Kualitas Udara Jakarta selama PSBB Corona Membaik

Pebriansyah Ariefana | Suara.com

Senin, 25 Mei 2020 | 00:05 WIB
Kualitas Udara Jakarta selama PSBB Corona Membaik
Suasana kota Jakarta. (BBC)

Menurut pengamatan studi oleh organisasi peduli lingkungan Pusat Penelitian Energi dan Udara Bersih (CREA), tingkat gas Nitrogen Dioksida (NO2) di Jakarta turun sekitar 40% dari level gas tersebut pada tahun lalu.

Hal itu tercatat selama masa bekerja dari rumah yang mulai diberlakukan sejak pertengan Maret yang kemudian disusul PSBB di bulan April dalam upaya menekan penyebaran Covid-19.

Namun demikian, studi itu juga mencatat sebaran PM 2.5, atau partikel udara yang berukuran lebih kecil dari 2.5 mikron, pada periode itu masih konsisten.

Menurut CREA, kondisi ini mengonfirmasi lebih jauh penelitian sebelumnya yang menemukan bahwa kualitas udara ambien Jakarta sangat dipengaruhi oleh polutan yang berasal dari wilayah tetangga, terutama dari pembangkit listrik dengan batu bara.

Organisasi itu memberi contoh bahwa di provinsi Banten, di mana terdapat pembangkit listrik Suralaya, sebaran NO2 tetap tinggi.

CREA mengungkap bahwa pada 12 April, arah massa udara dengan PM 2.5 yang tinggi mengarah ke Jakarta terdeteksi melalui stasiun pemantau kualitas udara milik Kedutaan Besar Amerika Serikat di Jakarta Selatan dan Jakarta Pusat.

"Penelitian kami menunjukkan bahwa polusi udara perkotaan merupakan akumulasi dari berbagai sumber. Mulai dari kendaraan dan lalu lintas, kegiatan industri, hingga pembangkit listrik tenaga batubara yang sangat berpolusi," kata Analis CREA Isabella Suarez dalam sebuah pernyataan yang diterima BBC News Indonesia.

"Sederhananya, mengendalikan tingkat polusi dari semua sumber ini sama dengan lebih sedikit polusi yang dihirup. Pada akhirnya, lebih sedikit polusi berarti paru-paru lebih sehat dan lebih sedikit tekanan pada layanan kesehatan di masa kritis ini," tambahnya.

Menurut CREA, rata-rata setiap tahun sebanyak 38.000 orang Indonesia diperkirakan meninggal karena infeksi pernafasan bagian bawah. Sekitar 3.000 hingga 6.000 dari angka kematian tersebut dapat dihindari dengan udara yang lebih bersih.

Sementara, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) juga memperingatkan tingkat polusi udara yang tinggi dapat menjadi salah satu faktor risiko dalam kasus fatal Covid-19.

Standar tingkat PM 2.5 yang berbeda

Greenpeace mengungkap bahwa standar baku mutu udara nasional dan milik Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) berbeda, sehingga hal ini berimplikasi pada perbandingan penafsiran data.

Juru Bicara Bidang Iklim dan Energi Greenpeace Bondan Andriyanu mengatakan pihaknya juga mengkompilasi data dari alat deteksi PM 2.5 milik Kedutaan Besar Amerika Serikat dari tahun 2016.

Melalui alat itu, Bondan menjelaskan bahwa dibandingkan dari tahun-tahun sebelumnya dalam periode Januari hingga Mei, jumlah hari sehat justru semakin sedikit.

