Benang Kusut Prostitusi dan Virus Corona di Filipina

Reza Gunadha, Rima Suliastini

Jum'at, 22 Mei 2020 | 21:57 WIB
Benang Kusut Prostitusi dan Virus Corona di Filipina
Ilustrasi prostitusi. (Shutterstock)

Suara.com - Virus corona selama ini jadi momok yang menakutkan bagi semua kalangan. Di Filipina, terungkap fakta yang lebih mengerikan dari virus itu sendiri.

Sebuah laporan mendalam dari Rappler mengungkap praktik prostistusi terselubung yang dilakukan oleh polisi Filipina pada para wanita yang terpaksa melewati batas sosial demi sesuap nasi.

Seorang wanita yang memiliki nama samaran sebagai Marivic terpaksa melanggar aturan pembatasan sosial karena jatah beras yang diberikan pemerintah sudah tak cukup untuk menyambung hidup.

Satu-satunya harapan Marivic ada pada pria beristri yang kerap menghubunginya via ponsel. Ia kemudian berjalan selama dua jam dan melewati pos pemeriksaan untuk bisa menemui pria tersebut.

Begitu sampai di pos penjagaan, Marivic kembali berhadapan dengan polisi yang wajahnya sangat ia kenal, sebut saja Andres. Ketika remaja, Marivic pernah bercinta dengan Andres dan ia dibayar dengan uang tunai kala itu.

Namun hubungan keduanya jadi semakin runyam ketika Andres minta berhubungan seks dengannya dan mengganti uang bayaran dengan ancaman.

Marivic tahu Andres tidak akan membiarkannya lewat kecuali dia memberikan apa yang diinginkan polisi itu. Sekali lagi, ia harus menelanjangi diri dan tunduk pada Andres untuk memenuhi kebutuhan keluarganya.

Ilustrasi prostitusi. (Shutterstock)

Andres mengantarnya kembali ke rumahnya untuk diperkosa. "Ini memalukan tetapi saya benar-benar putus asa pada saat itu," ujar Marivic pada Rappler.

Setelah diperkosa, Andres memberinya sepotong roti, uang 150 peso dan tumpangan. Belakangan, ini menjadi semacam paket yang umum dijumpai kala pembatasan sosial. Ya, para wanita ini menukar tubuh mereka untuk tiket keluar saat karantina plus transportasi. Sungguh mengerikan.

baca juga

Kisah Lainnya datang dari pria-pria yang menjajakan tubuhnya. Mereka juga turut merasakan hal yang sama, atau paling tidak, itulah yang diungkapkan oleh Randy, nama samaran seorang mucikari yang mengelola jasa prostituasi.

Menurutnya, bisnis prostitusi menjadi sangat sulit semenjak pandemi virus corona. Apalagi pemerintah memperpanjang masa karantina, sehingga Randy terpaksa mengirim pesan rutin pada para pelanggannya agar bisnis tetap berjalan.

"Mereka ada di sini, Anda dapat memilih siapa pun yang Anda suka. Mereka tidak dapat pulang ke provinsi mereka karena COVID-19," bunyi pesan Randy pada para pelanggannya.

Randy mengatakan kepada Rappler bahwa mereka kesulitan mendapatkan bantuan dari pemerintah karena tidak dianggap sebagai rumah tangga keluarga.

"Mereka memberi kami bahan makanan pada hari Sabtu lalu, tetapi prosesnya sangat sulit," ungkapnya.

"Salah satu orang di sini, Jasper, berjalan bermil-mil hanya untuk sampai ke salah satu klien dan itulah sebabnya kami memiliki uang tunai sekarang," lanjut Randy.

Lalu bagaimana dengan orang-orang yang hidup di luar lingkaran prostitusi? Rupanya, mereka tak mengalami hal yang lebih baik.

Jennifer, nama samaran wanita yang telah membantu perempuan HIV-positif sepertinya, mengatakan kepada Rappler bahwa krisis telah membuat mereka semakin sulit mendapatkan bantuan pemerintah dan perawatan kesehatan.

"Kami memiliki obat-obatan untuk diminum, tetapi lebih sulit untuk mendapatkannya sekarang karena karantina. Kami dapat bertahan hidup karena kami memiliki sebuah organisasi," ungkapnya.

Jika bukan karena organisasinya, Koalisi Melawan Perdagangan Perempuan-Asia Pasifik (CATW-AP), dia mengatakan perempuan yang dieksploitasi di komunitasnya akan lebih menderita selama pandemi.

Salah seorang mantan pelacur dengan nama samaran Jaida mengaku khawatir, pandemi membuat teman-temannya kembali menjajakan tubuh mereka.

"Saya hanya menjual sayuran sekarang, saya tidak ingin kembali ke pelacuran. Tetapi situasi menjadi sangat sulit dan saya akan mengerti jika ada diantara mereka ada yang akan kembali," ujarnya.

Ilustrasi prostitusi/psk. (Shutterstock)
Ilustrasi prostitusi. (Shutterstock)

Sementara itu, feminis dan kelompok perempuan sendiri memiliki pendapat yang berbeda mengenai hal ini jauh sebelum krisis.

