Sasar Orang Miskin, Corona Bukan Lagi 'Virus Orang Kaya'

Rendy Adrikni Sadikin, Arief Apriadi

Selasa, 12 Mei 2020 | 12:25 WIB
Sasar Orang Miskin, Corona Bukan Lagi 'Virus Orang Kaya'
Ilustrasi virus corona. [Pixabay]/emmagrau]

Suara.com - Virus Corona sempat punya istilah lain di awal-awal penyebarananya ke penjuru dunia. Corona acapkali disebut 'virus orang kaya' karena pada awalnya hanya menyerang kaum berduit.

Berbeda dengan pandemi yang telah terjadi sebelumnya, virus Corona lebih dulu menyasar orang-orang kelas atas mulai dari pelancong yang kembali dari perjalanan bisnis di China, sekolah dan berlibur di Eropa.

Menyadur Los Angeles Times, kondisi itu sempat membuat masyarakat miskin dan kelas pekerja diberbagai negara yakin pandemi Covid-19 tak akan menyentuh mereka.

Persepsi semu itu bahkan dipromosikan oleh para pemimpin dunia, termasuk Gubernur negara bagian Puebla Meksiko, Luis Miguel Barbosa.

Barbosa menyebut pada Maret lalu bahwa orang-orang miskin punya kekebalan dalam menghadapi virus bernama ilmiah SARS-CoV-2 tersebut.

"Jika Anda kaya, Anda berisiko, tetapi jika Anda miskin, Anda tidak. Orang miskin, kita kebal," celetuk Barbosa dikutip dari LA Times, Selasa (12/5/2020).

Pemukiman padat penduduk di bantaran Sungai Ciliwung di kawasan Manggarai, Jakarta, Senin (9/4).
Pemukiman padat penduduk di bantaran Sungai Ciliwung di kawasan Manggarai, Jakarta, Senin (9/4).

Namun, pandangan-pandangan salah kaprah itu tak bertahan lama dipikiran publik. Fakta bahwa virus Corona kini menyebar ke seantero dunia, termasuk ke pabrik-pabrik dan pemukiman miskin jadi penyebabnya.

Worldometers mencatat pandemi Covid-19 telah menyerang lebih dari 4,2 juta orang dengan total kematian menembus angka 287 ribu lebih.

Pandemi Covid-19 kekinian mulai meneror masyarakat miskin, yang sebelum datangnya pandemi pun sudah hidup susah dengan berkutat pada kelaparan dan minimnya standar kesehatan.

baca juga

"Pada tahap yang sangat, sangat awal, penyakit ini dapat dianggap sebagai penyakit orang kaya," kata Joshua Loomis, asisten profesor biologi di East Stroudsburg University di Pennsylvania dan penulis sejarah epidemi.

"Tapi seperti yang kita tahu, tidak butuh waktu lama (bagi virus Corona, Red) untuk mengakar di antara orang miskin, dan di situlah sebagian besar pandemi tertarik."

Dalam sejarah umat manusia melawan pandemi, LA Times melaporkan bahwa orang-orang kaya selalu punya amunisi lebih untuk terhindar atau menyelamatkan diri dari penyakit.

Saat epidemi kolera menghantam dunia di awal abad ke-19, Rusia memutuskan mengunci lingkungan kelas bawah di kota St. Petersburg, di mana kebijakan itu menimbulkan kemarahan warga kelas bawah.

Sama halnya dengan Nazi di tahun 1930-an. Demi mencegah penyebaran penyakit tifus, kelompok pimpinan Adolf Hitler itu mengisolasi orang Yahudi ke Ghetto seraya membiarkan mereka mati terinfeksi.

