Soal Potensi Kampanye Terselubung Petahana, DPR: Mendagri Jamin Bakal Tegas

Chandra Iswinarno, Novian Ardiansyah

Jum'at, 29 Mei 2020 | 00:05 WIB
Soal Potensi Kampanye Terselubung Petahana, DPR: Mendagri Jamin Bakal Tegas
Wakil Ketua Komisi II, Saan Mustopa. (Youtube DPR RI)

Suara.com - Wakil Ketua Komisi II DPR Saan Mustopa menjawab soal adanya potensi kecurangan calon petahana atau incumbent dalam Pilkada serentak 2020. Saan menyebut, incumbent bisa saja melakukan kampanye terselubung dengan memanfaatkan momen pandemi Covid-19.

Menurut Saan, kekhawatiran tersebut sudah menjadi perbincangan dan pertimbangan sebelum akhirnya DPR dan pemerintah melalui Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) dan KPU menyepakati pelaksanaan Pilkada pada 9 Desember 2020.

Saan mengemukakan, mengenai calon petahana yang merupakan kepala daerah sudah dijamin oleh Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian. Tito, disebut Saan, menjamin bakal menindak tegas para kepala daerah yang curang saat kembali bertarung dalam Pilkada 2020.

"Mendagri memberikan penegasan kepada kami bahwa mereka yang terang-terangan atau terselubung, kan sudah ada yang kejadian yang di Jateng. Mendagri memberikan jaminan selain memberikan pengawasan ketat juga tidak akan segan memberikan sanksi kepada kepala daerah incumbent yang menggunakan bansos untuk kepentingan politiknya," ujar Saan kepada wartawan, Kamis (28/5/2020).

Sebelumnya, mantan Wakil Ketua KPK Laode M Syarif mengatakan potensi pemanfaatan bantuan sosial bagi warga terdampak Covid-19 menjadi alat kampanye kepala daerah yang juga calon petahana dalam Pilkada serentak 2020 bisa saja terjadi.

Ia mencotohkan kasus Bupati Klaten Sri Mulyani yang memasang stiker bergambar dirinya di bantuan hand sanitizer yang kemudian dibagikan ke warga. Menurutnya praktik seperti itu yang kemudian bisa dimanfaatkan petahana atau incumbent sebagai alat kampanye.

"Bupati Klaten hanya salah satu contoh, karena saya pernah bikin satu-dua kali soal itu, misalnya banyak bantuan datang dibungkus dengan nama incumbent. Itu sebenarnya bukan lagi wacana, tapi itu kampanye sudah terjadi dengan dana bantuan Covid-19 yang sedang berjalan," kata Laode dalam diskusi online Pilkada 2020 Bertaruh Nyawa, Kamis (27/5/2020).

Direktur Eksekutif Kemitraan bagi Pembaruan Tata Pemerintahan itu mengemukakan, salah satu potensi yang dapat ditimbulkan apabila pilkada tetap dilaksanakan di masa pandemi ialah keuntungan bagi calon petahana.

Para calon petahana yang sekarang masih menjabat kepala daerah bisa saja memanfaatkan momen pandemi untuk melakukan kampanye terselubung.

baca juga

"Berikutnya, yang berhubungan dengan biaya kampanye. Itu bisa diambil dari semua anggaran belanja daerah, bisa dijadikan sebgai alat biaya kampanye terselubung incumbent. Saya kira itu yang selalu harus kita suarakan bersama. Di samping yang utama faktor risiko kesehatan yang harus kita perhatikan betul-betul," ujar Laode.

Pandangan serupa dikemukakan Ketua NETFID Indonesia Dahlia Umar. Ia menilai pelaksanakan tahapan pilkada serentak hingga nanti pemungutan suara pada 9 Desember 2020 hanya menguntungkan incumbent.

Sebab, penyelenggaraan pilkada tersebut dilakukan di masa pandemi Covid-19, di mana calon incumbent memiliki peluang lebih untuk lebih dekat dengan pemilih. Apalagi, jika ada calon petahana yang mengambil kesempatan dari kesempitan dengan memanfaatkan momen pandemi sebagai ajang pencitraan.

"Bagaimana incumbent bisa mempolitisasi proses masa pandemi ini untuk kepentingan pencitraan dirinya. Jadi seluruh pengambilan kebijakan, seluruh penyaluran bansos itu bisa saja menjadi alat kampanye terselubung para calon incumbent yang itu lagi-lagi mencederai aspek keadilan dalam kontestasi atau persaingan yang sehat," tutur Dahlia dalam diskusi online 'Pilkada 2020 Bertaruh Nyawa' pada Kamis (28/5/2020).