"Ternyata sejak Januari, memang kalau kita compare (bandingkan) dengan standar nasional, untuk PM 2.5 itu dimana baku mutu udara ambien nya standarnya adalah 65 mikrogram per meter cubic untuk rata-rata hariannya. Bandingkan dengan WHO, WHO rata-rata standar hariannya adalah 25 mikrogram per meter kubik.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Cerita Foto Senyuman dan Kegetiran Tim Medis Virus Corona

Cerita Foto Senyuman dan Kegetiran Tim Medis Virus Corona

News | Minggu, 24 Mei 2020 | 20:11 WIB

Heboh! Kakak-Adik Temukan Emas Batangan 2 Kg di Belakang Rumah

Heboh! Kakak-Adik Temukan Emas Batangan 2 Kg di Belakang Rumah

News | Minggu, 24 Mei 2020 | 20:08 WIB

Pembeli Sepi, Nenek Penjual Bunga Tabur Kuburan di Solo Banting Harga

Pembeli Sepi, Nenek Penjual Bunga Tabur Kuburan di Solo Banting Harga

Jawa Tengah | Minggu, 24 Mei 2020 | 20:01 WIB

Terkini

Letjen TNI Agus Widodo Dikabarkan Resmi Jabat Wakil Kepala BIN, Gantikan Komjen Imam Sugianto

Letjen TNI Agus Widodo Dikabarkan Resmi Jabat Wakil Kepala BIN, Gantikan Komjen Imam Sugianto

News | Selasa, 05 Mei 2026 | 22:52 WIB

Nyawa di Ujung Shift: Mengungkap Jam Kerja Tak Manusiawi Dokter Internship dan Regulasi Kemenkes

Nyawa di Ujung Shift: Mengungkap Jam Kerja Tak Manusiawi Dokter Internship dan Regulasi Kemenkes

News | Selasa, 05 Mei 2026 | 22:21 WIB

Sama dengan TNI, Prabowo Batasi Jabatan Anggota Polri di Luar Institusi

Sama dengan TNI, Prabowo Batasi Jabatan Anggota Polri di Luar Institusi

News | Selasa, 05 Mei 2026 | 21:45 WIB

Komitmen ESG Meningkat, Mengapa Data Logistik Masih Jadi Tantangan di Lapangan?

Komitmen ESG Meningkat, Mengapa Data Logistik Masih Jadi Tantangan di Lapangan?

News | Selasa, 05 Mei 2026 | 21:31 WIB

KPK Ingatkan Tunjangan Hakim Ad Hoc Harus Beriringan dengan Perbaikan Sistem Peradilan

KPK Ingatkan Tunjangan Hakim Ad Hoc Harus Beriringan dengan Perbaikan Sistem Peradilan

News | Selasa, 05 Mei 2026 | 21:26 WIB

AI Diklaim Bisa Jadi Solusi Mitigasi Banjir Rob dan Krisis Air Bersih, Gimana Caranya?

AI Diklaim Bisa Jadi Solusi Mitigasi Banjir Rob dan Krisis Air Bersih, Gimana Caranya?

News | Selasa, 05 Mei 2026 | 21:20 WIB

Indonesian Proposal Jadi Fokus Pertemuan Indonesia dan United Kingdom Intellectual Property Office

Indonesian Proposal Jadi Fokus Pertemuan Indonesia dan United Kingdom Intellectual Property Office

News | Selasa, 05 Mei 2026 | 21:16 WIB

Idul Adha 2026 Tanggal Berapa? Penetapan Versi Muhammadiyah dan Pemerintah Diprediksi Sama

Idul Adha 2026 Tanggal Berapa? Penetapan Versi Muhammadiyah dan Pemerintah Diprediksi Sama

News | Selasa, 05 Mei 2026 | 21:13 WIB

33 Tahun Kasus Marsinah Stagnan, Aktivis: Keadilan Tidak Bisa Digantikan Seremoni Gelar Pahlawan!

33 Tahun Kasus Marsinah Stagnan, Aktivis: Keadilan Tidak Bisa Digantikan Seremoni Gelar Pahlawan!

News | Selasa, 05 Mei 2026 | 20:42 WIB

Daftar Harga Kambing Kurban 2026 Terbaru Mulai Rp1 Jutaan, Cek Rekomendasinya di Sini!

Daftar Harga Kambing Kurban 2026 Terbaru Mulai Rp1 Jutaan, Cek Rekomendasinya di Sini!

News | Selasa, 05 Mei 2026 | 20:42 WIB