Peneliti Amerika: Hydroxychloroquine Tidak Memberi Efek Apapun

Rendy Adrikni Sadikin, Hikmawan Muhamad Firdaus

Jum'at, 08 Mei 2020 | 09:58 WIB
Peneliti Amerika: Hydroxychloroquine Tidak Memberi Efek Apapun
Ilustrasi Hydroxychloroquine.[AFP/NARINDER NANU]

Suara.com - Hydroxychloroquine merupakan salah satu obat yang digadang-gadang Donald Trump bisa menyembuhkan pasien COVID-19. Namun sebuah penelitian di Amerika memberikan bukti lain terhadap obat tersebut.

Melansir AFP, sebuah penelitian yang dilakukan di rumah sakit New York tidak menemukan bukti bahaya atau manfaat dari pemberian obat malaria ini kepada pasien yang terpapar virus corona.

"Risiko intubasi atau kematian tidak secara signifikan lebih tinggi atau lebih rendah di antara pasien yang menerima hydroxychloroquine maupun pasien yang tidak menerima obat tersebut," kata para penulis penelitian dikutip dari AFP.

Studi tersebut diterbitkan pada Kamis (07/08) di jurnal The New England Journal of Medicine. Mereka mengatakan "tidak boleh diambil untuk mengesampingkan manfaat atau bahaya dari penggunaan hydroxychloroquine."

"Namun, temuan kami tidak mendukung penggunaan hydroxychloroquine saat ini, di luar uji klinis acak yang menunjukkan manfaatnya," ujar para peneliti.

Studi pengamatan ini dilakukan pada pasien di New York-Presbyterian Hospital dan Columbia University Irving Medical Center dan didanai oleh National Institutes of Health.

Untuk penelitian ini, 811 pasien menerima dua dosis 600 mg hydroxychloroquine pada hari pertama dan 400 mg setiap hari selama empat hari. Sedangkan 565 pasien lainnya tidak menerima obat tersebut.

"Tidak ada hubungan yang signifikan antara penggunaan hydroxychloroquine dan intubasi atau kematian," kata penelitian itu.

Health Canada, European Medicines Agency, dan Food and Drug Administration AS telah memperingatkan terhadap penggunaan hydroxychloroquine untuk mengobati COVID-19 tanpa adanya uji klinis.

baca juga

Hydroxychloroquine dan senyawa chloroquine terkait telah digunakan selama beberapa dekade untuk mengobati malaria, serta gangguan autoimun lupus dan rheumatoid arthritis.

Presiden AS Donald Trump sempat sering menggembar-gemborkan penggunaan hydroxychloroquine sebagai obat dari virus corona. Namun kini sudah digantikan oleh obat eksperimental, remdesivir atas izin Regulator AS pekan lalu.

Dalam penelitiannya, remvdesivir menunjukkan mampu mempersingkat waktu pemulihan pada beberapa pasien virus corona.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Donald Trump Sebut Dirinya Raja Utang

Donald Trump Sebut Dirinya Raja Utang

Bisnis | Jum'at, 08 Mei 2020 | 08:19 WIB

Obat Herbal Covid-19 Bikinan Madagaskar Bikin Malaria Jadi Kebal, Bahaya!

Obat Herbal Covid-19 Bikinan Madagaskar Bikin Malaria Jadi Kebal, Bahaya!

Health | Kamis, 07 Mei 2020 | 19:10 WIB

Kewenangannya Perangi Iran Dibatasi DPR dan Senat, Trump: Resolusi Hina!

Kewenangannya Perangi Iran Dibatasi DPR dan Senat, Trump: Resolusi Hina!

News | Kamis, 07 Mei 2020 | 14:54 WIB

Terkini

7 Warna Cat Dinding Terbaik untuk Kamar Tidur Sesuai Prinsip Feng Shui

7 Warna Cat Dinding Terbaik untuk Kamar Tidur Sesuai Prinsip Feng Shui

Lifestyle | Kamis, 16 Juli 2026 | 13:20 WIB

Jet Tempur Israel Jatuhkan Bom ke Gaza, 2 Warga Palestina Luka Parah

Jet Tempur Israel Jatuhkan Bom ke Gaza, 2 Warga Palestina Luka Parah

News | Kamis, 16 Juli 2026 | 13:19 WIB

7 Cara Membedakan Parfum Asli dan Palsu, Jangan Tergiur Harga Murah

7 Cara Membedakan Parfum Asli dan Palsu, Jangan Tergiur Harga Murah

Lifestyle | Kamis, 16 Juli 2026 | 13:19 WIB

IHSG Nyaman di Level 6.000, Saham WIFI Melesat

IHSG Nyaman di Level 6.000, Saham WIFI Melesat

Bisnis | Kamis, 16 Juli 2026 | 13:18 WIB

7 Jenis Sabun Muka Cetaphil Sesuai Kebutuhan Kulit, Jangan Salah Pilih!

7 Jenis Sabun Muka Cetaphil Sesuai Kebutuhan Kulit, Jangan Salah Pilih!

Lifestyle | Kamis, 16 Juli 2026 | 13:17 WIB

Usai Rumahnya Digeledah, Anggota BPK Bobby Adhityo Diperiksa KPK

Usai Rumahnya Digeledah, Anggota BPK Bobby Adhityo Diperiksa KPK

News | Kamis, 16 Juli 2026 | 13:15 WIB

Serang Balik! dr Tifa Sebut Jokowi Tak Pernah Ngaku Lulusan UGM Sebelum Kasus Ijazah Palsu

Serang Balik! dr Tifa Sebut Jokowi Tak Pernah Ngaku Lulusan UGM Sebelum Kasus Ijazah Palsu

News | Kamis, 16 Juli 2026 | 13:15 WIB

Penelitian Baru Ungkap Akar Budaya Toalean di Sulawesi Selatan

Penelitian Baru Ungkap Akar Budaya Toalean di Sulawesi Selatan

Sulsel | Kamis, 16 Juli 2026 | 13:14 WIB

Review The Oddysey: Saat Nolan Mengubah Mitologi Jadi Potret Trauma Manusia

Review The Oddysey: Saat Nolan Mengubah Mitologi Jadi Potret Trauma Manusia

Your Say | Kamis, 16 Juli 2026 | 13:11 WIB

Aset Melonjak Jadi Rp2.250 Triliun, Fundamental BRI Kian Kokoh

Aset Melonjak Jadi Rp2.250 Triliun, Fundamental BRI Kian Kokoh

Bri | Kamis, 16 Juli 2026 | 13:11 WIB

×