- Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menyatakan siap memperkuat mitigasi bencana erupsi Gunung Anak Krakatau pada Minggu, 6 September 2026.
- Dampak erupsi sejak 4 September 2026 tersebut menyebabkan sebaran abu vulkanik telah mencapai beberapa titik wilayah di Jakarta.
- Pemerintah mengimbau warga agar memakai masker, membatasi aktivitas luar ruangan, serta memantau informasi resmi dari instansi terkait.
Suara.com - Pemerintah Provinsi DKI Jakarta memastikan akan memperkuat koordinasi bersama pemerintah pusat, BMKG, dan instansi terkait lainnya untuk mitigasi bencana erupsi Gunung Anak Krakatau yang telah berlangsung sejak Jumat, (4/9/2026) lalu.
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mengatakan sebaran debu sisa sebaran abu vulkanik Anak Krakatau telah hinggap di beberapa titik di Jakarta.
"Pemerintah Jakarta akan terus berkoordinasi dengan BMKG dan intansi terkait untuk memantau pergerakannya (sebaran abu vulkanik)," kata Pramono dikutip dari unggahan vidio di akun instagram @bpbddkijakarta pada Minggu (6/9/2026).
Mantan Sekretaris Kabinet ini juga meghimbau agar masyarakat tetap tenang, namun sembari tetap menjaga kewaspadaan dalam menyikapi bencana ini.
![Abu vulkanik yang terbawa hingga wilayah Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi (Jabodetabek), membuat sejumlah kendaraan warga tertutup endapan abu cukup tebal. [Dok @txtdrjkt]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2026/09/06/37387-abu-vulkanik-anak-krakatau.jpg)
Ia menghimbau agar masyarakat mengenakan masker, membatasi kegiatan di luar ruangan, menutup pintu atau jendela rumah, dan membersihkan debu vulkanik yang ada di sekitar agar tidak terkontaminasi dengan abu.
Masyarakat juga diharapkan untuk turut berperan dalam memantau perkembangan informasi terbaru dari lembaga-lembaga yang memiliki wewenang dan kredibilitas mengenai isu terkait.
Kata dia, hal itu bertujuan untuk mencegah timbulnya kekeliruan informasi yang dikhawatirkan justru dapat memperkeruh keadaan.
"Tetap waspada, lindungi diri dan keluarga. Mari bersatu bersama-sama jaga Jakarta," tutur dia.
Reporter: Alif Bintang