Unggah Foto saat Makan, Warganet Soroti Perbedaan Khofifah dan Risma

Dany Garjito | Farah Nabilla
Unggah Foto saat Makan, Warganet Soroti Perbedaan Khofifah dan Risma
Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini. (Suara.com/Dimas)

"Pejabat daerah punya cerita..." tulis warganet.

Suara.com - Polemik yang melibatkan Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa dan Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini yang saling berebut klaim soal bantuan mobil PCR ternyata cukup menyita perhatian warganet.

Buntutnya, salah satu akun Twitter mengunggah foto dengan membandingkan gaya makan bersama antara Gubernur Khofifah dan Wali Kota Risma.

Sebuah kolase foto yang diunggah oleh akun @LovelySinaga79 memperlihatkan potret Gubernur Khofifah tengah makan bersama sosok yang diduga merupakan Habib Umar Assegaf di sebuah meja makan.

Habib Umar Assegaf sendiri beberapa waktu yang lalu tengah menjadi pembicaraan publik lantaran videonya yang sempat terlibat cekcok dengan petugas Satpol PP ketika melintas di Pos Exit Tol Satelit Surabaya, (Rabu/5/2020).

Sementara dalam kolase foto itu, tampak pula potret Wali Kota Risma yang juga tengah makan nasi kotak dengan seorang lelaki berpakaian kasual berwarna biru dan bertopi putih. Tak diketahui pasti siapa sosok laki-laki tersebut.

Namun yang menjadi perhatian warganet adalah perbedaan kedua pejabat tersebut saat makan bersama.

Warganet bandingkan Gubernur Khofifah dan Wali Kota Risma. (Twitter/@LovelySinaga79)
Warganet bandingkan Gubernur Khofifah dan Wali Kota Risma. (Twitter/@LovelySinaga79)

Pemilihan foto Gubernur Khofifah saat makan di meja makan bersama seorang tokoh agama dibandingkan dengan Wali Kota Risma yang makan nasi kotak di emperan jalan bersama sosok tak tak diketahui identitasnya membuat warganet memiliki cara pandang tersendiri.

Si pengunggah foto @LovelySinaga79 hanya menuliskan keterangan, "Pejabat daerah punya cerita..."

Namun, reaksi yang ditunjukkan warganet justru beragam. Seorang warganet bertanya, "Yang atas Bu khofifah sama siapa?"

"Yang dari Bangil Ngkong.. yang pernah ribut dengan Satpol PP saat penertiban PSBB, yang kata MUI Jatim bukan orang sembarangan," jawab si pengunggah foto.

Tak jarang pula warganet yang melihat kolase foto itu sebagai gambaran dua pimpinan yang kontradiktif.

"Kalau pejabat makan harus kayak foto atas, yang bawah itu foto pelayan pelayan masyarakat," komentar seorang warganet.

"Dari gambarnya sih sama-sama makan. Yang atas highclass, yang bawah highperformer," tulis warganet lain.

Sementara di tengah perkubuan itu, ada pula warganet yang mencoba melihat sisi lain dari dua pemimpin perempuan Jawa Timur tersebut.

"Foto yang bicara kalau beliau berdua rukun. Hanya mereka yang mau memperkeruh keadaan yang pengin Jatim seperti Jakarta," tulis seorang warganet yang menyertakan foto ketika Khofifah dan Risma tengah makan bersama dalam satu meja.

Untuk diketahui, Wali Kota Risma sempat naik pitam lantaran dua mobil PCR dari BNPB yang sedianya diperbantukan khusus untuk Kota Surabaya, ternyata diserobot Rumpun Kuratif Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Jawa Timur (Jatim).

Dalam percakapan emosional tersebut, Risma berulang-ulang menyebut nama Ketua Rumpun Kuratif Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Jatim Joni Wahyuhadi.

Menjawab tudingan tersebut, Ketua Gugus Tugas Kuratif Satgas Penanganan Covid-19 Jatim dr Joni Wahyuhadi mengemukakan hal tersebut terjadi karena adanya kesalahpahaman.

Risma Sudah Ngamuk, Ternyata Bantuan Mobil PCR Bukan Khusus untuk Surabaya

Mobil PCR yang diributkan Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini ternyata bukan khusus untuk Surabaya. Mobil bantuan dari BNPB itu ternyata untuk seluruh kota dan kabupaten di Jawa Timur.

Hal itu diungkapkan Ketua Rumpun Kuratif Gugus Tugas Covid-19 Jatim, Joni Wahyuadi. Kata dia bantuan mobil PCR dari BNPB diperuntukan bagi semua daerah di Jawa Timur. Surabaya menjadi prioritas karena memang daerah episentrum Covid-19 di Jatim.

“Mobil bantuan PCR BNPB diperuntukkan bagi masyarakat Jawa Timur khususnya. Karena memang Surabaya itu merupakan episentrum, maka Surabaya merupakan prioritas. Akan tetapi, kabupaten atau kota lain juga sudah banyak meminta untuk dilakukan pelayanan, karena menunggu PCR yang lama. Tulungagung, Lamongan, Gresik, itu terus kontak dengan kami, meminta,” ujar Joni di Bakorwil III Malang, Minggu, (31/5/2020) kemarin.

Baca selengkapnya

Komentar

Suara.Com

Dapatkan informasi terkini dan terbaru yang dikirimkan langsung ke Inbox anda

QUOTES OF THE DAY

INFOGRAFIS