Namun, apa yang terjadi pada pandemi virus Corona berlangsung terbalik. Orang-orang kaya lebih dulu terinfeksi, dan si miskin pada akhirnya tak jua punya kekuatan untuk membatasi penyebaran virus.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Wajibkan Pemakaian Masker, Prancis Tetap Larang Penggunaan Cadar

Wajibkan Pemakaian Masker, Prancis Tetap Larang Penggunaan Cadar

News | Selasa, 12 Mei 2020 | 10:19 WIB

Pakar Prediksi Pertengahan Mei Jadi Puncak Infeksi Covid-19 di Indonesia

Pakar Prediksi Pertengahan Mei Jadi Puncak Infeksi Covid-19 di Indonesia

Health | Selasa, 12 Mei 2020 | 08:30 WIB

Demonstrasi Guru dan Pegawai Negeri di Irak Tuntut Gaji yang Belum DIbayar

Demonstrasi Guru dan Pegawai Negeri di Irak Tuntut Gaji yang Belum DIbayar

Video | Selasa, 12 Mei 2020 | 09:00 WIB

Terkini

Kapolri Tunjuk Irjen Suhendri Jabat Kapolda Kepri Gantikan Irjen Asep Safrudin

Kapolri Tunjuk Irjen Suhendri Jabat Kapolda Kepri Gantikan Irjen Asep Safrudin

Batam | Minggu, 04 Oktober 2026 | 09:37 WIB

Sabun Batang vs Sabun Cair, Mana yang Lebih Sehat untuk Kulit?

Sabun Batang vs Sabun Cair, Mana yang Lebih Sehat untuk Kulit?

Lifestyle | Minggu, 04 Oktober 2026 | 09:36 WIB

5 Cara Pakai Make Over Lip Glazed agar Tidak Lengket di Bibir, Efek Glossy Awet Seharian

5 Cara Pakai Make Over Lip Glazed agar Tidak Lengket di Bibir, Efek Glossy Awet Seharian

Lifestyle | Minggu, 04 Oktober 2026 | 09:27 WIB

Nonton Konser DMASIV Makin Gampang Berkat BRImo, Catat Jadwal Tur Resminya

Nonton Konser DMASIV Makin Gampang Berkat BRImo, Catat Jadwal Tur Resminya

Bri | Minggu, 04 Oktober 2026 | 09:18 WIB

Gempa M 6,1 Guncang NTT Minggu Pagi, Begini Kondisi Terkini di Lapangan

Gempa M 6,1 Guncang NTT Minggu Pagi, Begini Kondisi Terkini di Lapangan

News | Minggu, 04 Oktober 2026 | 09:15 WIB

Cara Cek NIK Dapat BSU Kemnaker 2026 atau Tidak, Ini Link Resminya

Cara Cek NIK Dapat BSU Kemnaker 2026 atau Tidak, Ini Link Resminya

Bisnis | Minggu, 04 Oktober 2026 | 09:13 WIB

Urutan Pakai Viva Queen Covering Cream untuk Makeup Harian, Jangan Sampai Terbalik

Urutan Pakai Viva Queen Covering Cream untuk Makeup Harian, Jangan Sampai Terbalik

Lifestyle | Minggu, 04 Oktober 2026 | 09:05 WIB

Review Ciao Kedai Dimsum Batam: Tempat Healing dan Spot Nulis Paling Tenang

Review Ciao Kedai Dimsum Batam: Tempat Healing dan Spot Nulis Paling Tenang

Your Say | Minggu, 04 Oktober 2026 | 09:00 WIB

7 Penyebab Memori HP Murah Cepat Penuh padahal Aplikasi Sedikit, Simak Solusinya

7 Penyebab Memori HP Murah Cepat Penuh padahal Aplikasi Sedikit, Simak Solusinya

Tekno | Minggu, 04 Oktober 2026 | 08:58 WIB

Apa Saja Syarat Penerima BSU Rp900 Ribu Kemnaker 2026? Begini Penjelasannya

Apa Saja Syarat Penerima BSU Rp900 Ribu Kemnaker 2026? Begini Penjelasannya

Bisnis | Minggu, 04 Oktober 2026 | 08:49 WIB

×