Bak Diktator, Donald Trump Ancam Libatkan Militer Setop Demonstrasi

Rendy Adrikni Sadikin, Arief Apriadi

Selasa, 02 Juni 2020 | 10:40 WIB
Bak Diktator, Donald Trump Ancam Libatkan Militer Setop Demonstrasi
Presiden AS Donald Trump memberikan pernyataan tentang perkembangan pandemi virus corona di Gedung Putih. [AFP]

Suara.com - Presiden Amerika Serikat, Donald Trump mengancam akan menurunkan pasukan militer demi menghentikan demonstrasi atas kematian pria kulit hitam George Floyd yang kian meluas.

Politikus partai Republik itu melontarkan pernyataan tersebut pada Senin (1/6/2020) waktu setempat dengan gaya bak diktator. Trump menyebut dirinya sebagai "President of law and order" alias Presiden hukum dan ketertiban.

"Saya akan berjuang untuk melindungi Anda - saya adalah presiden hukum dan ketertiban Anda dan sekutu dari semua pengunjuk rasa damai," kata Trump dikutip CBS News, Selasa (2/6/2020).

Trump mengaku akan menerjunkan tentara apabila negara-negara bagian gagal meredam demonstrasi yang kian berjung rusuh diberbagai wilayah Amerika Serikat.

Sekitar 200 tentara dikabarkan telah dipindahkan dari Fort Bragg menuju wilayah Washington D.C, tempat Gedung Putih berada untuk siap sedia apabila dibutuhkan.

"Jika sebuah kota atau negara menolak untuk mengambil tindakan yang diperlukan untuk mempertahankan kehidupan dan properti penduduk mereka, maka saya akan mengerahkan militer Amerika Serikat dan dengan cepat menyelesaikan masalah bagi mereka," tegas Trump.

Seorang demonstran memainkan drum di depan gedung yang terbakar saat demonstrasi di Minneapolis, Minnesota, Jumat (29/5). [Chandan Khanna/ AFP]
Seorang demonstran memainkan drum di depan gedung yang terbakar saat demonstrasi di Minneapolis, Minnesota, Jumat (29/5). [Chandan Khanna/ AFP]

Pernyataan Trump lantas menyulut emosi para politikus oposisi dari Partai Demokrat. Mereka menyebut ancaman Donald Trump tak mencerminkannya sebagai Presiden, melainkan seorang diktator.

"Pidato fasis Donald Trump baru saja disampaikan pada deklarasi perang terhadap warga Amerika," kata Senator Demokrat, Ron Wyden lewat Twitter.

"Saya takut untuk negara kita malam ini dan tidak akan berhenti membela Amerika melawan serangan Trump."

baca juga

Sementara hal serupa juga diungkapkan Senator Demokrat lainnya, Kamala Harris. Dia mengkritik pernyataan Trump lewat Twitter.

"Ini bukan kata-kata seorang presiden. Itu adalah kata-kata seorang diktator," kecam Kamala Harris.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Detik-detik Wartawan DW Ditembaki Polisi saat Liput Demo di AS

Detik-detik Wartawan DW Ditembaki Polisi saat Liput Demo di AS

News | Selasa, 02 Juni 2020 | 09:55 WIB

Pengakuan Pria Bertato Indonesia di Kerusuhan AS: Saya Lahir di Pulau Jawa

Pengakuan Pria Bertato Indonesia di Kerusuhan AS: Saya Lahir di Pulau Jawa

News | Selasa, 02 Juni 2020 | 09:20 WIB

Liput Aksi Massa di Gedung Putih, Jurnalis Sunrise Diserang Polisi

Liput Aksi Massa di Gedung Putih, Jurnalis Sunrise Diserang Polisi

News | Selasa, 02 Juni 2020 | 08:52 WIB

Terkini

Kakao Games dan The Grimm Entertainment Kolaborasi Kembangkan Game Webtoon

Kakao Games dan The Grimm Entertainment Kolaborasi Kembangkan Game Webtoon

Your Say | Rabu, 02 September 2026 | 10:06 WIB

Tergiur Cuan Instan di Telegram, Bendahara RW di Malang Serahkan Rp126 Juta Kas Warga ke Penipu

Tergiur Cuan Instan di Telegram, Bendahara RW di Malang Serahkan Rp126 Juta Kas Warga ke Penipu

Malang | Rabu, 02 September 2026 | 10:03 WIB

Cinta yang Tumbuh di Tanah Suci: Menyusuri Sabar dalam Asmara di Atas Haram

Cinta yang Tumbuh di Tanah Suci: Menyusuri Sabar dalam Asmara di Atas Haram

Your Say | Rabu, 02 September 2026 | 10:00 WIB

Mimpi Potong Rambut, Apakah Pertanda Baik? Intip Maknanya

Mimpi Potong Rambut, Apakah Pertanda Baik? Intip Maknanya

Lifestyle | Rabu, 02 September 2026 | 09:55 WIB

4 Tinted Sunscreen SPF 50 Buat Outdoor, Bikin Pori dan PIH Tersamarkan

4 Tinted Sunscreen SPF 50 Buat Outdoor, Bikin Pori dan PIH Tersamarkan

Your Say | Rabu, 02 September 2026 | 09:53 WIB

Ulasan Novel Hospital Cafe, Langkah Berani Untuk Bahagia Kembali

Ulasan Novel Hospital Cafe, Langkah Berani Untuk Bahagia Kembali

Your Say | Rabu, 02 September 2026 | 09:48 WIB

BLU Batu Bara Jangan Bikin Ganggu Operasional Pembangkit

BLU Batu Bara Jangan Bikin Ganggu Operasional Pembangkit

Bisnis | Rabu, 02 September 2026 | 09:40 WIB

Samsung Galaxy S26 FE Diperkenalkan, Dilengkapi Fitur Flagship

Samsung Galaxy S26 FE Diperkenalkan, Dilengkapi Fitur Flagship

Tekno | Rabu, 02 September 2026 | 09:38 WIB

Aksi di Simpang Gramedia Jogja Diwarnai Saling Dorong, Peserta Aksi hingga Polisi Terluka

Aksi di Simpang Gramedia Jogja Diwarnai Saling Dorong, Peserta Aksi hingga Polisi Terluka

Jogja | Rabu, 02 September 2026 | 09:37 WIB

Dolar AS Beri Tekanan ke Rupiah, Menuju Level Rp17.773

Dolar AS Beri Tekanan ke Rupiah, Menuju Level Rp17.773

Bisnis | Rabu, 02 September 2026 | 09:30 WIB

×