Aktivis: Kasus George Floyd di AS Tak Beda Jauh dengan Rasisme Papua

Bangun Santoso | Stephanus Aranditio | Suara.com

Senin, 01 Juni 2020 | 07:55 WIB
Aktivis: Kasus George Floyd di AS Tak Beda Jauh dengan Rasisme Papua
Veronica Koman, pengacara sekaligus aktivis HAM yang kekinian diburu Polri dan pemerintah Indonesia. [SBS News]

Suara.com - Aktivis Papua melihat peristiwa demonstrasi besar-besaran yang terjadi di Amerika Serikat akibat kasus rasisme yang dilakukan polisi Minneapolis kulit putih terhadap seorang warga kulit hitam George Floyd hingga meninggal, kurang lebih sama dengan fenomena rasisme di Indonesia.

Pengacara HAM Veronica Koman mengatakan, para aktivis Papua melihat kasus yang dialami George Floyd hanyalah satu kasus yang memantik amarah besar orang-orang yang selama ini menjadi korban tindakan rasisme oleh penguasa selama bertahun-tahun.

Dia menyebut kejadian ini sama dengan peristiwa pengepungan dan rasisme di Asrama Mahasiswa Papua di Yogyakarta pada 2016 dan di Surabaya pada 2019 hingga pecah amarah warga di beberapa wilayah di Papua dan Papua Barat bahkan sampai ke Jakarta.

"Kejadian di US saat ini sama dengan kejadian Papua tahun lalu, bukan karena satu kejadian, US sekarang bukan karena George Floyd diam mati dibunuh polisi tapi karena itu sudah menumpuk karena banyak sekali orang kulit hitam dibunuh secara brutal begitu saja dengan imunitas, menumpuk dan meledaklah," kata Veronika Koman dalam diskusi #BLACKLIVESMATTER DAN PAPUA di kanal youtube FRI-WP Media, Minggu (31/5/2020).

Salah satu mahasiswa Papua yang pada 2016 berada di peristiwa pengepungan asrama Yogyakarta, Cisco bercerita bahwa ada satu mahasiswa Papua yang kurang lebih mengalami nasib yang sama dengan George Floyd, yakni Obby Kogoya.

"Foto yang tersebar mahasiswa papua hidungnya ditarik dan kepala diinjak nah itu Obby Kogoya, itu di kasus 2016 dia diperlakukan kurang lebih sama seperti Floyd," ucap Cisco.

Obby Kogoya malam itu hendak masuk memberikan bantuan makanan ke dalam asrama tetapi dihadang, dituduh membawa senjata tajam dan hendak ditangkap. Obby yang berupaya melarikan diri dikejar, dan dijatuhkan ke tanah sembari diinjak. Dia kemudian dikenakan tuduhan melawan petugas.

Menurut Cisco tindakan rasisme yang terjadi terhadap warga Papua sudah terjadi sejak Irian Jaya bergabung dengan Indonesia pada 1962 dengan melabeli orang Papua sebagai; separatis, pemabuk, perusuh, tukang onar dan sebagainya.

"Rasisme yang terjadi terhadap kami itu bukan terjadi begitu saja, tetapi memang sengaja dipelihara oleh negara, teman-teman bisa melihat media-media itu dalam meliput papua selalu miring, dalam melihat aktivitas kegaiatan mahasiswa papua itu selalu dengan nada provokatif, yang jelas ini menjadi konsumsi informasi yang tidak bagus di Indonesia," tegasnya.

Anggota Aliansi Mahasiswa Papua (AMP) Mikael Kudiai menilai rasisme tampak lebih struktural di era 2000-an saat masa otonomi khusus melalui pesan yang disampaikan lewat media-media.

Mikael menegaskan bahwa seluruh gerakan masyarakat yang terjadi pada pertengahan 2019 lalu di Papua dan Papua Barat bukanlah gerakan yang dikoordinasi, melainkan amarah yang bertahun-tahun dipendam dan meledak saat kasus rasisme terhadap mahasiswa Papua di Surabaya.

"Itu tidak terkonsolidasi, kalau misalnya ada yang bilang itu dikonsolidasi dan dibiayai itu tidak ada, memang rasialisme itu rakyat marah," tegas Mikael.

