Kualitas Udara Jakarta selama PSBB Corona Membaik

Pebriansyah Ariefana

Senin, 25 Mei 2020 | 00:05 WIB
Kualitas Udara Jakarta selama PSBB Corona Membaik
Suasana kota Jakarta. (BBC)

Suara.com - Pengamat lingkungan mengatakan kualitas udara di Jakarta membaik selama Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB), ditandai penurunan gas-gas polutan dengan berkurangnya jumlah transportasi di jalanan.

Meski demikian, nanopartikel PM 2.5 dinilai masih konsisten di atas batas tidak sehat jika mengacu pada standar Organisasi Kesehatan Dunia (WHO). Di sisi lain, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) mengatakan standar Indonesia berbeda untuk menyesuaikan dengan alam setempat.

Emisi karbon dioksida dunia tercatat mengalami penurunan akibat karantina Covid-19 yang diterapkan diberbagai negara. Hal itu tertuang dalam sebuah analisis pertama mengenai sebaran emisi karbon dunia tahun ini, menurut pernyataan dari Organisasi peduli lingkungan Pusat Penelitian Energi dan Udara Bersih (CREA) yang diterima BBC News Indonesia.

Analisis yang diterbitkan pada 19 Mei dalam Nature Climate Change itu mencatat penurunan hingga 17% di bulan April jika dibandingkan tahun lalu. Secara global, puncak penurunan itu terjadi pada 7 April.

Hampir setengah (43%) dari penurunan emisi global selama puncak lockdown berasal dari transportasi, seperti perjalanan mobil.

CREA juga menambahkan bahwa di Indonesia, penurunan emisi maksimum mencapai 18,2 persen.

Langit makin cerah karena karantina Covid-19: 'Senyuman di langit', nikmati fenomena di malam hari Virus corona: WHO sebut polusi udara berpotensi pengaruhi risiko kematian akibat Covid-19 Polusi udara kota ternyata tidak cuma berdampak pada pernapasan

Langit yang lebih bersih menjadi perhatian beberapa warga ibu kota dan sekitarnya selama PSBB, yang dimulai sejak awal April dan kini diperpanjang hingga 4 Juni.

"Yang pasti sih langit lebih cerah kelihatannya, lebih nggak abu-abu, lebih banyak birunya," kata Meita Win, seorang wirausahawan makanan yang berdomisili di Jakarta Utara, kepada BBC News Indonesia.

baca juga

Hal serupa juga dikatakan Fajar Anugrah Putra, seorang warga Tangerang Selatan, Banten.

Jalanan sepi, langit bersih

Fajar adalah seorang karyawan swasta yang berkantor di Kuningan, Jakarta Selatan. Seperti sebagian banyak karyawan ibu kota, ia menjalankan pekerjaan dari rumah, atau work from home (WFH) sejak Maret lalu.

Pria berusia 37 tahun itu memerhatikan kualitas udara melalui sebuah aplikasi handphone untuk wilayah tempat tinggalnya dan Jakarta.

"Memang kalau semenjak Maret dan April itu kan, ketika orang sudah banyak yang di rumah, artinya tidak lagi keluar menggunakan kendaraan pribadi, itu kan sempat turun indeks polusi, terus langit juga sempat beberapa minggu itu bersih banget," kata Fajar kepada BBC News Indonesia.

"Jadi kelihatannya memang kendaraan pribadi itu yang paling signifikan menyumbang polusi di Jakarta, kalau kita melihat indikasi visual sama skor indeks polusi," tambahnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Cerita Foto Senyuman dan Kegetiran Tim Medis Virus Corona

Cerita Foto Senyuman dan Kegetiran Tim Medis Virus Corona

News | Minggu, 24 Mei 2020 | 20:11 WIB

Heboh! Kakak-Adik Temukan Emas Batangan 2 Kg di Belakang Rumah

Heboh! Kakak-Adik Temukan Emas Batangan 2 Kg di Belakang Rumah

News | Minggu, 24 Mei 2020 | 20:08 WIB

Pembeli Sepi, Nenek Penjual Bunga Tabur Kuburan di Solo Banting Harga

Pembeli Sepi, Nenek Penjual Bunga Tabur Kuburan di Solo Banting Harga

Jawa Tengah | Minggu, 24 Mei 2020 | 20:01 WIB

Terkini

Tak Cuma Kapolres, 3 Petinggi Polres Sukoharjo Ikut Dicopot Buntut Geledah Ponpes

Tak Cuma Kapolres, 3 Petinggi Polres Sukoharjo Ikut Dicopot Buntut Geledah Ponpes

News | Senin, 02 November 2026 | 19:29 WIB

2.000 Pelari Ramaikan Xiaomi POP Run 2026, REDMI Note 17 Pamer Baterai Jumbo

2.000 Pelari Ramaikan Xiaomi POP Run 2026, REDMI Note 17 Pamer Baterai Jumbo

Tekno | Senin, 02 November 2026 | 19:25 WIB

AURA: Cara Membuat Konten Dikutip ChatGPT dan Gemini dengan Teknik GEO

AURA: Cara Membuat Konten Dikutip ChatGPT dan Gemini dengan Teknik GEO

Tekno | Senin, 02 November 2026 | 19:20 WIB

Antisipasi Kendaraan Tabrak Separator, Transjakarta Cat Ulang Pembatas Koridor 9

Antisipasi Kendaraan Tabrak Separator, Transjakarta Cat Ulang Pembatas Koridor 9

News | Senin, 02 November 2026 | 19:20 WIB

BPBD Kabupaten Malang Tangani Banjir dan Longsor di Sejumlah Kecamatan

BPBD Kabupaten Malang Tangani Banjir dan Longsor di Sejumlah Kecamatan

Jatim | Senin, 02 November 2026 | 19:18 WIB

Pajak Pembalut Jadi Bukti Nafsu Belanja Negara Ugal-ugalan Saat Penerimaan Terbatas

Pajak Pembalut Jadi Bukti Nafsu Belanja Negara Ugal-ugalan Saat Penerimaan Terbatas

News | Senin, 02 November 2026 | 19:17 WIB

Dari Lereng Muria, Tradisi Guyang Cekathak Jadi Simbol Perhomatan pada Alam

Dari Lereng Muria, Tradisi Guyang Cekathak Jadi Simbol Perhomatan pada Alam

Lifestyle | Senin, 02 November 2026 | 19:15 WIB

Kenapa BPJS PBI Tiba-Tiba Nonaktif? Ini Penyebab Utamanya Menurut Aturan Terbaru!

Kenapa BPJS PBI Tiba-Tiba Nonaktif? Ini Penyebab Utamanya Menurut Aturan Terbaru!

Lifestyle | Senin, 02 November 2026 | 19:15 WIB

Sengketa Tanah Sejak 2018 Memanas di Palembang, Ketua RT dan RW Dibacok Saat Pengukuran Lahan

Sengketa Tanah Sejak 2018 Memanas di Palembang, Ketua RT dan RW Dibacok Saat Pengukuran Lahan

Sumsel | Senin, 02 November 2026 | 19:14 WIB

Dapur-dapur MBG Kerek Penjualan Daihatsu Gran Max hingga 20 Persen

Dapur-dapur MBG Kerek Penjualan Daihatsu Gran Max hingga 20 Persen

Otomotif | Senin, 02 November 2026 | 19:10 WIB

×