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Eks Pimpinan KPK Ingatkan Potensi Kampanye Terselubung Petahana di Pilkada

Eks Pimpinan KPK Ingatkan Potensi Kampanye Terselubung Petahana di Pilkada

News | Kamis, 28 Mei 2020 | 15:39 WIB

DPR dan Pemerintah Sepakat Pilkada Serentak Digelar 9 Desember 2020

DPR dan Pemerintah Sepakat Pilkada Serentak Digelar 9 Desember 2020

DPR | Rabu, 27 Mei 2020 | 19:31 WIB

Pilkada Serentak 9 Desember, Mendagri Didukung Kemenkes dan Gugus Tugas

Pilkada Serentak 9 Desember, Mendagri Didukung Kemenkes dan Gugus Tugas

News | Rabu, 27 Mei 2020 | 16:23 WIB

Komnas HAM Desak Jokowi Keluarkan Perppu Penundaan Pilkada Serentak 2020

Komnas HAM Desak Jokowi Keluarkan Perppu Penundaan Pilkada Serentak 2020

News | Selasa, 05 Mei 2020 | 15:43 WIB

Komisi II Setuju Pilkada Serentak Ditunda, Jadi 9 Desember 2020

Komisi II Setuju Pilkada Serentak Ditunda, Jadi 9 Desember 2020

DPR | Rabu, 15 April 2020 | 09:57 WIB

DPR Sepakat Usul Pemerintah Tunda Pilkada Serentak 2020 karena Virus Corona

DPR Sepakat Usul Pemerintah Tunda Pilkada Serentak 2020 karena Virus Corona

News | Selasa, 14 April 2020 | 20:00 WIB

Terkini

Tunda Kenaikan Gaji Kepala Daerah! Korupsi Itu Soal Integritas, Bukan Kurang Penghasilan

Tunda Kenaikan Gaji Kepala Daerah! Korupsi Itu Soal Integritas, Bukan Kurang Penghasilan

News | Rabu, 05 Agustus 2026 | 21:36 WIB

Industri Kecantikan Indonesia Makin Bergairah, Inovasi dan Teknologi Jadi Kunci Persaingan

Industri Kecantikan Indonesia Makin Bergairah, Inovasi dan Teknologi Jadi Kunci Persaingan

Lifestyle | Rabu, 05 Agustus 2026 | 21:26 WIB

Dari Kulit hingga Tekstil Ramah Lingkungan, Tren Fashion Masa Depan Makin Berkelanjutan

Dari Kulit hingga Tekstil Ramah Lingkungan, Tren Fashion Masa Depan Makin Berkelanjutan

Lifestyle | Rabu, 05 Agustus 2026 | 21:16 WIB

Wali Kota Solo Tegaskan Tak Toleransi Miras Ilegal, Empat Outlet Ditutup

Wali Kota Solo Tegaskan Tak Toleransi Miras Ilegal, Empat Outlet Ditutup

Jawa Tengah | Rabu, 05 Agustus 2026 | 21:06 WIB

Dari AI hingga Alat Diagnostik Presisi, Inovasi Teknologi Dorong Deteksi Penyakit Lebih Cepat

Dari AI hingga Alat Diagnostik Presisi, Inovasi Teknologi Dorong Deteksi Penyakit Lebih Cepat

Health | Rabu, 05 Agustus 2026 | 21:05 WIB

Watak Weton Rabu Pon Milik Presiden Prabowo Subianto, Simak Kelebihan dan Kekurangannya

Watak Weton Rabu Pon Milik Presiden Prabowo Subianto, Simak Kelebihan dan Kekurangannya

Lifestyle | Rabu, 05 Agustus 2026 | 21:05 WIB

BPS Ungkap Penjualan Truk hingga Pikap Melonjak 38,76%

BPS Ungkap Penjualan Truk hingga Pikap Melonjak 38,76%

Bisnis | Rabu, 05 Agustus 2026 | 21:05 WIB

Mendagri Siapkan Tiga Langkah Sebagai Solusi Operasional Gaji Pegawai Pemda

Mendagri Siapkan Tiga Langkah Sebagai Solusi Operasional Gaji Pegawai Pemda

News | Rabu, 05 Agustus 2026 | 21:02 WIB

BRI Dukung Optimalisasi Dana SAL, Perkuat Penyaluran Kredit ke Sektor Produktif

BRI Dukung Optimalisasi Dana SAL, Perkuat Penyaluran Kredit ke Sektor Produktif

Sulsel | Rabu, 05 Agustus 2026 | 21:01 WIB

Deposit Judi Online Piala Dunia 2026 Tembus Rp1 Triliun! QRIS Paling Banyak Disalahgunakan

Deposit Judi Online Piala Dunia 2026 Tembus Rp1 Triliun! QRIS Paling Banyak Disalahgunakan

News | Rabu, 05 Agustus 2026 | 21:01 WIB

×