WHO: Menyemprotkan Disinfektan Berlebihan Bisa Berbahaya

Dany Garjito, Hikmawan Muhamad Firdaus

Minggu, 17 Mei 2020 | 15:06 WIB
WHO: Menyemprotkan Disinfektan Berlebihan Bisa Berbahaya
Petugas menyemprotkan cairan disinfektan kepada salah seorang petugas pengantar pasien Covid-19 di lokasi dekontaminasi Lapangan Amongrogo, Umbulharjo, Yogyakarta, Selasa (5/5/2020), foto sebagai ilustrasi. - (SuaraJogja.id/Muhammad Ilham Baktora)

Suara.com - Sejak pandemi virus corona menyerang dunia, di berbagai negara mengadakan penyemprotan cairan disinfektan di berbagai tempat. Namun Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) memberi peringatan bahwa hal tersebut dapat menimbulkan bahaya lain.

Suara.com menyadur Al Arabiya, WHO memperingatkan penyemprotan disinfektan di jalanan, seperti yang dilakukan di beberapa negara, tidak menghilangkan virus corona baru dan bahkan menimbulkan risiko kesehatan.

Dalam sebuah dokumen tentang membersihkan dan mendisinfeksi permukaan sebagai bagian dari respons terhadap virus, WHO mengatakan penyemprotan bisa jadi tidak efektif.

"Penyemprotan atau pengasapan ruang luar, seperti jalan atau pasar, tidak disarankan untuk membunuh virus Covid-19 atau patogen lain karena disinfektan tidak aktif jika terkena kotoran dan puing-puing," jelas WHO.

"Bahkan dengan tidak adanya bahan organik, penyemprotan kimia tidak mungkin cukup untuk menutupi semua permukaan selama durasi waktu kontak yang diperlukan untuk menonaktifkan patogen."

WHO mengatakan bahwa jalan dan trotoar tidak dianggap sebagai "reservoir infeksi" Covid-19. Penyemprotan disinfektan, bahkan di luar, dapat "berbahaya bagi kesehatan manusia". Dokumen tersebut juga menekankan bahwa menyemprot individu dengan disinfektan "tidak direkomendasikan dalam keadaan apa pun".

"Ini bisa berbahaya secara fisik dan psikologis dan tidak akan mengurangi kemampuan orang yang terinfeksi untuk menyebarkan virus melalui tetesan atau kontak," kata dokumen itu.

Penyemprotan klorin atau bahan kimia beracun lainnya pada orang dapat menyebabkan iritasi mata dan kulit, bronkospasme dan efek gastrointestinal, tambahnya.

WHO juga memperingatkan terhadap penyemprotan dan pengasapan disinfektan ke permukaan di dalam ruangan, mengutip sebuah penelitian yang menunjukkan bahwa cara tersebut tidak efektif.

baca juga

"Jika akan menggunakan cairan disinfektan, harus dilakukan dengan kain atau lap yang telah direndam dalam disinfektan," katanya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Sempat Stop Pendanaan, AS Berencana Kembali Beri Donasi ke WHO

Sempat Stop Pendanaan, AS Berencana Kembali Beri Donasi ke WHO

News | Minggu, 17 Mei 2020 | 11:35 WIB

WHO Selidiki Sindrom Peradangan Langka terkait Covid-19 pada Anak-anak

WHO Selidiki Sindrom Peradangan Langka terkait Covid-19 pada Anak-anak

Health | Sabtu, 16 Mei 2020 | 08:30 WIB

Youtuber Indira Kalistha Ogah Pakai Masker, Yuk Intip Lagi Panduan dari WHO

Youtuber Indira Kalistha Ogah Pakai Masker, Yuk Intip Lagi Panduan dari WHO

Health | Jum'at, 15 Mei 2020 | 16:25 WIB

Terkini

Mentereng di AS, Mitchell Baker Punya Target Tampil di Premier League, Olimpiade, Piala Dunia

Mentereng di AS, Mitchell Baker Punya Target Tampil di Premier League, Olimpiade, Piala Dunia

Bola | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 23:55 WIB

Mantan Ketua DPR RI Marzuki Alie Minta Dialog soal Tunggakan PBB IGM Rp2,33 Miliar

Mantan Ketua DPR RI Marzuki Alie Minta Dialog soal Tunggakan PBB IGM Rp2,33 Miliar

Sumsel | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 23:40 WIB

Sumsel United Kalah 0-1 dari Semen Padang, Gol Menit Akhir Buyarkan Asa Laskar Juaro Raih Poin

Sumsel United Kalah 0-1 dari Semen Padang, Gol Menit Akhir Buyarkan Asa Laskar Juaro Raih Poin

Sumsel | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 23:28 WIB

Inovasi Fashion Ramah Lingkungan: Botol Plastik Bekas Bisa Disulap Jadi Pakaian Olahraga

Inovasi Fashion Ramah Lingkungan: Botol Plastik Bekas Bisa Disulap Jadi Pakaian Olahraga

Lifestyle | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 23:01 WIB

Dewa United Bukan Lawan Biasa, Shin Tae-yong Minta Persija Hati-hati

Dewa United Bukan Lawan Biasa, Shin Tae-yong Minta Persija Hati-hati

Bola | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 22:54 WIB

Kapolresta Bogor Kota Minta Maaf atas Insiden Intimidasi Videografer

Kapolresta Bogor Kota Minta Maaf atas Insiden Intimidasi Videografer

Jabar | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 22:50 WIB

IVES 2026 Soroti EEC, Pengukuran Dampak Ekonomi Industri Event

IVES 2026 Soroti EEC, Pengukuran Dampak Ekonomi Industri Event

Jakarta | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 22:47 WIB

Sudah Tunjukkan ID Card Tapi Tetap Diamankan, Jurnalis di Bogor Sempat Diminta Hapus Video

Sudah Tunjukkan ID Card Tapi Tetap Diamankan, Jurnalis di Bogor Sempat Diminta Hapus Video

Bogor | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 22:43 WIB

Kasus Polisi Diduga Bunuh Ibu Kandung di Siak, Riwayat Skizofrenia Terungkap, Kompolnas Turun Tangan

Kasus Polisi Diduga Bunuh Ibu Kandung di Siak, Riwayat Skizofrenia Terungkap, Kompolnas Turun Tangan

Sumsel | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 22:31 WIB

Bahlil Curiga LNG Indonesia ke Singapura Dijual Lagi, Ada Apa?

Bahlil Curiga LNG Indonesia ke Singapura Dijual Lagi, Ada Apa?

Video | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 22:15 WIB

×