India Akan Operasi Evakuasi Besar-besaran Warganya, Siapkan 60 Penerbangan

Reza Gunadha, Hikmawan Muhamad Firdaus

Kamis, 07 Mei 2020 | 12:47 WIB
India Akan Operasi Evakuasi Besar-besaran Warganya, Siapkan 60 Penerbangan
Ilustrasi pesawat terbang.[Shutterstock]

Suara.com - India akan melakukan operasi evakuasi besar-besaran pada warganya yang tersebar di luar India dan terkena dampak lockdown di negara mereka tinggal.

Untuk tahap pertama, India menyiapkan 60 penerbangan untuk memulangkan ribuan orang India yang terdampar di luar negeri karena lockdown akibat virus corona. Rencananya akan tiba di pada hari Kamis (07/08).

Seperti diberitakan BBC News, sebanyak 15.000 orang India diperkirakan akan kembali dengan penerbangan Air India yang disiapkan khusus dari 12 negara.

Sedangkan menurut pemberitaan media lokal India, sekitar 200.000 orang India akan dibawa pulang. Jika berhasil, ini akan menjadi misi evakuasi terbesar India sejak 1990, ketika menyelamatkan 170.000 warga sipil dari Kuwait selama Perang Teluk.

India menghentikan semua penerbangan internasional pada bulan Maret sebelum lockdown untuk membatasi penularan Covid-19. Sejak itu, India melakukan operasi yang mereka sebut Vande Bharath (memuji India) untuk membawa kembali warganya.

Maskapai penerbangan nasional India tersebut, akan melakukan penerbangan ke Amerika Serikat, Inggris, Arab Saudi, Singapura, Qatar dan Malaysia, dan negara-negara lain. Misi India di UEA sendiri telah berhasil memulangkan sebanyak 197.000 warganya sejauh ini.

Sebagian besar penerbangan akan mendarat di negara bagian Kerala, India selatan. Pemerintah India mengatakan setiap penerbangan akan membawa 200-250 penumpang.

Para kru yang melaksanakan misi evakuasi tersebut akan dibekali dengan alat pelindung, dan semua penumpang wajib memakai masker dan mengikuti aturan jarak sosial dan protokol kesehatan lainnya.

Siapa pun yang menunjukkan gejala selama penerbangan tersebut, akan dipindahkan ke ruangan isolasi khusus yang sudah disediakan di dalam pesawat.

baca juga

Para pejabat mengatakan kepada BBC bahwa warganya yang lanjut usia, wanita hamil, mereka yang mendapatkan perawatan medis khusus. Serta mereka yang 'berkebutuhan khusus' akan mendapatkan preferensi pertama untuk naik ke penerbangan.

Para penumpang juga akan dikenakan pemeriksaan yang sangat ketat sesampainya di India dan akan dikarantina selama setidaknya 14 hari. Negara sudah menyiapkan tempat karantina di rumah sakit dan rumah perawatan sementara.

Setiap warga yang akan dijemput ini akan dikenakan biaya yang akan ditanggung oleh masing-masing alias tidak gratis. Harga tiket akan bervariasi berdasarkan keberangkatan.

Menteri Luar Negeri India, S Jaishanker menghimbau kepada warganya yang berada di luar negeri untuk tetap berkomunikasi dengan kedutaan besar di tempat mereka tinggal.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Jadi Komandan Pemberontak, Guru Matematika Dibunuh Tentara India

Jadi Komandan Pemberontak, Guru Matematika Dibunuh Tentara India

News | Rabu, 06 Mei 2020 | 19:18 WIB

705 WNI di Luar Negeri Positif COVID-19, 36 Meninggal Dunia

705 WNI di Luar Negeri Positif COVID-19, 36 Meninggal Dunia

News | Rabu, 06 Mei 2020 | 18:48 WIB

Bocah SD Ini Relakan Tabungannya untuk Bantu Warga Terdampak COVID-19

Bocah SD Ini Relakan Tabungannya untuk Bantu Warga Terdampak COVID-19

Jogja | Rabu, 06 Mei 2020 | 17:50 WIB

Terkini

Dalam Kondisi Mabuk, Mahasiswa di Yogya Rusak Bendera dan Palang Pintu KA

Dalam Kondisi Mabuk, Mahasiswa di Yogya Rusak Bendera dan Palang Pintu KA

News | Selasa, 11 Agustus 2026 | 15:15 WIB

Review 1984: Murni Novel Fiksi atau Prediksi?

Review 1984: Murni Novel Fiksi atau Prediksi?

Your Say | Selasa, 11 Agustus 2026 | 15:15 WIB

5 Serum Flek Hitam yang Cepat Menyamarkan Noda Hitam di Wajah Sesuai Review

5 Serum Flek Hitam yang Cepat Menyamarkan Noda Hitam di Wajah Sesuai Review

Lifestyle | Selasa, 11 Agustus 2026 | 15:15 WIB

4 Sabun Cuci Muka Pria yang Bekerja Outdoor, Bantu Bersihkan Debu dan Minyak

4 Sabun Cuci Muka Pria yang Bekerja Outdoor, Bantu Bersihkan Debu dan Minyak

Lifestyle | Selasa, 11 Agustus 2026 | 15:14 WIB

Kades di Aceh Ditangkap Edarkan 50 Ribu Butir Ekstasi-2.495 Vape Getar

Kades di Aceh Ditangkap Edarkan 50 Ribu Butir Ekstasi-2.495 Vape Getar

Sumut | Selasa, 11 Agustus 2026 | 15:13 WIB

Laki-Laki Tidak Boleh Nangis? Siapa Sih yang Buat Aturan Aneh Itu?

Laki-Laki Tidak Boleh Nangis? Siapa Sih yang Buat Aturan Aneh Itu?

Your Say | Selasa, 11 Agustus 2026 | 15:12 WIB

Biar Nggak Monoton! 5 Yel-Yel 17 Agustus Singkat dan Kocak dari Lagu Viral TikTok

Biar Nggak Monoton! 5 Yel-Yel 17 Agustus Singkat dan Kocak dari Lagu Viral TikTok

Lifestyle | Selasa, 11 Agustus 2026 | 15:11 WIB

Cuma Rp8, KAI Beri Tarif Spesial LRT dan Commuter Line di 17 Agustus

Cuma Rp8, KAI Beri Tarif Spesial LRT dan Commuter Line di 17 Agustus

News | Selasa, 11 Agustus 2026 | 15:08 WIB

Gus Yaqut Tak Paham Dakwaan Kasus Kuota Haji, Sebut Tak Pernah Terima Rp 1.000 Pun

Gus Yaqut Tak Paham Dakwaan Kasus Kuota Haji, Sebut Tak Pernah Terima Rp 1.000 Pun

News | Selasa, 11 Agustus 2026 | 15:07 WIB

Pemerintah Beri Bukti Destry Damayanti Diterima Pasar, Rupiah Menguat

Pemerintah Beri Bukti Destry Damayanti Diterima Pasar, Rupiah Menguat

Bisnis | Selasa, 11 Agustus 2026 | 15:06 WIB

×