Satu kelompok memandang pelacuran sebagai masalah ekonomi yang harus diatasi dan dihilangkan. Lainnya mengakui dipaksa terjerumus ke dalamnya. Ada juga orang yang menganggap kerja seks sebagai bisnis yang sah, yang melayani pasar yang ada di masyarakat mana pun.

Direktur eksekutif CATW-AP Jean Enriquez, menolak gagasan seks sebagai pekerjaan, ia mendesak pemerintah untuk merencanakan hal ini lebih baik dan segera memobilisasi sumber daya.

"Para wanita ini membutuhkan pekerjaan reguler dan layak. Janganlah kita menormalkan pelecehan. Tidak ada seorang pun yang mau digunakan setiap hari," kata Enriquez.

Advokat pekerja seks, Mara Quesada mengakui Filipina mungkin tidak siap untuk legalisasi kerja seks, tapi jika hal ini dilegalkan, pekerja seks memenuhi syarat untuk mendapatkan bantuan tunai dari pemerintah.

Tetapi ada juga perempuan dan laki-laki yang ingin diakui dan dilindungi untuk jenis pekerjaan yang telah mereka pilih. "Ada orang-orang yang merasa bahwa mereka tidak perlu diselamatkan dan mereka ingin pengakuan atas pekerjaan mereka," kata Quesada.

"Sehingga akan diatur dan akan ada lingkungan yang aman bagi mereka dan mereka dapat melaporkan mereka yang berkuasa, seperti polisi, yang menyalahgunakan mereka," tutupnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Hampir 19.000 Meninggal karena Virus Corona di Brasil

Hampir 19.000 Meninggal karena Virus Corona di Brasil

Health | Kamis, 21 Mei 2020 | 16:00 WIB

Akibat Pandemi Covid-19, Wuhan Larang Perdagangan dan Konsumsi Hewan Liar

Akibat Pandemi Covid-19, Wuhan Larang Perdagangan dan Konsumsi Hewan Liar

Health | Kamis, 21 Mei 2020 | 15:30 WIB

112 Ibu Positif Covid-19 di Mumbai Lahirkan Bayi Sehat

112 Ibu Positif Covid-19 di Mumbai Lahirkan Bayi Sehat

News | Kamis, 21 Mei 2020 | 15:59 WIB

Terkini

Seskab Teddy Ajak Masyarakat Kunjungi Sekolah Rakyat, Lebih dari 45 Ribu Anak Kembali Bersekolah

Seskab Teddy Ajak Masyarakat Kunjungi Sekolah Rakyat, Lebih dari 45 Ribu Anak Kembali Bersekolah

News | Minggu, 08 November 2026 | 12:10 WIB

Seni Mengenang dan Mengikhlaskan dalam Drama The Rainbow in Our Memory

Seni Mengenang dan Mengikhlaskan dalam Drama The Rainbow in Our Memory

Your Say | Minggu, 08 November 2026 | 12:10 WIB

Serukan Boikot Raffi Ahmad, Dulu Prabowo-Gibran Endorse Artis Tapi Kini Rakyat Kecewa

Serukan Boikot Raffi Ahmad, Dulu Prabowo-Gibran Endorse Artis Tapi Kini Rakyat Kecewa

News | Minggu, 08 November 2026 | 12:05 WIB

Mensos Gus Ipul Raih Penghargaan CNN Indonesia Awards 2026

Mensos Gus Ipul Raih Penghargaan CNN Indonesia Awards 2026

News | Minggu, 08 November 2026 | 12:02 WIB

Gaji Dipotong Pajak tapi Cari Kerja Susah, Wajar Kalau Gen Z Makin 'Galak' soal APBN!

Gaji Dipotong Pajak tapi Cari Kerja Susah, Wajar Kalau Gen Z Makin 'Galak' soal APBN!

Your Say | Minggu, 08 November 2026 | 12:00 WIB

Punya Pisang Ambon Matang? Sulap Jadi Banana Muffin Cokelat yang Lembut dan Legit!

Punya Pisang Ambon Matang? Sulap Jadi Banana Muffin Cokelat yang Lembut dan Legit!

Sumut | Minggu, 08 November 2026 | 11:55 WIB

Pengambilan Race Pack Dibuka! 8 Ribu Pelari Siap Ramaikan PLN Electric Run 2026

Pengambilan Race Pack Dibuka! 8 Ribu Pelari Siap Ramaikan PLN Electric Run 2026

News | Minggu, 08 November 2026 | 11:54 WIB

PLN Electric Run 2026, PLN Siap Hadirkan Ajang Lari Berstandar Internasional & Ramah Lingkungan

PLN Electric Run 2026, PLN Siap Hadirkan Ajang Lari Berstandar Internasional & Ramah Lingkungan

Bisnis | Minggu, 08 November 2026 | 11:43 WIB

5 Rekomendasi Serum Penumbuh Rambut Lokal Murah di Bawah Rp100 Ribu

5 Rekomendasi Serum Penumbuh Rambut Lokal Murah di Bawah Rp100 Ribu

Lifestyle | Minggu, 08 November 2026 | 11:43 WIB

Godzilla Minus Zero Pecahkan Rekor Opening Day Film Live-Action di Jepang

Godzilla Minus Zero Pecahkan Rekor Opening Day Film Live-Action di Jepang

Your Say | Minggu, 08 November 2026 | 11:42 WIB

×