- Aliansi Majelis Perjuangan Rakyat menggelar unjuk rasa bertajuk Mosi Tidak Percaya di Jalan Merdeka Selatan, Jakarta, Jumat (17/7/2026).
- Massa menuntut pemulihan supremasi sipil, perbaikan sistem negara yang bobrok, serta pemerataan pendidikan bagi seluruh masyarakat Indonesia.
- Aksi terhenti di Jalan Merdeka Selatan akibat barikade kepolisian, namun massa membubarkan diri dengan tertib pada malam hari.
Suara.com - Massa aksi demonstrasi yang tergabung dalam Aliansi Majelis Perjuangan Rakyat mengakhiri unjuk rasa dengan memberikan tiga tuntutan utama dalam aksi yang bertajuk "Mosi Tidak Percaya Rezim Prabowo Gibran" Jalan Merdeka Selatan, Jakarta pada Jumat (17/7/2026).
'Jenderal Lapangan', Annur menyampaikan ada tiga tuntutan mereka bawa. Yakni, pemulihan supremasi sipil, pembongkaran sistem negara yang bobrok, dan pemerataan pendidikan bagi seluruh masyarakat.
"Walaupun kita belum mendapat jawaban dari pemerintah," kata Annur.
Annur juga mengajak seluruh elemen masyarakat sipil untuk bersolidaritas dengan terus mengawal jalannya pemerintahan.
Dia juga menjelaskan bahwa aliansi Majelis Perjuangan Rakyat akan melakukan konsolidasi lanjuta untuk mempersiapkan aksi-aksi berikutnya.
Gagal Tembus Patung Kuda
Sedianya, aksi tersebut direncanakan diadakan di Patung Kuda. Namun pihak kepolisian memasang barikade yany menyebabkan massa aksi tertahan di Jalan Merdeka Selatan.
Koorlap UNJ, Ahmad Faizi bercerita polisi melarang dengan alasan yang ia anggap tak masuk akal. Padahal, lanjut Ahmad, pihaknya sudah menuruti perintah polisi untuk tidak melakukan aksi di Bundaran HI.
Ahmad bercerita pihak kepolisian melarang dengan alasan demi kenyamanan masyarakat.
"Sangat disayangkan sebenarnya," kata Ahmad.
Diketahui sebelumnya, beberapa elemen masyarakat sipil dan mahasiswa melakukan unjuk rasa di sekitar Patung Kuda, Jakarta pada Jumat (17/7/202).
Namun perjalanan mereka menuju titik aksi terhalang oleh barikade besi yang telah dipasang kepolisian.
Dikutip dari poster @AliansiUNJmelawan massa aksi menyerukan Mosi Tidak Percaya terhadap pemerintahan Prabowo Subianto.
Mereka juga menyampaikan 3 tuntutan. Yakni, kembalikan keaudalatan masyarakat sipil, bongkar total sistem negara dan selamatkan situasi pendidikan dalam negeri.
Berdasarkan pantauan Suara.com di lokasi hingga pukul 18.01, demonstran mulai meinggalkan titik aksi dengan tertib. Situasi lalu lintas di Jalan Merdeka Selatan juga telah kembali normal. (Reporter: Alif Bintang)