-
Abu vulkanik Gunung Anak Krakatau mengandung silika tajam mirip pecahan kaca.
-
Siram air mengalir saat membersihkan kaca dan bodi kendaraan Anda.
-
Gunakan masker N95 dan kacamata safety untuk mencegah iritasi pernapasan.
Suara.com - Sebaran abu vulkanik akibat erupsi Gunung Anak Krakatau (GAK) yang telah mencapai wilayah Jakarta, Depok, hingga Tangerang membuat masyarakat mulai khawatir.
Berbeda dengan debu jalanan biasa, abu vulkanik memiliki kandungan yang jauh lebih berbahaya bagi kendaraan maupun kesehatan.
Belajar dari pengalaman menghadapi erupsi Gunung Merapi, seorang warga Yogyakarta membagikan tips mitigasi yang viral di media sosial.
Tips mitigasi abu vulkanik akibat erupsi Gunung Anak Krakatau dari warga Jogja yang pernah mengalami erupsi Gunung Merapi.
Melalui utas di akun Thread @callme_masben, ia mengingatkan warga Jabodetabek agar tidak
sembarangan saat membersihkan sisa abu vulkanik.
"Material abu vulkanik itu mengandung silika, unsur yang sama untuk pembuatan kaca dan semen. Perlakuannya beda dengan ketika kita berurusan dengan debu jalanan," tulis akun tersebut, yang dikutip pada Minggu (6/9/2026).
Berikut adalah rangkuman tips ala warga Jogja untuk menangani sebaran abu vulkanik agar tidak merusak fasilitas dan kesehatan:
1. Hindari Mengelap Kaca dalam Kondisi Kering
Langkah ini adalah poin paling krusial. Jika Anda ingin membersihkan jendela, kacamata, atau kaca mobil, jangan pernah langsung dilap pakai kain.
Kandungan silika yang tajam akan langsung menggores permukaan kaca.
Solusinya, guyur atau semprot dulu dengan air sampai debu luruh, baru kemudian dibersihkan.
2. Membersihkan Halaman
Jangan cuma disiram ember saat membersihkan teras atau halaman rumah, tunggu hingga hujan abu benar-benar berhenti.
Jangan menyiram halaman hanya dengan air dalam ember karena abu vulkanik bisa mengeras seperti
lapisan semen.
Solusinya, gunakan semprotan air atau sapu secara perlahan agar material tidak menumpuk dan membatu.