Serba Online Selama Pandemi, Kejahatan Mengintai di Jagat Maya

Rendy Adrikni Sadikin, Rima Suliastini

Rabu, 27 Mei 2020 | 09:30 WIB
Serba Online Selama Pandemi, Kejahatan Mengintai di Jagat Maya
Ilustrasi peretas. (Pixabay/ TheDigitalWay)

Suara.com - Kebijakan jaga jarak saat pandemi COVID-19 alias virus corona memberi banyak perubahan pada gaya hidup. Jika dulu banyak hal dilakukan secara langsung dengan bertatap muka, kini segalanya diakses online, termasuk bekerja dan belajar.

Ada banyak sisi positif yang bisa diambil dari kebijakan ini, salah satu tingkat kriminalitas menurun drastis. Sayangnya, menurut laman The Conversation, seperti pekerja kebanyakan yang serba online, kini pelaku kejahatan juga beralih pada platform berbasis internet

Menurutnya, aktivitas kejahatan juga meningkat di dunia maya selama pandemi virus corona. Hal ini terjadi karena banyaknya orang yang mengandalkan situs online dalam memenuhi kebutuhannya seperti belanja dan bekerja.

Bagi para peretas, merusak tampilan situs web adalah prestasi. Mereka membobol server sebuah situs web yang dihosting dan mengubah konten dengan gambar dan teks pilihan mereka sendiri.

Tindakan peretasan seperti ini memang bukan bentuk peretasan canggih, tapi perusakan ini memungkinkan para peretas untuk maju pada tingkat kejahatan yang lebih tinggi.

Padahal selama pandemi, banyak pelaku bisnis yang beralih ke e-commerce. Itu artinya, semakin banyak bisnis online maka semakin besar juga peluang kejahatan dunia maya.

Ilustrasi hacker. (Shutterstock)
Ilustrasi hacker. (Shutterstock)

Hal ini tentu saja mengakibatkan kerugian pada pemilik situs, mulai dari turunnya kepercayaan pada pemilik situs web hingga hilangnya pendapatan

Menurut informasi dari situs peretas Zone-h, jumlah rata-rata serangan deflasi situs web pada April 2020 naik 50 persen dibanding bulan yang sama pada tahun sebelumnya.

Selain itu, volume serangan situs web yang dilaporkan pada pertengahan Mei 2020, sudah melebihi volume serangan yang dilaporkan pada bulan Mei 2019 selama sebulan penuh.

baca juga

Peningkatan jumlah serangan situs web harian ini dimulai pada akhir Maret 2020, sementara Januari dan Februari tetap stabil.

Berdasar hasil investigasi, target para peretas adalah perusahaan besar dan situs milik pemerintah. Jumlah rata-rata per harinya meningkat dari 17,75 di bulan Februari hingga 21,6 serangan per hari di bulan April.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

5 Tenaga Kesehatan di Probolinggo Positif Corona, Total Jadi 21

5 Tenaga Kesehatan di Probolinggo Positif Corona, Total Jadi 21

Jatim | Rabu, 27 Mei 2020 | 09:00 WIB

Orang dengan Riwayat Genetik Demensia Berisiko Terinfeksi Corona Covid-19?

Orang dengan Riwayat Genetik Demensia Berisiko Terinfeksi Corona Covid-19?

Health | Rabu, 27 Mei 2020 | 08:57 WIB

Ilmuwan Mengembangkan Inhaler Virus Corona setelah Gejala Pertama Muncul

Ilmuwan Mengembangkan Inhaler Virus Corona setelah Gejala Pertama Muncul

Tekno | Rabu, 27 Mei 2020 | 09:00 WIB

Terkini

Bank Sumsel Babel Raih Apresiasi Hari Anak Nasional, Tegaskan Komitmen Bangun Generasi Emas

Bank Sumsel Babel Raih Apresiasi Hari Anak Nasional, Tegaskan Komitmen Bangun Generasi Emas

Sumsel | Kamis, 06 Agustus 2026 | 23:47 WIB

Bank Sumsel Babel Perkuat Peran Dukung 100.000 Sultan Muda, Perluas Inklusi Keuangan Sumsel

Bank Sumsel Babel Perkuat Peran Dukung 100.000 Sultan Muda, Perluas Inklusi Keuangan Sumsel

Sumsel | Kamis, 06 Agustus 2026 | 23:39 WIB

El Nino 2026 Lampaui Level Kuat, Abdul Azis Desak Pemerintah Serius Atasi Kekeringan

El Nino 2026 Lampaui Level Kuat, Abdul Azis Desak Pemerintah Serius Atasi Kekeringan

News | Kamis, 06 Agustus 2026 | 23:34 WIB

Bank Sumsel Babel Perkuat Kemitraan Strategis dengan Pemkab Lahat, Dukung Akselerasi Ekonomi Daerah

Bank Sumsel Babel Perkuat Kemitraan Strategis dengan Pemkab Lahat, Dukung Akselerasi Ekonomi Daerah

Sumsel | Kamis, 06 Agustus 2026 | 23:29 WIB

6 Fakta Pemecatan dan Sanksi Pungli 4 ASN di Pemprov Banten

6 Fakta Pemecatan dan Sanksi Pungli 4 ASN di Pemprov Banten

Banten | Kamis, 06 Agustus 2026 | 23:21 WIB

Usut Mutilasi Depok, Polisi Temukan HP Pelaku Tergabung dalam Grup Komunitas Gay

Usut Mutilasi Depok, Polisi Temukan HP Pelaku Tergabung dalam Grup Komunitas Gay

Jabar | Kamis, 06 Agustus 2026 | 23:14 WIB

Macet Jalur Bojonegara Bikin Sopir Angkot Merugi, Pemprov Banten Janjikan Keputusan Baru 4 Hari Lagi

Macet Jalur Bojonegara Bikin Sopir Angkot Merugi, Pemprov Banten Janjikan Keputusan Baru 4 Hari Lagi

Banten | Kamis, 06 Agustus 2026 | 23:10 WIB

Tumbangkan Persib Bandung, Persebaya Surabaya Juara Piala Presiden 2026

Tumbangkan Persib Bandung, Persebaya Surabaya Juara Piala Presiden 2026

Bola | Kamis, 06 Agustus 2026 | 23:08 WIB

KPK Bedah Dugaan Permainan Jalur Hijau dan Jalur Merah di Kasus Suap Bea Cukai

KPK Bedah Dugaan Permainan Jalur Hijau dan Jalur Merah di Kasus Suap Bea Cukai

News | Kamis, 06 Agustus 2026 | 23:01 WIB

74 Kontraktor SPPG Minta Kepastian Pembayaran dan Penyelesaian Administrasi Proyek

74 Kontraktor SPPG Minta Kepastian Pembayaran dan Penyelesaian Administrasi Proyek

News | Kamis, 06 Agustus 2026 | 22:53 WIB

×