Barack Obama Kecam Kekerasan Rasial yang Menewaskan George Floyd

Reza Gunadha, Arief Apriadi

Sabtu, 30 Mei 2020 | 11:15 WIB
Barack Obama Kecam Kekerasan Rasial yang Menewaskan George Floyd
Mantan Presiden Amerika Serikat, Barack Obama (Shutterstock).

Suara.com - Mantan Presiden Amerika Serikat, Barack Obama mengecam kekerasan rasial yang menyebabkan tewasnya pria kulit hitam bernama George Floyd.

George Floyd, pira 46 tahun, harus meregang nyawa setelah mendapat kekerasan dari anggota polisi Minneapolis.

Dia dicekik menggunakan dengkul hingga akhirnya meinggal dunia pada Rabu (27/5/2020). Video kekerasan berbau rasial itu telah tersebar di internet.

Obama, yang merupakan Presiden kulit hitam pertama Amerika Serikat, menyayangkan tindak rasisme masih saja terjadi di era kebebasan saat ini.

Eks Presiden yang memimpin Amerika Serikat pada periode 2009-2007 itu mengaku menangis saat menyaksikan rekaman video kekerasan yang dialami George Floyd, sebagaimana dilaporkan USA Today.

"Penderitaan atas kematian Floyd dibagikan kepada saya dan jutaan orang lainnya," kata Barack Obama dikutip dari USA Today, Sabtu (30/5/2020).

"Diperlakukan secara berbeda karena ras adalah tragis, menyakitkan, menjengkelkan 'normal'--apakah itu berurusan dengan sistem perawatan kesehatan, atau berinteraksi dengan sistem peradilan pidana."

Sejumlah bagian Minneapolis, Amerika Serikat, hebat terbakar sejak Kamis (28/5/2020) pagi, setelah warga setempat turun ke jalan memprotes kematian George Floyd. [Antifa]
Sejumlah bagian Minneapolis, Amerika Serikat, hebat terbakar sejak Kamis (28/5/2020) pagi, setelah warga setempat turun ke jalan memprotes kematian George Floyd. [Antifa]

Menurut Obama, kematian George Floyd harus dijadikan cambuk bagi warga Amerika Serikat untuk bisa memberangus rasisme. Hal itu dinilai penting bagi masa depan generasi selanjutnya.

"Jika kita ingin anak-anak kita tumbuh di negara yang sesuai dengan cita-citanya, kita dapat dan harus berbuat lebih baik," kata Obama.

baca juga

Tindak kekerasan berbau rasial sudah terjadi di Amerika Serikat sejak lama, bahkan saat Barack Obama memimpin Negeri Paman Sam.

Pada 2012, pembunuhan atas pria kulit hitam juga terjadi di Amerika Serikat. Saat itu, Obama sangat bersimpati atas kekerasan yang dialami Trayvon Martin.

"Anda tahu, jika saya memiliki seorang putra, dia akan terlihat seperti Trayvon," katanya.

Otoritas kota Minnesota sendiri telah melakukan tindak tegas atas aksi kekerasan berbau rasial tersebut. Empat polisi yang diduga terlibat telah dipecat dari Departemen Kepolisian Minneapolis.

Sementara polisi bernama Derek Chauvin telah ditangkap pada Jumat (29/5/2020). Polisi yang kedapatan mencekik George Floyd menggunakan dengkul itu didakwa sebagai pembunuh dalam kasus tersebut.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Terkait Kasus George Floyd, Polisi Minneapolis Dituntut Pasal Pembunuhan

Terkait Kasus George Floyd, Polisi Minneapolis Dituntut Pasal Pembunuhan

News | Sabtu, 30 Mei 2020 | 10:25 WIB

Protes Kematian George Floyd, Gedung Putih 'Disegel' Warga AS

Protes Kematian George Floyd, Gedung Putih 'Disegel' Warga AS

News | Sabtu, 30 Mei 2020 | 10:10 WIB

George Floyd dan Kematian Lain di AS yang Memicu Gelombang Protes

George Floyd dan Kematian Lain di AS yang Memicu Gelombang Protes

News | Sabtu, 30 Mei 2020 | 09:59 WIB

Terkini

Jangan Takut Laba-Laba Sebelum Membaca "Weaver and the Web"

Jangan Takut Laba-Laba Sebelum Membaca "Weaver and the Web"

Your Say | Kamis, 24 September 2026 | 08:50 WIB

Ditemukan di Bengkulu, Jenazah Sukarman Kru Kapal Jurnalis Hilang Diterbangkan ke Jakarta

Ditemukan di Bengkulu, Jenazah Sukarman Kru Kapal Jurnalis Hilang Diterbangkan ke Jakarta

News | Kamis, 24 September 2026 | 08:46 WIB

Kondisi Global Masih Suram, Bos BI Yakin Ekonomi Indonesia 2026 Tumbuh 4,95,7 Persen

Kondisi Global Masih Suram, Bos BI Yakin Ekonomi Indonesia 2026 Tumbuh 4,95,7 Persen

Bisnis | Kamis, 24 September 2026 | 08:41 WIB

8 Tips Memilih Bedak Padat yang Cocok untuk Kulit Berminyak, Makeup Jadi Minim Longsor

8 Tips Memilih Bedak Padat yang Cocok untuk Kulit Berminyak, Makeup Jadi Minim Longsor

Lifestyle | Kamis, 24 September 2026 | 08:40 WIB

Harga Minyak Turun Drastis saat Donald Trump Ancam Hancurkan Iran

Harga Minyak Turun Drastis saat Donald Trump Ancam Hancurkan Iran

Bisnis | Kamis, 24 September 2026 | 08:34 WIB

Masjid Megah Senilai Rp1 Triliun di Makassar Siap Dibuka untuk Umum

Masjid Megah Senilai Rp1 Triliun di Makassar Siap Dibuka untuk Umum

Sulsel | Kamis, 24 September 2026 | 08:27 WIB

Bank Indonesia Kucurkan Insentif KLM Rp461,2 Triliun, Kredit Perbankan Makin Kencang

Bank Indonesia Kucurkan Insentif KLM Rp461,2 Triliun, Kredit Perbankan Makin Kencang

Bisnis | Kamis, 24 September 2026 | 08:22 WIB

50 Ribu Buruh Demo di Bundaran HI! Tuntut DPR Hentikan Outsourcing hingga Lindungi Ojol

50 Ribu Buruh Demo di Bundaran HI! Tuntut DPR Hentikan Outsourcing hingga Lindungi Ojol

News | Kamis, 24 September 2026 | 08:20 WIB

Grand Blue Dreaming Umumkan Season 4, Kehidupan Percintaan Iori Makin Rumit

Grand Blue Dreaming Umumkan Season 4, Kehidupan Percintaan Iori Makin Rumit

Your Say | Kamis, 24 September 2026 | 08:20 WIB

Agen OpenAI Retas Situs Pemerintah, Bobol Data Kesehatan Publik Australia

Agen OpenAI Retas Situs Pemerintah, Bobol Data Kesehatan Publik Australia

News | Kamis, 24 September 2026 | 08:12 WIB

×