Who Saved Books: Sindiran Menohok untuk Tren Literasi Masa Kini

The Cat Who Saved Books: Sindiran Menohok untuk Tren Literasi Masa Kini

Your Say | Kamis, 09 Juli 2026 | 16:14 WIB

Gelombang Panas Mematikan di Eropa: 1300 Orang Tewas, Suhu Tembus 41,7 C di Jerman

Gelombang Panas Mematikan di Eropa: 1300 Orang Tewas, Suhu Tembus 41,7 C di Jerman

News | Rabu, 01 Juli 2026 | 01:55 WIB

Terkini

Abu Vulkanik Jadi Ancaman, Transjakarta Matikan Lift dan Eskalator di Seluruh Halte

Abu Vulkanik Jadi Ancaman, Transjakarta Matikan Lift dan Eskalator di Seluruh Halte

News | Minggu, 06 September 2026 | 13:38 WIB

Badan Geologi Ungkap Kondisi Anak Krakatau Terkini: Tak Ada Potensi Runtuh Picu Tsunami

Badan Geologi Ungkap Kondisi Anak Krakatau Terkini: Tak Ada Potensi Runtuh Picu Tsunami

News | Minggu, 06 September 2026 | 13:33 WIB

Erupsi Anak Krakatau, Aktivitas Penyeberangan Bakauheni-Merak Tetap Normal

Erupsi Anak Krakatau, Aktivitas Penyeberangan Bakauheni-Merak Tetap Normal

Video | Minggu, 06 September 2026 | 13:30 WIB

Anak Krakatau Level III Siaga, ASDP Pastikan Merak-Bakauheni Masih Beroperasi Normal

Anak Krakatau Level III Siaga, ASDP Pastikan Merak-Bakauheni Masih Beroperasi Normal

Bisnis | Minggu, 06 September 2026 | 13:29 WIB

Update! 25 Penerbangan di Bandara SMB II Palembang Dibatalkan akibat Erupsi Anak Krakatau

Update! 25 Penerbangan di Bandara SMB II Palembang Dibatalkan akibat Erupsi Anak Krakatau

Sumsel | Minggu, 06 September 2026 | 13:27 WIB

Bakauheni-Merak Normal: Terlihat Abu Erupsi Anak Krakatau, Ombak Kencang

Bakauheni-Merak Normal: Terlihat Abu Erupsi Anak Krakatau, Ombak Kencang

Lampung | Minggu, 06 September 2026 | 13:27 WIB

Erupsi Anak Krakatau Berdampak ke Langit Jakarta, AirAsia Ambil Langkah Darurat

Erupsi Anak Krakatau Berdampak ke Langit Jakarta, AirAsia Ambil Langkah Darurat

Bisnis | Minggu, 06 September 2026 | 13:25 WIB

Gunung Anak Krakatau Erupsi, Pelabuhan Panjang Tetap Berdenyut: Masker Jadi Atribut Wajib

Gunung Anak Krakatau Erupsi, Pelabuhan Panjang Tetap Berdenyut: Masker Jadi Atribut Wajib

Lampung | Minggu, 06 September 2026 | 13:23 WIB

Jakarta Kena Imbas Erupsi Anak Krakatau, Gubernur Pramono Minta Warga Waspada

Jakarta Kena Imbas Erupsi Anak Krakatau, Gubernur Pramono Minta Warga Waspada

News | Minggu, 06 September 2026 | 13:21 WIB

Viral Tips Warga Jogja Hadapi Abu Vulkanik Anak Krakatau: Jangan Lap Kaca Mobil Supaya Tak Baret!

Viral Tips Warga Jogja Hadapi Abu Vulkanik Anak Krakatau: Jangan Lap Kaca Mobil Supaya Tak Baret!

Lifestyle | Minggu, 06 September 2026 | 13:19 WIB

×