Kerja Keras Jaga Masa Lockdown, Ratusan Polisi India Malah Kena Corona

Bangun Santoso | Suara.com

Kamis, 07 Mei 2020 | 12:29 WIB
Kerja Keras Jaga Masa Lockdown, Ratusan Polisi India Malah Kena Corona
Polisi India pakai helm corona (AFP).

Suara.com - Ratusan polisi India telah dites positif virus corona dalam beberapa hari terakhir, yang meningkatkan kekhawatiran di lembaga yang dikenal acapkali menggunakan kekuatan berlebihan untuk memastikan penegakan karantina wilayah terbesar di dunia untuk menahan pandemi itu.

Sekitar 3 juta polisi bertugas untuk memastikan bahwa sebagian besar dari 1,3 miliar orang India tinggal di rumah. Tayangan televisi di awal krisis menunjukkan polisi memukuli pekerja migran ketika mereka mencoba naik bus kota untuk mencapai desa mereka dan mengabaikan aturan jarak sosial.

India telah dikunci sejak 25 Maret dan telah mengkonfirmasi hampir 50.000 kasus virus corona dan sekitar 1.694 kematian.

Seorang perwira senior di negara bagian barat Maharashtra mengatakan jumlah kasus meningkat hampir dua kali lipat di kepolisian setempat minggu lalu. Maharashtra, negara yang paling terdampak, telah melaporkan total 15.525 infeksi pada Selasa.

"Lebih dari 450 orang dari kepolisian negara sekarang dinyatakan positif dan empat meninggal karena virus," kata petugas itu, yang berbicara dengan syarat anonim sebagaimana dilansir Antara dari Reuters, Kamis (7/5/2020).

Ruang kontrol sedang disiapkan khusus untuk menangani masalah kesehatan yang dihadapi oleh polisi di Maharashtra, menurut menteri dalam negeri negara bagian itu, Anil Deshmukh.

Polisi menembakkan gas air mata ke kerumunan pekerja migran yang menggelar protes di negara bagian Gujarat minggu ini dan memukuli ratusan orang yang mengantri di toko-toko minuman keras di New Delhi, bahkan ketika langkah-langkah pertama pelonggaran aturan karantina untuk menghidupkan kembali perekonomian diambil oleh negara.

Bulan lalu, para dokter harus "memasang kembali" tangan seorang polisi yang terluka ketika diserang saat mencoba menegakkan aturan karantina di negara bagian utara Punjab.

Cuti Sakit

Polisi India memasukkan pelanggar lockdown ke ambulans. (Instagram/ndorobeii)
Polisi India memasukkan pelanggar lockdown ke ambulans. (Instagram/ndorobeii)

Enam perwira polisi senior di setidaknya enam negara bagian mengatakan lusinan polisi di wilayah hukum mereka meminta cuti sakit, takut kalau-kalau mereka akan terinfeksi.

Seorang pejabat Kementerian Dalam Negeri India mengatakan mereka mengetahui masalah ini dan memantau situasi.

"Patroli dan kontrol massa di daerah yang terkena dampak COVID-19 menjadi lebih berbahaya daripada memerangi para penjahat," kata Salunkhe, seorang polisi Mumbai yang setuju untuk dikutip menggunakan nama belakangnya. "Setidaknya dalam kasus-kasus itu kita bisa melihat musuh."

Di Gujarat, negara bagian asal Perdana Menteri Narendra Modi, setidaknya 155 petugas kepolisian dan beberapa personil paramiliter telah terinfeksi, menurut seorang pejabat senior.

Komisaris polisi kota utama negara bagian itu, Ahmedabad, mengatakan kepada Reuters bahwa 95 anggota polisi dan paramiliter telah dirawat di rumah sakit untuk kasus COVID-19.

Kota itu memerintahkan semua toko, kecuali yang menyediakan susu dan obat-obatan, untuk tutup mulai Rabu tengah malam hingga 15 Mei, menerapkan penguncian yang lebih ketat daripada yang diperintahkan oleh pemerintah pusat sejak 25 Maret, dalam upaya untuk mengendalikan lonjakan infeksi.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Jadi Komandan Pemberontak, Guru Matematika Dibunuh Tentara India

