Masyarakat Sudah Pentahelix, Pemerintah Harus Satu Komando dan Konsisten

Agung Sandy Lesmana | Stephanus Aranditio
Masyarakat Sudah Pentahelix, Pemerintah Harus Satu Komando dan Konsisten
[Unsplash/Markus Spiske]

"Ibarat perang, maka komando harus jelas, dengan demikian apabila komando keputusan perintah jelas dan konsisten maka seluruh unsur akan menjadi sinergis..."

Suara.com - Pandemi virus Corona Covid-19 tak hanya menjangkiti aspek kesehatan masyarakat yang mengakibatkan korban jiwa tetapi sudah sampai mengganggu aspek ketahanan nasional. Kebijakan pemerintah sebagai komando diminta tegas dan konsisten.

Beberapa elemen masyarakat dari berbagai sektor sebenarnya sudah menjalankan konsep pembangunan pentahelix, di mana unsur pemerintah, masyarakat atau komunitas, akademisi, pengusaha, dan media bersatu.

Dari sektor perekonomian, para pengusaha sudah bergerak membantu pemerintah dalam menggalang donasi dari pengusaha agar penanganan wabah dan roda ekonomi terus berputar, komando pemerintah yang tegas akan mempermudah penanganan wabah ini.

"Komando harus jelas, kita sudah menjadi pentahelix, KADIN ini intens terus kami kumpul melalui zoom selalu berkomunikasi sudah berapa pengangguran di Indonesia, ini harus kita beri motivasi dan stimulus pemerintah harus sampai ke tangan mereka," kata Wakil Ketua Umum Kamar Dagang Indonesia (KADIN) Nita Yudi dalam diskusi dari Kantor BNPB, Jakarta, Jumat (29/5/2020).

Dari institusi pendidikan, Sekretaris Universitas Indonesia Agustin Kusumayati menyebut pihaknya sudah melakukan banyak pengabdian masyarakat mulai membuka rumah sakit dan laboratorium mereka untuk melayani pasien Covid-19, hingga membuat ventilator portabel karya mahasiswa yang rencananya akan diproduksi massal bekerja sama dengan pihak swasta.

"Ibarat perang, maka komando harus jelas, dengan demikian apabila komando keputusan perintah jelas dan konsisten maka seluruh unsur akan menjadi sinergis, kami harap lebih kuat lagi kepemimpinan," tegas Agustin.

Kemudian dari media, Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Atal S Depari mengaku awak pers sudah mulai mengurangi pemberitaan negatif dan memperbanyak kabar baik tentang covid-19.

"Tanpa mengabaikan koreksi maupun kritik terhadap penyelenggaraan yang kurang baik," kata Atal.

Untuk diketahui, kurva kasus virus corona di Indonesia belum juga melandai hingga Kamis (28/5/2020) kemarin, tercatat sudah ada 24.538 kasus positif, 16.802 orang di antaranya dirawat di rumah sakit, kasus sembuh 6.240 orang, dan kasus meninggal 1.496 jiwa.

Komentar

Suara.Com

Dapatkan informasi terkini dan terbaru yang dikirimkan langsung ke Inbox anda

QUOTES OF THE DAY

INFOGRAFIS