KPK-Polda Sumsel Lakukan Supervisi Dugaan Korupsi Tanah Kuburan di OKU

Rizki Nurmansyah | Welly Hidayat
KPK-Polda Sumsel Lakukan Supervisi Dugaan Korupsi Tanah Kuburan di OKU
Ilustrasi Gedung KPK.

Kerugian negara terkait dugaan korupsi kasus tanah kuburan di OKU mencapai kurang lebih Rp 3,4 miliar.

Suara.com - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) melakukan Koordinasi Supervisi Penindakan (Korsupdak) bersama Polda Sumatera Selatan.

Supervisi ini terkait penyidikan dugaan korupsi pengadaan tanah Tempat Pemakaman Umum (TPU) Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU) yang bersumber dana dari APBD tahun 2013 senilai Rp 6 Miliar.

"Perkara tersebut penyidik Polda Sumsel telah menetapkan tersangka JA (Johan Anuar, Wakil Bupati OKU saat ini)," kata Plt Juru Bicara KPK Ali Fikri, dikonfirmasi, Rabu (20/5/2020).

Ali menyebut KPK hari ini, Rabu (20/5/2020), memfasilitasi perwakilan Polda Sumsel, Kejaksaan Tinggi Sumsel, BPK RI dan Bareskrim Polri terkait perkembangan penyidikan.

"Disimpulkan bahwa dari uraian kronologis kasus, maka perkara tersebut telah tergambar jelas unsur melawan hukum yang diduga dilakukan oleh tersangka JR," ungkap Ali

Demi kelancaran pengungkapan perkara, kedepannya KPK akan melakukan supervisi lebih intensif terhadap perkara atas nama tersangka JR.

Sebelumnya, KPK juga melakukan supervisi terkait perkara tersebut terhadap empat orang yang sudah divonis bersalah atas kasus korupsi tanah kuburan.

Keempatnya yakni, Hidirman pemilik tanah, mantan Kepala Dinas Sosial OKU Najamudin, mantan Asisten I Setda OKU Ahmad Junaidi, dan mantan Sekda OKU Umirton.

"Jumlah kerugian negara kurang lebih Rp 3,4 Miliar," tutup Ali.

Komentar

Suara.Com

Dapatkan informasi terkini dan terbaru yang dikirimkan langsung ke Inbox anda

QUOTES OF THE DAY

INFOGRAFIS