Aktivis Papua mendesak pemerintah Indonesia untuk mulai membuka ruang diskusi mendengar suara-suara rakyat Papua, warga Indonesia harus menyuarakan masalah rasisme terhadap rakyat Papua agar diusut tuntas karena permasalah ini adalah masalah hak asasi manusia bukan separatisme, dan membuka akses jurnalis untuk bekerja di Papua.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Teks Informasi Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Barack Obama Kecam Kekerasan Rasial yang Menewaskan George Floyd

Barack Obama Kecam Kekerasan Rasial yang Menewaskan George Floyd

News | Sabtu, 30 Mei 2020 | 11:15 WIB

Dalai Lama Sesalkan Aksi Brutal Polisi AS yang Menewaskan George Floyd

Dalai Lama Sesalkan Aksi Brutal Polisi AS yang Menewaskan George Floyd

News | Jum'at, 29 Mei 2020 | 19:58 WIB

Polisi Injak Leher George Floyd Hingga Tewas, Warga AS Berdemo

Polisi Injak Leher George Floyd Hingga Tewas, Warga AS Berdemo

News | Kamis, 28 Mei 2020 | 17:53 WIB

Cekik dan Bunuh Pria Afro-Amerika, 4 Polisi Rasis di AS Dipecat

Cekik dan Bunuh Pria Afro-Amerika, 4 Polisi Rasis di AS Dipecat

News | Rabu, 27 Mei 2020 | 12:07 WIB

Bunuh Adik dan Tembaki Masjid, Pria Norwegia Dituntut 21 Tahun Penjara

Bunuh Adik dan Tembaki Masjid, Pria Norwegia Dituntut 21 Tahun Penjara

News | Kamis, 21 Mei 2020 | 11:54 WIB

Paris Memanas di Tengah Pandemi Corona, Polisi Pelaku Rasisme Diperiksa

Paris Memanas di Tengah Pandemi Corona, Polisi Pelaku Rasisme Diperiksa

News | Senin, 27 April 2020 | 20:46 WIB

Veronica Koman: Keadilan untuk Papua Tak Akan Didapat dari Pengadilan NKRI

Veronica Koman: Keadilan untuk Papua Tak Akan Didapat dari Pengadilan NKRI

News | Rabu, 22 April 2020 | 21:49 WIB

Terkini

Arus Balik Padat, Korlantas Polri Berpeluang Perpanjang One Way Nasional Trans Jawa

Arus Balik Padat, Korlantas Polri Berpeluang Perpanjang One Way Nasional Trans Jawa

News | Selasa, 24 Maret 2026 | 20:45 WIB

Respons KPK Usai Dapat Sindiran Satire Soal Status Tahanan Rumah Yaqut

Respons KPK Usai Dapat Sindiran Satire Soal Status Tahanan Rumah Yaqut

News | Selasa, 24 Maret 2026 | 20:26 WIB

Urai Kepadatan di Jalur Arteri, Jam Operasional Tol Fungsional Purwomartani Diperpanjang

Urai Kepadatan di Jalur Arteri, Jam Operasional Tol Fungsional Purwomartani Diperpanjang

News | Selasa, 24 Maret 2026 | 20:00 WIB

Waka MPR Ingatkan Opsi Sekolah Daring untuk Hemat BBM: Jangan Ulangi Kesalahan Saat Covid-19

Waka MPR Ingatkan Opsi Sekolah Daring untuk Hemat BBM: Jangan Ulangi Kesalahan Saat Covid-19

News | Selasa, 24 Maret 2026 | 20:00 WIB

Cegah Pemudik Nyasar ke Sawah, Jasamarga Hapus Rute Google Maps

Cegah Pemudik Nyasar ke Sawah, Jasamarga Hapus Rute Google Maps

News | Selasa, 24 Maret 2026 | 19:56 WIB

Kenapa Krisis Minyak Global 2026 Lebih Parah dari 1973? Begini Penjelasannya dari Ahli

Kenapa Krisis Minyak Global 2026 Lebih Parah dari 1973? Begini Penjelasannya dari Ahli

News | Selasa, 24 Maret 2026 | 19:55 WIB

Terminal Kampung Rambutan Bakal Dirombak Total Usai Terendam Banjir

Terminal Kampung Rambutan Bakal Dirombak Total Usai Terendam Banjir

News | Selasa, 24 Maret 2026 | 19:52 WIB

Siapa Mohammad Bagher Zolghadr? Pengganti Ali Larijani sebagai Pimpinan Keamanan Tertinggi Iran

Siapa Mohammad Bagher Zolghadr? Pengganti Ali Larijani sebagai Pimpinan Keamanan Tertinggi Iran

News | Selasa, 24 Maret 2026 | 19:31 WIB

Iran Angkat Mohammad Bagher Zolghadr sebagai Pengganti Ali Larijani

Iran Angkat Mohammad Bagher Zolghadr sebagai Pengganti Ali Larijani

News | Selasa, 24 Maret 2026 | 19:12 WIB

Aturan Baru! Polisi Bisa Paksa Warga Serahkan Password HP, Menolak Siap-siap Masuk Bui

Aturan Baru! Polisi Bisa Paksa Warga Serahkan Password HP, Menolak Siap-siap Masuk Bui

News | Selasa, 24 Maret 2026 | 18:46 WIB