Jadi Komandan Pemberontak, Guru Matematika Dibunuh Tentara India

News | Rabu, 06 Mei 2020 | 19:18 WIB

705 WNI di Luar Negeri Positif COVID-19, 36 Meninggal Dunia

705 WNI di Luar Negeri Positif COVID-19, 36 Meninggal Dunia

News | Rabu, 06 Mei 2020 | 18:48 WIB

Yamaha Siapkan Motor Gagah 250 cc, Harganya Lebih Murah dari NMAX

Yamaha Siapkan Motor Gagah 250 cc, Harganya Lebih Murah dari NMAX

Otomotif | Rabu, 06 Mei 2020 | 08:31 WIB

Shah Rukh Khan Kece Badai, 5 Seleb Bollywood Konser Amal dari Rumah

Shah Rukh Khan Kece Badai, 5 Seleb Bollywood Konser Amal dari Rumah

Entertainment | Selasa, 05 Mei 2020 | 19:08 WIB

Cegah Kerumunan, Pemerintah Delhi Pasang Pajak 70 Persen Khusus Miras

Cegah Kerumunan, Pemerintah Delhi Pasang Pajak 70 Persen Khusus Miras

News | Selasa, 05 Mei 2020 | 17:02 WIB

Pekerja Migran di India Kesulitan Bayar Ongkos Pulang Kampung

Pekerja Migran di India Kesulitan Bayar Ongkos Pulang Kampung

News | Senin, 04 Mei 2020 | 21:55 WIB

India Longgarkan Lockdown di Delhi, Warga Ramai-Ramai Beli Miras

India Longgarkan Lockdown di Delhi, Warga Ramai-Ramai Beli Miras

News | Senin, 04 Mei 2020 | 17:16 WIB

Terkini

Ngeri! Calon Saksi di PN Jakarta Barat Dikejar dan Dianiaya, Videonya Viral di Medsos!

Ngeri! Calon Saksi di PN Jakarta Barat Dikejar dan Dianiaya, Videonya Viral di Medsos!

News | Minggu, 10 Mei 2026 | 21:35 WIB

Jadi Mobil Prabowo Selama KTT di Filipina, Maung Garuda Ternyata Diterbangkan Pakai Airbus TNI AU

Jadi Mobil Prabowo Selama KTT di Filipina, Maung Garuda Ternyata Diterbangkan Pakai Airbus TNI AU

News | Minggu, 10 Mei 2026 | 21:00 WIB

Nyempil di Antara 320 WNA, Satu WNI 'Alumni' Kamboja Jadi CS Judi Online Markas Hayam Wuruk!

Nyempil di Antara 320 WNA, Satu WNI 'Alumni' Kamboja Jadi CS Judi Online Markas Hayam Wuruk!

News | Minggu, 10 Mei 2026 | 20:01 WIB

Hercules Semprot Amien Rais soal Prabowo-Teddy: Jangan Bicara Kayak Preman Pasar!

Hercules Semprot Amien Rais soal Prabowo-Teddy: Jangan Bicara Kayak Preman Pasar!

News | Minggu, 10 Mei 2026 | 19:35 WIB

Menaker Dorong Talenta Muda Jadi Inovator melalui Talent & Innovation Hub

Menaker Dorong Talenta Muda Jadi Inovator melalui Talent & Innovation Hub

News | Minggu, 10 Mei 2026 | 19:21 WIB

Operasi SAR Dukono Ditutup! 3 Pendaki Termasuk 2 WNA Ditemukan Tewas Tertimbun Pasir Vulkanik

Operasi SAR Dukono Ditutup! 3 Pendaki Termasuk 2 WNA Ditemukan Tewas Tertimbun Pasir Vulkanik

News | Minggu, 10 Mei 2026 | 19:15 WIB

Tolak Ratusan Miliar dari Jenderal demi Setia ke Prabowo, Hercules: GRIB Itu Petarung!

Tolak Ratusan Miliar dari Jenderal demi Setia ke Prabowo, Hercules: GRIB Itu Petarung!

News | Minggu, 10 Mei 2026 | 18:17 WIB

Hercules Ngaku Ditawari Jenderal Ratusan Miliar agar Tak Dukung Prabowo di Pilpres 2024

Hercules Ngaku Ditawari Jenderal Ratusan Miliar agar Tak Dukung Prabowo di Pilpres 2024

News | Minggu, 10 Mei 2026 | 17:13 WIB

Nobar Persija vs Persib: 13 Titik di Jakpus Dijaga TNI-Polri

Nobar Persija vs Persib: 13 Titik di Jakpus Dijaga TNI-Polri

News | Minggu, 10 Mei 2026 | 17:01 WIB

Terungkap! Ini Alasan Ahmad  Dedi Lari Hindari Wartawan Usai Diperiksa KPK Kasus Korupsi Bea Cukai

Terungkap! Ini Alasan Ahmad Dedi Lari Hindari Wartawan Usai Diperiksa KPK Kasus Korupsi Bea Cukai

News | Minggu, 10 Mei 2026 | 16:31 WIB